Vous êtes sur la page 1sur 14

FASE-FASE PERKEMBANGAN ANAK DAN

PENANGAN PERMASALANNYA
DI LKSA

Dr. R. Enkeu Agiati, M.Si.


Tahun 2018
FASE-FASE PERKEMBANGAN ANAK
( Erikson)
• Tahap-tahap perkembangan manusia dari lahir
sampai mati dipengaruhi oleh interaksi sosial dan
budaya antara masyarakat terhadap
perkembangan kepribadian. Perkembangan
psikologis dihasilkan dari interaksi antara
proses-proses maturasional atau kebutuhan
biologis dengan tuntutan masyarakat dan
kekuatan-kekuatan sosial yang dihadapi dalam
kehidupan sehari-hari
Erikson Membagi
Fase-fase perkembangan anak

Fase Anak-
Fase Bayi
anak
(0-1 Tahun)
(1-3 Tahun)

Fase Usia Fase Usia


Sekolah Bermain
(3-12 Tahun) (3-6 Tahun)

ADOLESEN PERMASALAHAN
(12-20 Tahun)
1. Fase Bayi (0 - 1Tahun)

Mendapat (receiving) dan Mendapat (accepting)

Belajar dan memperoleh Kualitas ego


(identitas ego yang pertama)

Perasaan Kepercayaan Dasar


(Basic Trust)

Belajar mengharap hal yang menyakitkan menjadi


hal yang menyenangkan
2.Fase Usia Anak-anak (1 - 3 Tahun)
• Mengontrol Fungsi Tubuh (urinasi, berjalan,
1 melempar, memegang dll)

• Penyesuaian psikososial (anak dapat mengontrol tubuhnya


2 khususnya yang berhubungan dgn Kebersihan)

• Dihadapkan pada Budaya yang menghambat


3 Ekspresi Diri, Hak dan Kewajiban

• Kontrol diri dan menerima kontrol orang lain


4
3. Usia Bermain (3 - 6 Tahun)
• Identintifikasi Orangtua (oudifus Kompleks)
1

• Mengembangkan Gerakan Tubuh


2

• Keterrampilan bahasa, Rasa ingin Tahu, Imajinasi


3

• Kemampuan menentukan Tujuan


4
4. Fase Usia Sekolah (6 – 12 Tahun)
Anak bergaul dengan Peergroup, Guru dan Orang
Dewasa

Memiliki keinginan menjadi berkemampuan


(competence)

Krisis Psikososial : Ketekunan & persasan


Inferior (industri - Inferiority)

Di Sekolah anak belanjar sistem,aturan, metode


Yang Efektif dan Efisien
5. Adolesen (12 - 20 Tahun)

Pekembangan Identitas Ego

Pubertas

Setia terhadap beberapa pandangan idiologi


atau visi masa depan

Memilih dan memiliki idiologi yg memberi pola


umum kehiddupan diri
FAKTOR LINGKUNGAN
FAKTOR PRIBADI

Kondisi fisik. Psikis Peergroup Keluarga

Keadaan sosial
ekonomi Sekolah Budaya

interaksi

Anak
Permasalahan
1. Rendahnya kualitas Ego
2. Ketdakpercayaan terhadap orang lain
3. Memiliki keraguaan
4. Odipus Compleks/Elektra Kompleks
5. Krisis Identitas
6. Konsep Diri (tinggi/Rendah)
7. Perasaan Inferior
8. Maturation (sosial, Psikis, emosi)
9. Melanggar aturan-aturan
10. Kenakalan
Cara Penanganan Permasalah di LKSA
LKSA hendaknya melakukan:

1. Pembinaan Karakter
2. Pola Pengasuhan yang Efektif (significant others)
3. Proses pembinaan anak komprehensif dan intergratif
(meliputi pembinaan psikologi /(intelektual, sosial,
agama/spritual dan keterampilan)
4. Menumbuhkembangkan citra diri
5. Penanaman disiplin yang rasional dan logis
6. Memberikan aktivitas yang kreatif, inovatif dan rekreatif
7. Mengembangkan minat dan bakat anak


PERKEMBANGAN ANAK

1. Anak Perlu didukung keterlibatannya dalam


berbagai kegiatan dengan tujuan untuk
meningkatkan perccaya diri dan membangun
konsep diri yang baik

2. Anak mempeoleh tanggung jawab sesuai


kematangan usia meeka, sehingga diakui
kapasitasnya untuk membuat pilihan dan
berpartisipasi dalam pembuat keputusan

. 3. Kegiatan dan pendekatan LKSA harus dilakukan dengan


pemaham bahwa masa remaja adalah kunci bagi tahapan
sosialisasi , sehingga remaja perlu mempeoleh ruang dan
kesempatan yg fleksibell untuk bersosialisasi secara
aman dan bertanggunh jawab
13

Dorothy Law Nollte:


• Jika anak dibesarkan dengan celaan, maka ia belajar memaki
• Jika anak dibesarkan dengan permusuhan, maka ia belajar berkelahi
• Jika anak dibesarkan dengan cemoohan, maka ia belajar rendah diri
• Jika anak dibesarkan dengan penghinaan, maka ia belajar menyesali diri
• Jika anak dibesarkan dengan toleransi, maka ia belajar mengendalikan diri
• Jika anak dibesarkan dengan motivasi, maka ia belajar percaya diri
• Jika anak dibesarkan dengan kelembutan, maka ia belajar menghargai
• Jika anak dibesarkan dengan rasa aman, maka ia belajar percaya
• Jika anak dibesarkan dengan dukungan, maka ia belajar menghargai diri
sendiri
• Jika anak dibesarkan dengan kasih sayang dan persahabatan, maka ia
belajar menemukan kasih dalam kehidupannya .
TERIMA KASIH..