Vous êtes sur la page 1sur 76
Kelompok 4 RANI JULIANI SHITA DENALLA STEFANO PENTURY TIO PRASETIO YOSUA PANDAPOTAN YUDHA NEGARA HP 071001500117
Kelompok 4 RANI JULIANI SHITA DENALLA STEFANO PENTURY TIO PRASETIO YOSUA PANDAPOTAN YUDHA NEGARA HP 071001500117
Kelompok 4 RANI JULIANI SHITA DENALLA STEFANO PENTURY TIO PRASETIO YOSUA PANDAPOTAN YUDHA NEGARA HP 071001500117

Kelompok 4

RANI JULIANI SHITA DENALLA STEFANO PENTURY

Kelompok 4 RANI JULIANI SHITA DENALLA STEFANO PENTURY TIO PRASETIO YOSUA PANDAPOTAN YUDHA NEGARA HP 071001500117

TIO PRASETIO

YOSUA PANDAPOTAN YUDHA NEGARA HP

071001500117

071001500137

071001500139

071001500146

071001500154

071001500156

Kelompok 4 RANI JULIANI SHITA DENALLA STEFANO PENTURY TIO PRASETIO YOSUA PANDAPOTAN YUDHA NEGARA HP 071001500117
Kelompok 4 RANI JULIANI SHITA DENALLA STEFANO PENTURY TIO PRASETIO YOSUA PANDAPOTAN YUDHA NEGARA HP 071001500117
Discussion ∫ Pengertian, Fungsi, Tujuan, dan Manfaat AMDAL √ 7 Dampak Penting ∑ Rona Lingkungan Awal

Discussion

Discussion ∫ Pengertian, Fungsi, Tujuan, dan Manfaat AMDAL √ 7 Dampak Penting ∑ Rona Lingkungan Awal

Pengertian, Fungsi, Tujuan, dan Manfaat AMDAL √ 7 Dampak Penting ∑ Rona Lingkungan Awal (EBA) Kegiatan Wajib AMDAL Penyusunan AMDAL Contoh Pelaksanaan AMDAL ∏ Quotes

Discussion ∫ Pengertian, Fungsi, Tujuan, dan Manfaat AMDAL √ 7 Dampak Penting ∑ Rona Lingkungan Awal
Discussion ∫ Pengertian, Fungsi, Tujuan, dan Manfaat AMDAL √ 7 Dampak Penting ∑ Rona Lingkungan Awal
Discussion ∫ Pengertian, Fungsi, Tujuan, dan Manfaat AMDAL √ 7 Dampak Penting ∑ Rona Lingkungan Awal
Discussion ∫ Pengertian, Fungsi, Tujuan, dan Manfaat AMDAL √ 7 Dampak Penting ∑ Rona Lingkungan Awal
Discussion ∫ Pengertian, Fungsi, Tujuan, dan Manfaat AMDAL √ 7 Dampak Penting ∑ Rona Lingkungan Awal
Pengertian Pengertian AMDAL adalah suatu proses dalam studi formal untuk memperkirakan dampak lingkungan atau rencana kegiatan

Pengertian

Pengertian AMDAL adalah suatu proses dalam studi formal untuk memperkirakan dampak

lingkungan atau rencana kegiatan proyek dengan bertujuan memastikan adanya masalah

dampak lingkungan yang di analisis pada tahap perencanaan dan perancangan proyek sebagai pertimbangan bagi pembuat keputusan.

Pengertian AMDAL menurut PP No. 27 Tahun 1999 yang berbunyi bahwa pengertian AMDAL adalah Kajian atas dampak besar dan penting untuk pengambilan keputusan suatu usaha atau kegiatan yang direncanakan pada lingkungan hidup yang diperlukan bagi proses pengambilan keputusan tentang penyelenggaraan usaha atau kegiatan.

Amdal Meliputi beberapa Faktor – Fisik – Kimia Sosial Ekonomi – – Biologi – Sosial Budaya

Amdal Meliputi beberapa Faktor

Fisik Kimia Sosial Ekonomi

Biologi Sosial Budaya

Alasan Amdal Alasan diperlukannya AMDAL untuk studi kelayakan karena dalam undang-undang dan peraturan pemerintah serta menjaga

Alasan Amdal

Alasan diperlukannya AMDAL untuk studi kelayakan karena dalam undang-undang dan peraturan pemerintah serta menjaga lingkungan dari operasi proyek kegiatan industri atau kegiatan-kegiatan yang dapat menyebabkan kerusakan lingkungan.

Fungsi Amdal – Bahan perencanaan pembangunan wilayah – Membantu proses dalam pengambilan keputusan terhadap kelayakan lingkungan
Fungsi Amdal
Bahan perencanaan pembangunan wilayah
Membantu proses dalam pengambilan keputusan terhadap kelayakan lingkungan
hidup dari rencana usaha dan/atau kegiatan
Memberikan masukan dalam penyusunan rancangan rinci teknis dari rencana usaha
dan/atau kegiatan
Memberi masukan dalam penyusunan rencana pengelolaan dan pemantauan
lingkungan hidup
suatu rencana usaha dan atau kegiatan
– Izin Kelayakan Lingkungan
Memberikan informasi terhadap masyarakat atas dampak yang ditimbulkan dari
Manfaat-manfaat amdal – Manfaat Amdal Bagi Pemerintah – Manfaat Amdal bagi Masyarakat

Manfaat-manfaat amdal

Manfaat Amdal Bagi Pemerintah Manfaat Amdal bagi Masyarakat

Manfaat Amdal bagi Pemerintah – Mencegah dari pencemaran dan kerusakan lingkungan. – Menghindarkan konflik dengan masyarakat.

Manfaat Amdal bagi Pemerintah

Mencegah dari pencemaran dan kerusakan lingkungan. Menghindarkan konflik dengan masyarakat. Menjaga agar pembangunan sesuai terhadap prinsip pembangunan berkelanjutan. Perwujudan tanggung jawab pemerintah dalam pengelolaan lingkungan hidup.

–

Manfaat Amdal bagi

Masyarakat

Mengetahui sejak dari awal dampak dari suatu kegiatan. Melaksanakan dan menjalankan kontrol.

Terlibat pada proses pengambilan keputusan.

UU NO 32 TAHUN 2009 PASAL 25 Dokumen Amdal memuat : a. Pengkajian mengenai dampak rencana
UU NO 32 TAHUN 2009
PASAL 25
Dokumen Amdal memuat :
a.
Pengkajian mengenai dampak rencana usaha dan / atau kegiatan ;
b.
Evaluasi kegiatan di sekitar lokasi rencana usaha dan / atau kegiatan ;
c.
Saran masukan serta tanggapan masyarakat terhadap rencana usaha dan / atau
kegiatan ;
d.
Prakiraan terhadap besaran dampak serta sifat penting dampak yang terjadi jika
rencana usaha dan / atau kegiatan tersebut dilaksanakan ;
e.
Evaluasi secara holistik terhadap dampak yang terjadi untuk menentukan kelayakan
atau ketidaklayakan lingkungan hidup ; dan
f.
Rencana pengelolaan dan pemantauan lingkungan hidup.
Komponen Lingkungan Hidup yang Harus Dipertahankan dan Dijaga Serta Dilestarikan Fungsinya 1. Hutan lindung, hutan konservasi,
Komponen Lingkungan Hidup yang Harus
Dipertahankan dan Dijaga Serta Dilestarikan
Fungsinya
1.
Hutan lindung, hutan konservasi, dan cagar biosfer.
2.
Sumber daya manusia.
3.
Keanekaragaman hayati.
4.
Kualitas udara.
5.
Warisan alam dan warisan udara.
6.
Kenyamanan lingkungan hidup.
7.
Nilai-nilai budaya yang berorientasi selaras dengan
lingkungan hidup.
Komponen lingkungan hidup yang akan berubah secara mendasar dan penting bagi masyarakat disekitar suatu rencana usaha
Komponen lingkungan hidup yang akan berubah
secara mendasar dan penting bagi masyarakat
disekitar suatu rencana usaha dan/atau kegiatan
1.
Kepemilikan dan penguasaan lahan
2.
Kesempatan kerja dan usaha
3.
Taraf hidup masyarakat
4.
Kesehatan masyarakat
Dampak Negatif yang Mungkin Akan Timbul, Jika Tidak Dilakukan AMDAL Secara Baik dan Benar 1. Terhadap
Dampak Negatif yang Mungkin Akan
Timbul, Jika Tidak Dilakukan AMDAL
Secara Baik dan Benar
1.
Terhadap tanah dan kehutanan
a. Menjadi tidak subur atau tandus.
b.
Berkurang jumlahnya.
c.
Terjadi erosi atau bahkan banjir.
d.
Tailing bekas pembuangan hasil pertambangan akan merusak aliran sungai
berikut hewan dan tumbuhan yang ada disekitarnya.
e.
Pembabatan hutan yang tidak terencana akan merusak hutan sebagai sumber
resapan air.
f. Punahnya keanekaragaman hayati, baik flora maupun fauna, akibat rusaknya
hutan alam yang terkena dampak dengan adanya proyek/usaha.
2. Terhadap air Mengubah warna sehingga tidak dapat digunakan lagi untuk keperluan sehari- hari. a. b.
2. Terhadap air
Mengubah warna sehingga tidak dapat digunakan lagi untuk keperluan sehari-
hari.
a.
b.
Berubah rasa sehingga berbahaya untuk diminum karena mungkin
mengandung zat-zat yang berbahaya.
c.
Berbau busuk atau menyengat.
d.
Mengering sehingga air disekitar lokasi menjadi berkurang.
e.
Matinya binatang air dan tanaman disekitar lokasi akibat dari air yang berubah
warna dan rasa.
Menimbulkan berbagai penyakit akibat pencemaran terhadap air bila
dikonsumsi untuk keperluan sehari-hari.
f.
3. Terhadap udara a. Udara disekitar lokasi menjadi berdebu b. Dapat menimbulkan radiasi-radiasi yang tidak dapat
3.
Terhadap udara
a.
Udara disekitar lokasi menjadi berdebu
b.
Dapat menimbulkan radiasi-radiasi yang tidak dapat dilihat oleh mata seperti
proyek bahan kimia.
c.
Dapat menimbulkan suara bising apabila ada proyek perbengkelan.
d.
Menimbulkan aroma tidak sedap apabila ada usaha peternakan atau industri
makanan.
Dapat menimbulkan suhu udara menjadi panas, akibat daripada keluaran industri
tertentu.
e.
4.
Terhadap tanah
a.
Melakukan rehabilitasi.
b.
Melakukan pengurukan atau penimbunan terhadap berbagai
5. Terhadap udara a. Memasang alat kedap suara untuk mencegah suara bising. b. Memasang saringan udara
5.
Terhadap udara
a.
Memasang alat kedap suara untuk mencegah suara bising.
b.
Memasang saringan udara untuk menghindari asap dan debu.
6.
Terhadap karyawan
a.
Menggunakan peralatan pengaman.
b.
Diberikan asuransi jiwa dan kesehatan kepada setiap pekerja
c.
Menyediakan tempat kesehatan untuk pegawai perusahaan yang terlibat.
7.
Terhadap masyarakat sekitar
a.
Menyediakan tempat kesehatan secara gratis kepada masyarakat.
b.
Memindahkan masyarakat ke lokasi yang lebih aman.
Kriteria Mengenai Dampak Besar dan Penting Suatu Usaha dan/atau Kegiatan terhadap lingkungan hidup menurut peraturan pemerintah
Kriteria Mengenai Dampak Besar dan Penting Suatu Usaha
dan/atau Kegiatan terhadap lingkungan hidup
menurut peraturan pemerintah no 27 tahun 1999 Tentang
Analisis Mengenai dampak lingkungan
1.
Jumlah manusia yang terkena dampak
2.
Luas wilayah persebaran dampak
3.
Intensitas dan lamanya dampak berlangsung
4.
Banyaknya komponen lingkungan lainnya yang terkena dampak
5.
Sifat kumulatif dampak
6.
( reversible ) atau tidak berbaliknya ( irreversible ) dampak
– Amdal sebagai dokumen penting . laporan AMDAL merupakan dokumen penting sumber informasi yang detail mengenai
Amdal sebagai dokumen penting . laporan AMDAL merupakan dokumen penting
sumber informasi yang detail mengenai keadaan lingkungan pada waktu penelitian
proyek dan gambaran keadaan lingkungan di masa setelah proyek dibangun.
Dokumen ini juga penting untuk evaluasi, untuk membangun proyek yang lokasinya
berdekatan dan dapat digunakan sebagai alat legalitas.
AMDAL dimaksudkan sebagai alat untuk merencanakan tindakan preventif terhadap
kerusakan lingkungan yang mungkin akan ditimbulkan oleh suatu aktivitas
pembangunan yang sedang direncanakan.
– Dampak, adalah suatu perubahan yang terjadi sebagai akibat suatu aktivitas, yang
dapat bersifat alamiah, baik kimia, fisik maupun biologi. Dalam konteks AMDAL ,
penelitian dampak dilakukan karena adanya rencana aktivitas manusia dalam
pembangunan.

RONA

LINGKUNGAN

RONA LINGKUNGAN
Definisi Rona Lingkungan  kondisi lingkungan pada saat ini yaitu kondisi alam atau komponen-komponen lingkungan awal
Definisi Rona
Lingkungan
kondisi lingkungan pada saat ini yaitu kondisi alam atau
komponen-komponen lingkungan awal sebelum perencanaan
dan pembangunan fisik dimulai.
Kegunaan rona lingkungan:
1. Mengetahui kondisi lingkungan tanpa adanya kegiatan atau
proyek
– 2. Menduga kondisi rona lingkungan dengan adanya kegiatan
atau proyek

Secara umum komponen

Secara umum komponen lingkungan dibagi dalam 3 kelompok studi Amdal : Fisik-kimia Biologi sosekbud

lingkungan dibagi dalam 3

kelompok studi Amdal :

Fisik-kimia

Secara umum komponen lingkungan dibagi dalam 3 kelompok studi Amdal : Fisik-kimia Biologi sosekbud

Biologi

sosekbud

KOMPONEN LINGKUNGAN 1. Komponen fisik-kimia meliputi iklim dan kualitas udara ambien, kebisingan, kebauan dan getaran, fisiografi
KOMPONEN LINGKUNGAN
1.
Komponen fisik-kimia meliputi iklim dan kualitas udara ambien,
kebisingan, kebauan dan getaran, fisiografi dan geologi, hidrologi dan
kualitas air, hidrooceonografi, ruang, lahan dan tanah serta transportasi
2.
Komponen biologi meliputi biota darat dan biota air
3.
Komponen sosial meliputi kependudukan, sosial-ekonomi, dan sosial-
budaya
–

METODE PENGUMPULAN DATA

Biogeofisik Kimia, meliputi : komponen-komponen lingkungan tersebut diketahui dengan melakukan survei lapangan, yaitu dengan suatu strategi pengambilansampling yang tepat, kemudian dianalisa sesuai dengan komponen lingkunganmasing-masing

Sosial Budaya dan Ekonomi, meliputi : komponen lingkungan ini didapat denganmelakukan penyebaran questioner, wawancara langsung kepada masyarakat, pemuka setempat dan data sekunder pada beberapa desa dan kecamatan di sekitar lokasi proyek. Dari data survey lapangan, data sekunder dan hasil

analisis laboratorium pada masing-masing komponen lingkungan akan didapat

kondisilingkungan pada saat itu atau sebelum proyek didirikan (Rona Lingkungan)

DAMPAK – POSITIF Terutama dalam menunjang program pemerintah memeratakan pembangunan, tingkat pendapatan masyarakat daerah, kesempatan kerja,
DAMPAK
POSITIF
Terutama dalam menunjang program pemerintah memeratakan pembangunan,
tingkat pendapatan masyarakat daerah, kesempatan kerja, kesejahteraan masyarakat,
timbulnya gerak penduduk kemudian timbul sektor kegiatan ekonomi lainnya
NEGATIF
Umumnya disebabkan oleh akibat dan proses budidaya penggemukan ternak sapi
potong terciptanya limbah kotoran ternak (polusi bau busuk). Dampak negatif tersebut
dapat terjadi pada masa kegiatan operasionaL
Sumber:
Sumber:

MANFAAT RONA LINGKUNGAN PADA KEHIDUPAN

Pendugaan keadaan lingkungan tanpa proyek dan keadaan lingkungan dengan proyek dan untuk menjaga keadaan lingkungan dimasa yang akan datang tanpa proyek.

1.

2.

https://www.academia.edu/9172499/Pengertian_Rona_Lingkungan

Wajib AMDAL – Berdampak penting – Usaha atau kegiatan di kawasan lindung – Lampiran I

Wajib AMDAL

Berdampak penting Usaha atau kegiatan di kawasan lindung Lampiran I

Lampiran I A. Bidang Multisektor B. Bidang Pertahanan C. Bidang Pertanian D. Bidang Perikanan dan kelautan
Lampiran I
A.
Bidang Multisektor
B.
Bidang Pertahanan
C.
Bidang Pertanian
D.
Bidang Perikanan dan kelautan
.....
… ..
K.
Bidang Energi dan Sumber Daya Mineral
Wajib AMDAL gak ya … Tidak wajib AMDAL Wajib AMDAL Berdampak penting

Wajib AMDAL gak ya

Tidak wajib AMDAL
Tidak wajib
AMDAL
Wajib AMDAL
Wajib
AMDAL

Berdampak penting

Wajib AMDAL gak ya … Tidak wajib AMDAL Wajib AMDAL Berdampak penting
– –

Pengecualian wajib AMDAL

Eksplorasi pertambangan, minyak dan gas, panas bumi Penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan

Kegiatan yang menunjang kawasan lindung

Terkait kepentingan pertahanan dan keamanan

Wajib AMDAL gak ya … Tidak wajib AMDAL Wajib AMDAL Dapat diatasi oleh perkembangan teknologi Dianggap

Wajib AMDAL gak ya

Tidak wajib AMDAL
Tidak wajib
AMDAL
Wajib AMDAL
Wajib
AMDAL

Dapat diatasi oleh

perkembangan teknologi

Wajib AMDAL gak ya … Tidak wajib AMDAL Wajib AMDAL Dapat diatasi oleh perkembangan teknologi Dianggap

Dianggap tidak menimbulkan dampak penting

Sumber - Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Republik Indonesia Nomor 05 Tahun 2012 Tentang Jenis Rencana

Sumber

- Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Republik Indonesia Nomor 05 Tahun 2012 Tentang Jenis Rencana Usaha Dan/Atau Kegiatan Yang Wajib Memiliki Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup

Kajian AMDAL – Bentuk hasil kajian AMDAL berupa dokumen AMDAL yang terdiri dari 4 dokumen, yaitu:
Kajian AMDAL
– Bentuk hasil kajian AMDAL berupa dokumen AMDAL yang terdiri dari 4
dokumen, yaitu:
1.
Dokumen Kerangka Acuan Analisis Dampak Lingkungan Hidup (KA ANDAL)
2.
Dokumen Analisis Dampak Lingkungan Hidup (ANDAL)
3.
Dokumen Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup (RKL)
4.
Dokumen Rencana Pemantauan Lingkungan Hidup (RPL)
1. Dokumen Kerangka Acuan Analisis Dampak Lingkungan Hidup (KA ANDAL) – KA-ANDAL adalah suatu dokumen yang

1. Dokumen Kerangka Acuan Analisis

Dampak Lingkungan Hidup (KA ANDAL)

KA-ANDAL adalah suatu dokumen yang berisi tentang ruang lingkup serta kedalaman kajian ANDAL. Ruang lingkup kajian ANDAL meliputi penentuan dampak-dampak penting yang akan dikaji secara lebih mendalam dalam ANDAL

dan batas-batas studi ANDAL. Sedangkan kedalaman studi berkaitan dengan

penentuan metodologi yang akan digunakan untuk mengkaji dampak. Penentuan ruang lingkup dan kedalaman kajian ini merupakan kesepakatan

antara Pemrakarsa Kegiatan dan Komisi Penilai AMDAL melalui proses yang

disebut dengan proses pelingkupan.

2. Dokumen Analisis Dampak Lingkungan Hidup (ANDAL) – ANDAL adalah dokumen yang berisi telaahan secara cermat

2. Dokumen Analisis Dampak

Lingkungan Hidup (ANDAL)

ANDAL adalah dokumen yang berisi telaahan secara cermat terhadap dampak penting dari suatu rencana kegiatan. Dampakdampak penting yang telah diindetifikasi di dalam dokumen KAANDAL kemudian ditelaah secara lebih cermat

dengan menggunakan metodologi yang telah disepakati. Telaah ini bertujuan untuk

menentukan besaran dampak. Setelah besaran dampak diketahui, selanjutnya dilakukan penentuan sifat penting dampak dengan cara membandingkan besaran dampak terhadap kriteria dampak penting yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Tahap kajian selanjutnya adalah evaluasi terhadap keterkaitan antara dampak yang

satu dengan yang lainnya. Evaluasi dampak ini bertujuan untuk menentukan dasar-

dasar pengelolaan dampak yang akan dilakukan untuk meminimalkan dampak negatif dan memaksimalkan dampak positif.

3. Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup (RKL) – RKL adalah dokumen yang memuat upaya-upaya untuk mencegah, mengendalikan

3. Rencana Pengelolaan

Lingkungan Hidup (RKL)

RKL adalah dokumen yang memuat upaya-upaya untuk mencegah, mengendalikan dan menanggulangi dampak penting lingkungan hidup yang bersifat negatif serta memaksimalkan dampak positif yang terjadi akibat

rencana suatu kegiatan. Upaya-upaya tersebut dirumuskan berdasarkan hasil

arahan dasar-dasar pengelolaan dampak yang dihasilkan dari kajian ANDAL.

4.Rencana Pemantauan Lingkungan Hidup (RPL) – RPL adalah dokumen yang memuat program-program pemantauan untuk melihat perubahan

4.Rencana Pemantauan

Lingkungan Hidup (RPL)

RPL adalah dokumen yang memuat program-program pemantauan untuk melihat perubahan lingkungan yang disebabkan oleh dampak-dampak yang berasal dari rencana kegiatan. Hasil pemantauan ini digunakan untuk

mengevaluasi efektifitas upaya-upaya pengelolaan lingkungan yang telah

dilakukan, ketaatan pemrakarsa terhadap peraturan lingkungan hidup dan dapat digunakan untuk mengevaluasi akurasi prediksi dampak yang digunakan dalam kajian ANDAL.

Profil Proyek – – 5 lapangan gas bumi, yaitu: lapanganlapangan gas Donggi, Matindok, Maleoraja, Sukamaju, dan
Profil Proyek
5 lapangan gas bumi, yaitu: lapanganlapangan gas Donggi, Matindok, Maleoraja,
Sukamaju, dan Minahaki
produksi gas Blok Matindok ± 100 MMSCFD (gross), kandungan kondensat ± 850
bopd, air ± 2500 bwpd, prakiraan umur produksi 20 tahun. Gas mengandung
CO2 ± 2,5%, Sulfur ± 3.000 ppm.
– Proyek Pengembangan Gas Matindok adalah mulai dari kegiatan pemboran
sumur pengembangan maupun pemboran work over, pembangunan Block
Station (BS) dan membangun pipa transmisi gas (flowline dantrunkline ) ,
membangun Kilang LNG (DSLNG) berikut pelabuhan untuk membawa LNG ke
luar Kabupaten Banggai.
– –

Influences of the Project

1. Tersedianya Gas, Liquid Natural Gas (LNG), hidrokarbon cair (kondensat) dan belerang (sulphur)

2. Peningkatan pendapatan bagi Kabupaten Banggai (tingkat lokal), Provinsi Sulawesi Tengah (tingkat regional) dan tingkat nasional melalui pajak dan royalti dari hasil penjualan LNG, kondensat dan belerang (sulphur).

3. Memberikan peluang kerja dan usaha bagi masyarakat lokal, regional dan nasional

4. Peningkatan kemampuan bangsa dalam penguasaaan teknologi produksi gas.

NAMUN… – Ada dampak negatif terhadap beberapa komponen lingkungan hidup. – Perlu studi Analisis Mengenai Dampak
NAMUN…
Ada dampak negatif terhadap beberapa komponen lingkungan hidup.
Perlu studi Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup (AMDAL)
– Didasarkan oleh :
a)
Undang-Undang No. 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup
b)
Peraturan Pemerintah No. 27 Tahun 1999 tentang Analisis Mengenai Dampak
Lingkungan (AMDAL)
c)
Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup No. 11 Tahun 2006 tentang Jenis
Rencana Usaha dan/atau Kegiatan yang Wajib Dilengkapi dengan Analisis
Mengenai Dampak Lingkungan Hidup (AMDAL)
peraturan dan perundang-undangan yang berlaku yang terkait dengan rencana kegiatan dan peraturan sebagai dasar pelaksanan studi

peraturan dan perundang-undangan yang berlaku

yang terkait dengan rencana kegiatan dan peraturan sebagai dasar pelaksanan studi AMDAL

Kesesuaian Lokasi Rencana Kegiatan dengan Tata Ruang Setempat – Lokasi rencana kegiatan PPGM meliputi wilayah yang

Kesesuaian Lokasi Rencana Kegiatan

dengan Tata Ruang Setempat

Lokasi rencana kegiatan PPGM meliputi wilayah yang termasuk dalam Kecamatan Toili Barat, Kecamatan Toili dan Kecamatan Batui, dan Kecamatan Kintom Kabupaten Banggai

Uraian Rencana Kegiatan Penyebab Dampak – – – – – – – – – Jenis Prasarana
Uraian Rencana Kegiatan
Penyebab Dampak
Jenis Prasarana dan Luas Kebutuhan Lahan
Kapasitas Produksi
Umur Kegiatan
Jenis Sumber Energi dan Sumber Air yang Diperlukan di Lokasi Rencana Kegiatan
Sosialisasi dan Konsultasi Publik
Kegiatan Pemboran
Sistem Pemipaan Gas
Block Station (BS)
Kilang LNG
Kegiatan yang Diduga Akan Menimbulkan Dampak  Tahap Prakonstruksi a) 1. Pembebasan Lahan dan Tanam Tumbuh
Kegiatan yang Diduga Akan
Menimbulkan Dampak
Tahap Prakonstruksi
a)
1. Pembebasan Lahan dan Tanam Tumbuh
b)
2. Rencana Pemanfaatan Tenaga Kerja
Tahap Konstruksi
a)
Mobilisasi dan Demobilisasi Peralatan, Material dan Tenaga Kerja
b)
Pembukaan dan Pematangan Lahan
c)
Kegiatan Konstruksi Manifold Station (MS) dan Block Station (BS) (atau Fasilitas
Pemrosesan Gas (GPF)
d)
Kegiatan Pemasangan Pipa Penyalur Gas
e)
Kegiatan Konstruksi Kompleks Kilang LNG
 Tahap Operasi a) Penerimaan Tenaga Kerja b) Pemboran Sumur Pengembangan c) Operasi Produksi di BS
Tahap Operasi
a)
Penerimaan Tenaga Kerja
b)
Pemboran Sumur Pengembangan
c)
Operasi Produksi di BS atau GPF
Tahap Pasca Operasi
a)
Penutupan Sumur
b)
Penghentian Operasi Produksi Gas dan Kilang LNG
c)
Demobilisasi Peralatan
d)
Penglepasan Tenaga Kerja
Kegiatan-Kegiatan yang Ada Di Sekitar Rencana Lokasi Kegiatan dan Dampaknya Terhadap Lingkungan  Pertambangan Berbagai bahan
Kegiatan-Kegiatan yang Ada Di Sekitar
Rencana Lokasi Kegiatan dan Dampaknya
Terhadap Lingkungan
Pertambangan
Berbagai bahan pencemar dari kegiatan ini seperti emisi gas buang, limbah pemboran,
ceceran minyak dan oli dari aktivitas dermaga dan pemeliharaan fasilitas produksi akan
dapat menurunkan kualitas lingkungan
Perkebunan
Areal kerja perkebunan yang sebagian tanahnya akan terkena rencana pengembangan
Lapangan Gas Matindok
Pertanian
penggunaan kedua jenis bahan kimia tersebut tidak dibatasi, akan berdampak terhadap
produktivitas lahan dan tercemarnya lingkungan pertanian di daerah tersebut.
Suaka Margasatwa Bangkiriang
Jalur pipa akan melewati kawasan Suaka Margasatwa Bangkiriang (SMB)
LINGKUP RONA LINGKUNGAN HIDUP AWAL Iklim, Kualitas Udara dan Kebisingan – – Kualitas Udara, Kebisingan dan

LINGKUP RONA

LINGKUNGAN HIDUP AWAL

Iklim, Kualitas Udara dan Kebisingan

– – Kualitas Udara, Kebisingan dan Getaran Kebisingan Kondisi Geologi pada JalurPipa

Kondisi Geologi pada Rencana Lokasi Kilang Gempa dan Tsunami

– – Hidrologi, Kualitas dan Kuantitas Air

Kualitas Air Sungai Kondisi Hidro-Oseanografi

– Batimetri – Pasang surut Studi gelombang – – Arus – Sedimen Melayang dan Sedimen Pantai

Batimetri

Pasang surut

Studi gelombang

Arus Sedimen Melayang dan Sedimen Pantai dan banyak lain sebagainya

Prakiraan Besaran Dampak

Prakiraan Besaran Dampak

Prakiraan Besaran Dampak
besar
besar

Angka prakiraan besaran dampak yang akan diperoleh antara 1 s/d 4, dengan pengertian: +/-1 = dampak positif/negatif kecil +/-2 = dampak positif/negatif sedang +/-3 = dampak positif/negatif besar +/-4 = dampak positif/negatif sangat

Prakiraan Sifat Penting Dampak – Peraturan Pemerintah RI No. 27 Tahun 1999 tentang Analisis Mengenai Dampak
Prakiraan Sifat Penting
Dampak
– Peraturan Pemerintah RI No. 27 Tahun 1999 tentang Analisis Mengenai Dampak
Lingkungan
Dampak besar dan penting merupakan satu kesatuan makna “dampak penting”
– kriteria penentu dampak penting sesuai dengan Peraturan Pemerintah No. 27
tahun 1999 tentang Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL), yaitu:
a.
Jumlah manusia yang terkena dampak
b.
Luas wilayah persebaran dampak
c.
Intensitas dan lamanya dampak berlangsung
d.
Banyaknya komponen lain yang akan terkena dampa
e.
Sifat kumulatif dampak
f.
Berbalik atau tidak berbaliknya dampak
– 1) Untuk jumlah manusia yang terkena dampak Kriteria P apabila terdapat > 25% manusia tidak
1) Untuk jumlah manusia yang terkena dampak Kriteria P apabila terdapat > 25% manusia tidak mendapatkan
memanfaatkan hasil/manfaat dari proyek. Kriteria TP apabila tidak jumlah manusia terkena dampak <25% dari
manusia yang terkena dampak.
2) Luas wilayah persebaran dampak Kriteria P apabila luas dampak > 0,25 kali luas wilayah studi, karena
setidak-tidaknya di daerah tersebut dalam luasan 0,25 dari luas wilayah studi pemanfaatan ruang cukup
beragam sehingga tingkat kepentingannya tinggi, sehingga dampaknya sudah dianggap penting. Kriteria
TPapabila luas dampak < 0,25 kali luas wilayah studi.
3) Intensitas dan lamanya dampak berlangsung Kriteria P apabila intensitasnya sama atau lebih besar daripada
ambang batas baku mutu, dan atau dampak berlangsung tidak hanya sesaat. Kriteria TP apabila intensitasnya
rendah (dibawah ambang batas baku mutu dan dampaknya berlangsung hanya sesaat).
4) Banyaknya komponen lain yang akan terkena dampak Kriteria P apabila ada komponen lain yang terkena
dampak. Kriteria TP apabila tidak ada komponen lain yang terkena dampak.
5) Sifat kumulatif dampak Kriteria P apabila dampak akan terakumulasi. Kriteria TP apabila dampak tidak akan
terakumulasi.
– 6) Berbalik atau tidak berbaliknya dampak Kriteria P apabila dampak tidak berbalik. Kriteria TP apabila
dampak berbalik.
Selesai …
Selesai …
Selesai …
Selesai …

Selesai

Selesai …
Selesai …