Vous êtes sur la page 1sur 8

RISMA AYU PUSPITA

(125050082)
 Evaluasi non tes
 Nama skala ini diambil dari nama Rensis Likert
 Skala Likert merupakan alat untuk mengukur
(mengumpulkan data dengan cara “mengukur-
menimbang”) yang “itemnya” (butir-butir
pertanyaannya) berisikan (memuat) pilihan yang
berjenjang.
 Paling banyak digunakan dalam riset berupa survey.
 Juga digunakan untuk mengukur persepsi, sikap atau
pendapat seseorang atau kelompok mengenai
peristiwa atau fenomena sosial
1) STS (Sangat Tidak Setuju)
2) TS (Tidak Setuju)
3) N (Netral)
4) S (Setuju)
5) SS (Sangat Setuju)
 Pernyataan yang bersifat positif (favorable)
 Pernyataan yang bersifat negatif (unfavorable)

ANALISIS ANGKET SKALA


LIKERT
 Frekuensi (proporsi)
 Terbanyak (mode)
N Pernyataan Penilaian
o STS TS N S SS
1 Sikap serta penampilan guru matematika kami,
membuat saya gugup dan bekerja tergesa-gesa.

2 Guru matematika kami bersikap sabar, ramah,


terbuka dan menarik.
3 Cara mengajar guru matematika kami,
meningkatkan minat dan kepercayaan diri saya
serta mendorong dan mempermudah saya
belajar.
4 Dalam mengajar guru matematika kami tampak
bersemangat dan penuh percaya diri.
5 Baik dalam penilaian maupun pemberian tugas
bidang studi matematika, saya diperlakukan
kurang adil.
 Jumlahkan semua skor
Rumus = T x Pn
T = total jumlah pemilih
Pn = Pilihan angka skor likert
 Menentukan interval dan interpretasi persen

I=
 Menghitung interpretasi skor perhitungan

Tentukan y dan x terlebih dahulu, dengan


Y = skor tertinggi x jumlah pemilih
X = skor terendah x jumlah pemilih
Rumus Indeks % =
 Karena ukuran yang digunakan adalah ukuran
ordinal (menunjukkan tingkatan), skala Likert
hanya dapat mengurutkan individu dalam
skala, tetapi tidak dapat membandingkan
berapa kali satu individu lebih baik dari
individu yang lain
 Kadangkala total skor dari individu tidak
memberikan arti yang jelas, karena banyak
pola respons terhadap beberapa item akan
memberikan skor yang sama