Vous êtes sur la page 1sur 11

Pencegahan Mual dan Muntah

pada Operasi Sectio Caesarea


dengan Anastesi Regional

Luthfi aulia – I4A013046


dr. Iwan Nuryawan, Sp.An Msi.Med
Pendahuluan
Latar belakang
Mual dan muntah pasca
operasi(PONV)
adalah masalah klinis yang
masih sering terjadi pada
pasien yang menjalani operasi

sekitar 7% dari semua


prosedur bedah di seluruh
dunia adalah seksio sesarea
(SC)

menyebabkan efek samping


seperti aspirasi isi lambung,
peningkatan nyeri intra dan
pasca operasi dan bahkan
perdarahan atau trauma bedah.
Risiko PONV dan IONV

IONV selama SC di
bawah SPA hingga 80%.
SC harus berpuasa
selama berjam-jam.

• Wanita
• Bukan perokok
• Penggunaan opioid
• Motion sick
Mekanisme PONV dan IONV
SPA tidak hanya memblokir rasa sakit tetapi juga
menyebabkan vasodilatasi. Kehilangan darah
saat SC semakin menyebabkan hipotensi.

• Hipotensi  berkurangnya perfusi otak 


Iskemia mengaktifkan pusat muntah
• manipulasi uterus dan peritoneum  aktifkan
aferen vagal afferences
• Obat-obatan uterotonika dan opioid
Literatur
Hipotensi
efedrin, phenylephrine atau Akrinor®
(cafedrine / theodrenaline) serta
preloading dengan kristaloid atau koloid
harus digunakan untuk meminimalkan
risiko hipotensi.

Posisi optimal untuk mengatasi


aortocaval compression syndrome, meng
gunakan lateral tilt dari meja operasi atau
15 ° di bawah pinggul kanan wanita,
Pencegahan aspirasi
mengurangi volume pengisian
lambung, dan menetralkan asam
lambung.

Penggunaan obat prokinetik dan


antacid dan H2 blocker
Propilaksis PONV direct
antihistamin seperti dimenhidrinat,
antagonis serotonin (misalnya
ondansetron), antagonis dopamine
(metoclopramide) & kortikosteroid
(dexamethasone).
Kesimpulan
1. profilaksis aspirasi yang memadai dengan
antagonis histamine
2. infus larutan kristaloid atau koloid yang cukup
sebelum SPA  dikoreksi dengan obat
antihipotensi
3. antihistamin dimenhidrinat, antagonis serotonin
(misalnya ondansetron), antagonis dopamin
(metoclopramide) dan kortikosteroid
(dexamethasone).
Terimakasih