Vous êtes sur la page 1sur 20

Penatalaksanaan ADHD

pada anak-anak

Feby Sondang Junita Siburian


(102013152)
Skenario 2

Seorang anak laki-laki berusia 9 tahun datang ke Poli


Psikiatri Anak dan Remaja dengan keluhan mendapat
surat teguran dari wali kelasnya karena selalu membuat
onar dikelas/ tidak bisa diam di kelas.
Rumusan Masalah
Skenario 2
Anak Laki-laki 9 tahun dengan keluhan
utama selalu membuat onar, tidak bisa
diam di kelas, mengganggu teman
sekitarnya dan tidak fokus
Pertumbuhan & Perkembangan

 Tumbuh : Pertambahan massa dan jumlah sel dalam tubuh manusia


 Berkembang : Maturity / tingkat intelektual , kedewasaan manusia
Perkembangan Anak

 Faktor Biologis
 Faktor Kognitif
 Faktor Sosial
 Faktor Lingkungan
Faktor Biologis

 3 kebutuhan dasar :
 Kebutuhan dasar fisik-biomedis (ASUH)
 Kebutuhan emosi/kasih sayang (ASIH)
 Kebutuhan akan stimulasi mental (ASAH)
Faktor Kognitif

Perkembangan kognitif anak


meliputi perkembangan bahasa,
proses berpikir dan kemampuan
intelektual/intelegentif lainnya
Faktor Sosial

5 masa yang berhubungan dengan usia anak:


a. Percaya vs tidak percaya (0-1 tahun) : saat untuk mendapatkan dan mengambil
apapun melaui semua indera. Rasa tidak percaya terjadi jika pengalaman yang
meningkatkan tidak terpenuhnya rasa percaya atau jika kebutuhan dasar tidak
dipenuhi secara konsisten atau adekuat.
b. Autonomi vs malu-malu dan ragu-ragu (1-3 tahun) : menggunakan keterampilan
motorik yang baru mereka peroleh seperti berjalan, memanjat, dan memanipulasi,
serta menggunakan kekuatan mental mereka dalam memilih dan membuat
keputusan. Perasaan negatif seperti ragu dan malu muncul ketika anak-anak
diremehkan, ketika pilihan-pilihan mereka membahayakan.
c. Inisiatif vs rasa bersalah (3-6 tahun) : anak mengeksplor semua pengetahuan yang
ada di dalam pikirannya. Jika apa yang dilakukan anak tersebut bertentangan
dengan yang diinginkan orangtua maka, anak akan merasa bersalah.
d. Industri vs inferioritas (6-12 tahun) : Anak-anak belajar berkompetisi dan bekerja
sama dengan orang lain, dan mereka juga mempelajari aturan-aturan.
e. Identitas vs kebingungan (12-18 tahun) : belajar untuk menerima perubahan
fisiknya.
Faktor Lingkungan

Salah satu bagian perkembangan masa remaja


yang tersulit adalah penyesuaian terhadap
lingkungan sosial. Remaja harus menyesuaikan diri
dengan lawan jenis dalam hubungan interpersonal
yang awalnya belum pernah ada, juga harus
menyesuaikan diri dengan orang dewasa di luar
lingkungan keluarga dan sekolah.
ADHD (Attention Deficiency
Hyperactive Disorder)

ADHD adalah gangguan perkembangan dalam


peningkatan aktivitas motorik pada kebanyakan
anak-anak dan seringkali berlanjut sampai
dewasa.
Ada dua aspek utama dalam ADHD :
- kesulitan untuk memusatkan perhatian dan
kebiasaan hiperaktif (perilaku yang tidak bisa
diam)
- impulsif (kesulitan untuk menunda respon /
dorongan untuk melakukan / mengatakan
sesuatu dengan tidak sabar).
Tanda dan gejala

 Sering gagal dalam memberikan perhatian pada hal-hal yang detil


ataupun ketidakpedulian jika berbuat kesalahan dalam berbagai aktivitas.
 Sering memiliki masalah dalam mempertahankan perhatian pada
pekerjaan atau ketika bermain.
 Tidak mendengarkan ketika berbicara secara langsung.
 Susah mengikuti petunjuk yang diberikan dan sering gagal dalam
menyelesaikan tugas sekolah ataupun tugas-tugas lainnya.
 Sering gagal dalam hal pengaturan tugas maupun aktifitas lainnya.
 Menghindari atau tidak menyukai tugas-tugas yang membutuhkan upaya
mental secara terus menerus seperti halnya tugas sekolah maupun
pekerjaan rumah.
 Sering kehilangan sesuatu yang sedang dikerjakan, seperti buku, pensil,
mainan, ataupun peralatan lainnya.
 Mudah bingung.
 Sering lupa.
Tanda dan gejala hiperakrif dan
impulsif

 Sering gelisah.
 Sering meninggalkan kursi di kelas atau pada situasi lain yang
mengharapkan ia untuk duduk.
 Sering berlari atau memanjat, bertingkah secara berlebihan,
atau jika ia remaja akan merasa gelisah secara berkelanjutan.
 Sulit untuk bermain dengan tenang.
 Selalu merasa harus pergi.
 Berbicara secara berlebihan.
 Menjawab secara berlebihan sebelum pertanyaan yang
diberikan selesai dikatakan.
 Sulit untuk menunggu giliran.
 Sering mengganggu orang lain dalam pembicaraan atau
permainan.
Penyebab ADHD pada Anak

Berubahnya fungsi dan anatomi otak


- Keturunan
- Ibu yang merokok, penggunaan obat-obatan dan zat
beracun lainnya.
- Anak-anak yang terkena racun lingkungan.
Anak-anak pra sekolah yang terkena racun tertentu
memiliki peningkatan risiko terkena ADHD.
Pemeriksaan

1.Tes neurologist (misalnya EEG, CT scan) menentukan adanya


gangguan otak organic
2.Tes psikologis sesuai indikasi : menyingkirkan adanya gangguan a
nsietas, mengidentifsi bawaan, retardasi borderline atau anak tidak
mampu belajar dan mengkaji responsivitas sosial dan
perkembangan bahasa
3.Pemeriksaan diagnostic individual bergantung pada adanya gej
ala fisik (misalnya ruam, penyakit saluran pernapasan atas, atau gej
ala alergi lain,infeksi SSP)
Pencegahan

 Saat hamil, hindari segala sesuatu yang dapat membahayakan perkembangan


janin. Jangan minum minuman beralkohol, merokok atau menggunakan obat-
obatan.
 Lindungi anak-anak anda dari polutan dan racun, termasuk asap rokok, kimia
industri dan pertanian, dan kimia cat (pada beberapa gedung tua).
 Selalu konsisten, buat batasan dan konsekuensinya secara jelas dari kebiasaan
yang ditanamkan pada anak anda.
 Ambil rutinitas kebersamaan anda dengan anak anda dengan ekspektasi yang
jelas termasuk halnya waktu tidur, pada pagi hari, saat makan, saat memberikan
tugas-tugas yang sederhana, dan saat untuk menonton.
 Hindari hal lain yang anda kerjakan ketika berbicara dengan anak anda, buat
kontak mata ketika memberikan petunjuk, dan puji anak anda setiap waktu
setiap hari.
 Berkerjasama dengan guru dan pengasuh untuk mengidentifikasi masalah sejak
dini. Jika anak anda mengalami ADHD atau kondisi lain yang mengganggu
belajarnya dan interaksi sosialnya, penanganan secara dini dapat menurunkan
dampak dari kondisi tersebut.
Penatalaksanaan

 Multidisiplin jangka panjang → memerlukan


evaluasi berulang→ menilai ada tidak nya masalah baru.
 Terapi psikiatrik
Farmakologi

 Methylphenidate merupakan obat yang paling banyak


diteliti dan paling baik untuk mengurangi hiperaktivitas.
Dosis methylphenidate adalah 0,3-0,7 mg/kg per dosis,
dibulatkan menjadi 2,5 atau 5 mg terdekat.
 Stirnulan dengan masa kerja panjang digunakari bila
gejala sering muncul di malam hari atau sore hari. Yang
banyak digunakan adalah Ritalin-SR (sustained
release), Dexedrine Spansule(dextroamphetamine),
Cylert(pemoline), Adderall (campuran garam
amphetamine), Desoxyn Gradumet (methamphetamine).
 Pengobatan dimulai dengan dosis kecil dan di titrasi tiap
minggu tergantung respons dan efek samping.
Pengobatan setelah makan mengurangi anoreksia. Pasien
tanpa hiperaktivitas sudah bereaksi terhadap dosis rendah.
Frekuensi pemberian tergantung keadaan.
Komplikasi

 Pencapaian akademik kurang, gagal disekolah, sulit membaca dan


mengerjakanaritmatika (sering kali akibat abnormalitas konsentrasi )
 Hubungan dengan teman sebaya buruk ( sering kali perilaku agresif dan
kata-kata yang diungkapkan )
 IQ rendah / kesulitan belajar ( anak tidak duduk tenang dan belajar )
 Percaya diri rendah dan penolakan teman-teman sebaya ( perilakunya
membuat anak-anak lainnya marah )
Prognosis

 Sebanyak 30-80% kasus tetap menunjukkan gejala ADHD


pada masa adolesen dan sebanyak 65% kasus sampai
dewasa.
 Penderita ADHD dilaporkan mempunyai kecenderungan
mencoba narkotika dan mengalami adiksi pada masa
adolesen.
 Kasus-kasus yang memperlihatkan tingkah laku agresif
terhadap orang dewasa, IQ yang rendah, hubungan dengan
kawan yang buruk, dan menetapnya gejala ADHD
mempunyai prognosis yang kurang baik.
Kesimpulan

Anak 9 tahun ini mengalami gangguan ADHD


dimana terjadi perubahan mood, dan gangguan
dalam sekolahnya akibat defisiensi serotonin.
Dapat diterapi melalui farmakoterapi atau
psikoterapi.