Vous êtes sur la page 1sur 23

MUSIK KERJA

MUSIK
• Musik adalah bunyi-bunyian yang teralun
dengan harmoni tertentu. Hanya dalam
harmonilah musik dapat dinikmati, tanpa
harmoni musik akan menjadi bunyi yang
menyakitkan telinga dan menggelisahkan
jiwa ( Esti Endah, 2008).
Musik dapat masuk melalui telinga

kemudian menggetarkan gendang telinga

mengguncang cairan di telinga dalam serta


menggetarkan sel-sel rambut di dalam Koklea

selanjutnya melalui saraf Koklearis menuju ke otak


Corpus Callosum
Hubungan musik dan produksi hormon

• Mary Griffith, seorang ahli fisiologi,


mengemukakan bahwa hipotalamus
mengontrol berbagai fungsi saraf otonom

• Adanya peningkatan Luteinizing Hormone


(LH) pada saat mendengarkan musik. LH
adalah suatu hormon sex yang
merangsang pematangan sel telur pada
wanita (Sondang,2006).
Hormon serotonin adalah kimia otak yang
berbentuk seperti benang dan berasal dari inti
sel raphe yang terletak pada dasar otak

Fungsinya adalah mengirim signal empati,


kebahagiaan, dan rasa gembira bahkan rasa
kenikmatan dan syahdu (Sutja, 2009)
PENGARUH JENIS MUSIK TERHADAP DENYUT
JANTUNG

• peningkatan denyut nadi sebesar 7-12


denyut per menit
• tekanan darahpun dapat meningkat oleh
adanya adrenalin
Manfaat musik
• Musik dipercaya memiliki banyak keuntungan khususnya
pada pengembangan intelektualitas, motorik, dan
kemampuan serta keterampilan sosial (Djohan, 2005).

• Roger Sperry dalam fauzi, 2008 penemu teori Neuron


mengatakan bahwa neuron baru akan menjadi sirkuit
jika ada rangsangan musik sehingga neuron yang
terpisah-pisah itu bertautan dan mengintegrasikan diri
dalam sirkuit otak, sehingga terjadi perpautan antara
neuron otak kanan dan otak kiri.
beberapa alasan mengapa musik dijadikan
sebagai terapi adalah :

1. Sebagai audionalgesik atau penenang


2. Sebagai fokus perhatian dan atau mengatur latihan
3. Memprakarsai dan meningkatkan hubungan terapis/pasien/dan
keluarga
4. Memperkuat proses belajar
5. Sebagai stimulator auditori/pengaruh arus balik atau
menghilangkan kebisingan
6. Mengatur kegembiraan dan interaksi personal yang positif
7. Sebagai penguat atau penata untuk kesehatan dalam hal
keterampilan fisiologis, emosi dan gaya hidup
8. Mereduksi stress pada pikiran dan kesehatan tubuh
Hubungan Musik Pengiring Kerja
Dengan Produktifitas
• Fox (1983) membagi musik kerja menjadi dua tipe yaitu, musik
latar dan musik ditempat kerja.
• Musik latar merupakan musik yang dipasang terus menerus
sepanjang hari, dan digunakan untuk membuat pembeli merasa
nyaman berada diruangan tersebut.
• musik kerja adalah musik yang dipasang tidak setiap hari, dalam
satu hari hanya dipasang pada waktu tertentu saja. Sebab jika
dipasang sepanjang hari dapat menurunkan nilai manfaat dari
musik itu sendiri.
 Efek musik pada otak berupa rangsangan pada
saraf
 dimana saraf yang menerima perintah tidak
hanya mengantarkan perintah tentang kerja
tetapi juga memberikan suatu rangsangan ke
suatu bagian di otak yang di kenal Reticular
Activating System
 RAS untuk menetukan seberapa besar
perhatian, daya tanggap atau kesigapan saraf
yang membawa perintah tersebut.
I can’t live without music
• Bekerja´ dan ‘mendengarkan musik’ seolah dua
aktifitas yang bertolak belakang. Bekerja identik
dengan aktifitas yang membutuhkan konsentrasi dan
dekat dengan formalitas sementara mendengarkan
musik seringkali dikaitkan dengan kegiatan mencari
hiburan atau kesenangan

• Sebuah penelitian menyebutkan bahwa karyawan


yang menggunakan earphone untuk mendengarkan
musik saat bekerja cenderung menunjukkan
peningkatan kinerja dibandingkan yang tidak
mendengarkan. => pemasangan background music di
tempat kerja sebuah pabrik.
Beberapa hal yang harus dipertimbangkan dalam
penyajian musik di tempat kerja:
• Jenis musik.
• Tempat kerja.
• Jenis kepribadian, Suasana yang tenang dan damai
adalah kondisi ideal bagi mereka untuk bekerja.
• Urutan pemutaran lagu:
• a. Untuk pagi sampai menjelang siang hari, saat
kondisi tubuh masih fresh dan semangat kerja masih
tinggi, lagu-lagu klasik dan jazz ringan tepat untuk
diputarkan. Karena di saat seperti ini kinerja dan
vitalitas yang mantap sangat diperlukan sehingga
dibutuhkan lagu-lagu yang dapat menstimulasi tubuh
dan pikiran. Lagu-lagu pop romantis biasanya
memenuhi kriteria ini.
The Music
• b. Setelah makan siang, putarkan lagu dengan tempo
yang lebih lambat dari lagu pada poin pertama di
atas. Sebab saat itu tubuh tidak se-fit saat pagi hari,
jadi butuh relaksasi sebentar.
• c. Jangan terlalu lama memutarkan lagu bertempo
lambat karena bisa-bisa karyawan menjadi
mengantuk. Segera boost up semangat mereka
dengan lagu-lagu bertempo cepat.
• d. Menjelang jam pulang kantor, saat beban
pekerjaan sudah mulai berkurang, kembalikan tempo
musik seperti pada poin 1 dan 2 agar mereka menjadi
tenang dan rileks.
Musik Kerja
• Pemutaran musik di tempat kerja perlu utk
pekerjaan yg sifatnya monoton dan pekerjaan
tangan (manual work) yg berulang serta
pekerjaan lain yg sedikit memerlukan
aktifitas mental
• Bilamana intensitas kebisingan di tmp kerja
cukup tinggi, maka pemutaran musik tsb tdk
dianjurkan krn tdk berguna
• Musik yg keras hendaknya tdk diputar di tmp
kerja dimana sdg dilakukan pekerjaan yg
memerlukan aktifitas mental (konsentrasi) yg
tinggi
• Pemutaran musik yg keras dan secara terus-
menerus di tempat kerja sangat tdk dianjurkan
• Pada permulaan dan akhir kerja, disarankan
agar memutar musik yg membangkitkan
semangat pekerja. Musik yg ringan dpt diputar
pd wkt kerja yaitu 4 kali selama 30 menit
• Irama musik yg dianjurkan tdk terlalu cepat atau
terlalu lambat. Tempo atau irama yg terlalu
lambat akan menyebbakan ras kantuk,
sedangkan irama yg terlalu cepat menyebabkan
rangsangan gerakan
• Pd wkt kerja, jenis musik yg diputar sebaiknya
bersifat instrumentalia.
AWAL KERJA

LAGU SEMANGAT
(MARS) ¼ JAM INSTRUMENTALIA
30 MENIT

INSTRUMENTALIA
30 MENIT

INSTRUMENTALIA
30 MENIT

INSTRUMENTALIA
30 MENIT

LAGU SEMANGAT
AKHIR KERJA (MARS) ¼ JAM
pekerja di bagian pelinting rokok,
di Pabrik Rokok Madiun
Hubungan musik dgn suhu kulit
• jenis musik hingar-bingar dapat menyebabkan kita
stress, sedangkan musik lembut memiliki efek
menenangkan
• suhu kulit lebih rendah dari pada suhu basal (suhu
normal individu tersebut tanpa musik).
• musik lembut diperdengarkan, suhu kulit meninggi dari
biasanya.
• Pada kondisi stress, adrenalin banyak dikeluarkan dan
pembuluh darah kulit menyempit, sehingga suhu kulit
menurun.