Vous êtes sur la page 1sur 12

OBAT ANTI JAMUR

Oleh
Nurliyasman, S.Si, Apt, MPH
Anti Jamur (Anti Mikotik)
Obat yang digunakan untuk
mengobati infeksi jamur.

Infeksi Jamur

Infeksi jamur Infeksi jamur


Superfisial pada kulit Sistemik pada
& selaput lendir Paru & SSP
Pengelompokan anti jamur

Imidazol
Polien

Anti
Jamur

Anti
Topikal metabolit
Polien

1. Amfoterisin B
digunakan utk histoplasmosis,
kriptokokokis, koksidiodomikosis,
aspergilosis, blastomikosis,
kandidiasis (infeksi sistemik)

Amfoterisin B tdk diabsorpsi melalui GI,


oleh krn itu diberikan sec i.v dalam
dosis rendah utk mengobati infeksi
jamur sistemik.
Efek samping dan reaksi yg merugikan

Kulit kemerahan, demam, menggigil, mual,


muntah, hipotensi, parestesi dan
tromboflebitis.

Amfoterisin B sangat toksik dapat


menyebabkan nefrotoksisitas dan ketidak
seimbangan elektrolit, khususnya
hipokalemia dan hipomagnesia.
2. Nistatin
Untuk mengobati infeksi kandida,
dpt diberikan secara oral atau
topikal.

Juga tersedia dlm btk suspensi,


krim, salep dan tablet vagina.

Absorbsi sgt buruk oleh GIT, ttp btk


tablet oralnya dipakai utk
kandidiasis intestinal.
Penggunaan lebih sering adalah
suspensi oral utk infeksi kandida di
dalam mulut.

Nistatin diekskresi tanpa mengalami


perubahan ke dalam feses.

Mekanisme Kerja
Nistatin meningkatkan permeabilitas
ddg sel jamur, shg jamur mjd tdk
stabil dan mengeluarkan isinya.
Khasiatnya sbg fungistatik juga
fungisidal dg mula kerja 24 jam atau
lebih.
Imidazol
Kelompok ini efektif utk melawan kandidiasis
(superfisial & sistemik).
1. Ketokonazol
Obat anti jamur pertama yg efektif dan
diserap melalui oral.
2. Kotrimazol
3. Butokonazol Topikal
4. Ekonazol

5. Mikonazol dipakai i.v dan topikal


yg topikal sering utk vaginitis
i.v utk mengobati infeksi kandung kemih dan
meningitis.
Ketokonazol
Digunakan utk infeksi jamur candida,
coccidioides immitis, cryptococcus
neoformans, H capsulatum, B
dermatitidis, aspergillus &
sporotrixh spp.

Setelah pemberian oral ketokonazol


ditemukan dlm urin, kelenjar
Anti Metabolit
1. Flusitosin
baik diabsorbsi GI, dipakai dlm
btk kombinasi dgn anti jamur lain
(Amfoterisin B).
Efektif utk mengobati kriptokokosis,
kandidosis, kromimikosis,
torulosis & aspergilosis.
Infeksi sal kemih bag.bawah oleh
kandida yg sensitif dpt diobati
dgn flusitosin saja, krn kadar
obat ini dlm urin sgt tinggi.
Efek non terapi
Flusitosin kurang toksik dibanding
Amfoterisin B, namun dpt terjadi
anemia, leukoponia dan
trombositopenia terutama pada
penderita yg menderita kelainan
hematologik, yg sedang mendapat
pengobatan radiasi atau obat yg
menekan fungsi tulang.

Indikasi
Flusitosin digunakan utk infeksi jamur
sistemik & dpt diberikan secara oral.
Utk meningitis cryptococcus sbg
obat pilihan adalah : kombinasi 100
– 500 mg/kgBB/hari flusitosin dgn
0,3 mg/kgBB/hari Amfoterisin B.

Flusitosin tersedia dlm btk kapsul


250-500 mg. Dosis biasa 50 – 150
mg/kgBB sehari dibagi dlm 4 dosis.
Harus disesuaikan pd pasien
insufisiensi ginjal.