Vous êtes sur la page 1sur 24

ILEUS OBSTRUKTIF

WULIDAH ULFA
H1AP10056
PEMBIMBING : DR. YANWAR HASYIM, SP.B
PENDAHULUAN
• Ileus obstruksi adalah gangguan pasase isi usus yang merupakan tanda
adanya obstruksi usus akut yang segera memerlukan pertolongan atau
tindakan. 1
• Obstruksi intestinal merupakan kegawatan dalam bedah abdominalis yang
sering dijumpai dan merupakan 60% - 70% dari seluruh kasus gawat
abdomen. perforasi saluran cerna atau perdarahan.2
• Setiap tahunnya 1 dari 1000 penduduk dari segala usia didiagnosa ileus
obstruktif. Di Amerika diperkirakan sekitar 300.000-400.000 menderita ileus
setiap tahunnya. 2
• Di Indonesia tercatat ada 7.059 kasus ileus paralitik dan obstruktif tanpa
hernia yang dirawat inap dan 7.024 pasien rawat jalan2
ANATOMI
Usus halus

Usus halus berbentuk tubuler, dengan panjang 6 meter pada


orang dewasa, yang terbagi atas duodenum, jejunum, dan ileum.
Duodenum merupakan segmen yang paling proksimal, terletak
retroperitoneal berbatasan dengan kaput dan batas inferior dari
korpus pancreas. Jejunum dan ileum terletak di intraperitoneal dan
bertambat ke retroperitoneal melalui mesenterium.
GAMBAR ANATOMI USUS HALUS

Gambar anatomi usus halus


Usus Besar

Usus besar terdapat diantara anus dan ujung terminal


ileum, dimulai dair ileocecal ke anus dan rata-rata
panjangnya 1,5m dan lebarnya 5-6cm. Usus besar terdiri
atas segmen awal (sekum), dan kolon asendens,
tranversum, desenden, sigmoid, rectum, dan anus.
Gambar anatomi usus besar
SUPLAI VASKULER

Usus halus
Usus halus diperdarahi oleh arteri mesenterika superior yang
merupakan cabang dari aorta tepat dibawah arteri soelika. Arteri ini
memperdarahi seluruh usus halus kecuali duodenum yang sebagian
atasnya diperdarahi oleh arteri pankreotikoduodenalis superior, suatu
cabang dari arteri gastroduodenalis. Sedangkan separuh bawah
duodenum diperdarahi oleh arteri pankreotikoduodenalis inferior,
suatu cabang cabang arteri mesenterika superior.
Bagian ileum yang terbawah juga diperdarahi oleh arteri ileocolica.
Darah dikembalikan lewat vena mesentericus superior yang menyatu
dengan vena lienalis membentuk vena porta.
Usus besar
Pada usus besar ateri mesenterika superior memperdarahi belahan
bagian kanan (sekum, kolon ascenden, deua pertiga proksimal kolon
tranversum) dan arteri mesenterika inferior memperdarahi bagian kiri
(sepertiga distal kolon tranversum, kolon desenden, dan sigmoid, dan
bagian proksimal rectum).
PEMBULUH LIMFE

 Pembuluh limfe duodenum mengikuti arteri dan mengalirkan cairan limfe;

• ke atas melalui nodi lymphatici pancreoticoduodenalis ke nodi lympahatici


gastroduodenalis dan kemudian ke nodi limpatici coeliacus

• Ke bawah melalui nodi lymphatici pancreoticoduodenalis ke nodi lymphatici


mesenteries superior sekitar pangkal aterteri mesenterika superior.

 Pembuluh limfe jejunum dan ileum berjalan melalui banyak nodi lymphatici
mesentricus mencapai nodi lymphatici mesentericus superior
 Pembuluh limfe sekum berjalan melewati banyak nodi lymphatici
mesentericus dan akhirnya mencapai nodi lymphatici mesenterikus
superior. Pembuluh limfe untuk kolon mengalirkan cairan limfe ke
kelenjar limfe yang terletak di sepanjang perjalanan vena kolika.

 Untuk kolon ascendens dan dua pertiga dari kolon tranversum cairan
limfenya akan masuk ke nodi limphatici mesenterikus superior,
sedangkan yang berasal dari sepertiga distal kolon tranversum dan kolon
desenden akan masuk ke nodi limphatici mesenterikus inferior.
PERSARAFAN

• Saraf-saraf duodenum berasl dari saraf simpatis dan parasimpatis


(vagus) dari pleksus mesenterikus superior dan pleksus coelicus.

• Saraf untuk jejunum dan ileum berasal dari saraf simpatis dan
parasimpatis (nervus vagus) dari pleksus mesenterikus superior.

Rangsangan parasimpatis merangsang aktivitas sekresi dan pergerakan,


sedangkan rangsang simpatis menghambat nyeri, sedangkan serabut-
serabut parasimpatis mengatur refleks usus
Persarafan usus besar dilakukan oleh system saraf otonom dengan
pengecualian pada sfingter eksterna yang berada di bawah control
volunteer.

• Sekum, appendiks dan kolon ascendens dipersarafi oleh serabut


saraf simpatis dan parasimpatis nervus vagus dari pleksus saraf
mesenterika superior

• Pada kolon tranversum dipersarafi oleh saraf simpatis nervus vagus


dan saraf parasimpatis nervus pelvikus.
• Pada kolon desenden dipersarafi serabut-serabut simpatis dari
pleksus saraf mesenterikus inferior dan saraf parasimpatis sekresi
dan kontraksi, serta perangsangan sfingter rectum, sedangkan
perangsangan parasimpatis mempunyai efek berlawanan
ILEUS OBSTRUKTIF

 Defenisi

Ileus obstruktif merupakan penyumbatan intestinal mekanik yang


terjadi karena adanya daya mekanik yang bekerja atau mempengaruhi
dinding usus sehingga menyebabkan penyempitan/penyumbatan
lumen usus. Hal tersebut menyebabkan pasase lumen usus terganggu.
Epidemiologi
Perlekatan usus sebagai penyebab dari Ileus saat ini menempati
urutan pertama. Sekitar 50% penyebab dari Ileus adalah perlekatan
kemudian diikuti Hernia 33,3%, keganasan 15%, Volvulus 1,7%. Ileus
obstruktif sering dijumpai dan merupakan penyebab terbesar
pembedahan pada akut abdomen.
Etiologi
• Adhesi (perlekatan usus halus) merupakan penyebab tersering ileus
obstruktif, sekitar 50-70% dari semua kasus

• Hernia inkarserata eksternal (inguinal, femoral, umbilikal, insisional,


atau parastomal) merupakan yang terbanyak kedua sebagai
penyebab ileus obstruktif

• Neoplasma

• Penekanan eksternal oleh tumor, abses, hematoma, intususepsi,


atau penumpukan cairan.
• Intususepsi usus halus

• Penyakit Crohn

• Volvulus

• Divertikulum Meckel

• Batu empedu yang masuk ke ileus

• Striktur sekunder