Vous êtes sur la page 1sur 16

Assalamualaikum wr.

wb
Kelompok 6
infertilitas
Definisi
infertilitas
suatu kondisi dimana pasangan suami istri belum mampu
memiliki anak walaupun telah melakukan hubungan seksual
sebanyak 2-3 kali seminggu dalam kurun waktu 1 tahun
dengan tanpa menggunakan alat kontrasepsi jenis apapun
(Djuwantoro,2008).
etiologi
1.Perempuan
a. Faktor penyakit :
. Endometriosis : dimana endometrium tidak berada di
tempat . (Ida A C M, 2010).
. Kista adalah suatu kantong tertutup yang dilapisi oleh
selaput (membran) yang tumbuhtidak normal di
rongga maupun struktur tubuh manusia .
(Ida A C M, 2010).
. Saluran telur yang tersumbat menyebabkan sperma
tidak bisa bertemu dengan sel telur sehingga
pembuahan tidak terjadi alias tidak terjadi
kehamilan. (Ida A C M, 2010).
cont
b. Faktor fungsional
Gangguan system hormonal wanita dan dapat di sertai
kelainan bawaan(immunologis)Apabila embrio memiliki antigen yang
berbeda dari ibu, maka tubuh ibu memberikanreaksi sebagai respon
terhadap benda asing. Reaksi ini dapat menyebabkan abortusspontan
pada wanita hamil. (Manuaba, 2009).
Gangguan pada pelepasan sel telur (ovulasi).Ovulasi atau
proses pengeluaran sel telur dari ovarium terganggu jika terjadi
gangguan hormonal. Salah satunya adalah polikistik. Gangguan ini
diketahui sebagai salah satu penyebab utama kegagalan proses ovulasi
yang normal. . (Manuaba, 2009).
Gangguan implantasi hasil konsepsi dalam Rahim.Setelah sel
telur dibuahi olehsperma dan seterusnya berkembang menjadi embrio,
selanjutnya terjadi proses nidasi(penempelan) pada endometrium,
karena kadar hormon progesteron rendah, cenderung mengalami
gangguan pembuahan. . (Manuaba, 2009).
Cont
2.Laki laki
a.Kelainan pada alat kelamin :

 Hipospadia yaitu muara saluran kencing letaknya abnormal, antara


lain pada permukaan testis.
 Ejakulasi retrograd yaitu ejakulasi dimana air mani masuk kedalam
kandung kemih. (Wiknjosastro, Hanifa, 2005).
 Testis tidak turun dapat terjadi karena testis atrofi sehingga tidak
turun. (Wiknjosastro, Hanifa, 2005)
cont
b .Kegagalan fungsional
 Kemampuan ereksi kurang.
 Kelainan pembentukan spermatozoa
 Gangguan pada sperma

3. Penyebab pada suami dan istri


Faktor psikologis antara kedua pasangan (suami dan istri). .
(Manuaba, 2009).
 Masalah tertekan karena sosial ekonomi belum stabil
 Masalah dalam pendidikan
 Emosi karena didahului orang lain hamil
Cont
4. Faktor lain

.Peningkatan Usia
. Berat Badan
. Stress
. Infeksi Organ Reproduksi
. Penyakit menular seksual
. Suhu testis yang terlampau panas
.Alkohol dan Merokok
Klasifikasi Infertilitas

 Infertilitas primer yaitu jika perempuan belum berhasil


hamil walaupun bersenggamateratur dan dihadapkan
kepada kemungkinan kehamilan selama 12 bulan
berturut-turut. (Ida A C M, 2010).
 Infertilitas sekunder yaitu Disebut infertilitas sekunder
jika perempuan penah hamil,akan tetapi kemudian tidak
berhasil hamil lagi walaupun bersenggama teratur dan
dihadapkan kepada kemungkinan kehamilan selama 12
bulan berturut- turut. (Ida A C M, 2010).
patofisiologi
.Perempuan
Beberapa infeksi menyebabkan infertilitas dengan
melibatkan reaksi imun sehinggaterjadi gangguan interaksi
sperma sehingga sperma tidak bisa bertahan, infeksi juga
menyebebkan inflamasi berlanjut perlekatan yang pada
akhirnya menimbulkangangguan implantasi zigot yang
berujung pada abortus. (Ida A C M, 2010).
cont
.Laki laki
Abnormalitas androgen dan testosteron diawali dengan
disfungsi hipotalamus dan hipofisis yang mengakibatkan kelainan
status fungsional testis. Gaya hidup memberikan peran yang
besar dalam mempengaruhi infertilitas dinataranya
merokok, penggunaan obat-obatan dan zat adiktif yang
berdampak pada abnormalitas sperma dan penurunan libido.
Konsumsi alkohol mempengaruhi masalah ereksi yang
mengakibatkan berkurangnya pancaran sperma. Suhu disekitar
areal testis juga mempengaruhi abnormalitas spermatogenesis.
Terjadinya ejakulasi retrograt misalnya akibat pembedahan
sehingga menyebebkan sperma masuk ke vesika urinaria yang
mengakibatkan komposisi sperma terganggu. ((Ida A C M, 2010).
pathway
Manifestasi klinis
 Belum ada tanda-tanda kehamilan meski sudah
diupayakan terus menerus
 Adanya menstruasi terus menerus setelah diupayakan
terus menerus. (Wiknjosastro, Hanifa, 2005)
Pemeriksaan penunjang
 Pemeriksaan penunjang diperlukan untuk mendiagnosis
infertilitas pada wanita, yaitu biopsi endometrium pada
hari pertama menstruasi, histerosalfingorafi, histeroskopi,
laparaskopi atau laparatomi. Tujuan pemeriksaan
penunjang infertilitas adalah mengetahui keadaan
ovarium yaitu folikel graaf atau korpus luteum,
mengetahui faktor peritonium, melepaskan perlekatan,
dan tuboplasti-melepaskan fimosis fimbrie tuba.
(Wiknjosastro, Hanifa, 2005).
penatalaksanaan
 Penanganan infertilitas pada prinsipnya didasarkan atas 2 hal yaitu :
Mengatasi faktor penyebab / etiologi dan meningkatkan peluang
untuk hamil. (Wiknjosastro, Hanifa, 2005).
1. Gangguan Ovulasi
dengan melakukan induksi ovulasi (pada kasus anovulasi),
reanastomosis tuba (oklusi tuba fallopii) dan pemberian obat-obatan
secara terbatas pada kasus faktor sperma. (Wiknjosastro, Hanifa,
2005).
2. Faktor sperma
Pemberian vitamin, anti oksidan dan carnitine tidak memiliki
bukti cukup kuat terhadap kualitas sperma. (Wiknjosastro, Hanifa,
2005).
3. Faktor tuba, oklusi tuba
Tindakan laparoskopi dianjurkan bila dijumpai hasil
pemeriksaan HSG abnormal. (Wiknjosastro, Hanifa, 2005).
ASKEP
1.Anamnesis
 Berapa usia perkawinan
 Umur istri dan suami
 Frekuensi hubungan seksual
 Tingkat kepuasan seksual
 Teknik hubungan seksual
 Apakah masing masing pernah kawin
 Apakah dari perkawinan tersebut, mempunyai anak
 Kalau punya anak berapa umur anak terkecil
 Apakah pernah menderita penyakit yang mungkin dapat menurunkan
kesuburan, seperti penyakit hubungan sex atau pernah mengalami operasi.
2.Pola fungsi kesehatan
 Pola Persepsi-Managemen Kesehatan
 Pola Nurtisi –Metabolik
 Pola Eliminasi DLL
Cont
 Pemeriksaan fisik
.Keadaan umum ; ttv,kesadaran,berat badan
. Head to To
. Diagnosa keperawatan
 Ansietas - 00146
 Harga diri rendah kronik - 00119
 Resiko infeksi – 00004