Vous êtes sur la page 1sur 36

ANALISIS

KEJADIAN
SIKLON
TROPIS
KIRRILY (26-28
April 2009)
Our
members
Almira Apriliyanti Arsyil M. D. Himawan
Analisis Tekanan Permukaan Analisis Sea Surface Temperature

2
The Power of PowerPoint - thepopp.com
Our Lilik Ardiyanto Anggi M. Hanif Muhammad Alfaridzi
members Analisis Transpor Uap Air
1000-700 mb dan 1000-300
Analisis Transpor Uap Air 700-500
mb
Analisis Transpor Uap Air 500-300
mb
mb

Frankie R. Steven Ulifa Harisiwi Doni


Analisis Angin 26 April 2009 Analisis Angin 27 April 2009 Analisis Angin 28 April 2009

3
The Power of PowerPoint - thepopp.com
Analisis Transpor
Pendahuluan Uap Air
1 4

Analisis Tekanan Analisis Angin


CONTENTS 2 5 Marketing
estimation
data and our

Analisis SST Kesimpulan


3 6

4
The Power of PowerPoint - thepopp.com
Cyclogenesis dimulai dari tanggal 18 April ketika di
wilayah Laut Arafura diketahui adanya vortex lemah
tanpa tanda-tanda aktivitas konvektif yang berarti.
Seruakan inilah yang ditengarai sebagai seruakan
pertama pemicu terbentuknya embrio Kirrily. Hasilnya
Pendahuluan tampak sebagai cloud cluster dengan beberapa MCS
yang tumbuh pada wilayah ini. Cloud cluster dengan
titik-titik konveksi kuat dan vortex yang terbentuk
bertahan dalam intensitas stabil lemah sampai
kemudian pada tanggal 26 April pukul 12 UTC
terpantau kembali adanya seruakan dari tenggara
yang mensuply embrio Kirrily dengan kecepatan angin
20 – 25 knot..
5
25 April Fase Tumbuh
Kirrily mulanya terbentuk di Laut Arafura sebelah Timur Kepulauan
Tanimbar, bergerak relatif ke timur dan pada tanggal 25 April berbelok relatif
ke barat laut.

27 April Fase Siklonik


Mencapai pantai Timur Pulau Aru pada 27 April pukul 06 UTC, depresi tropis ini
berkembang menjadi siklon dan terus bergerak ke barat laut

28 April Fase Punah


Siklon Kirrily punah di keesokan harinya yaitu pada tanggal 28 April 2009
ketika ia berbelok ke barat daya. Selama itu, Kirrily bergerak cukup lambat
dengan kisaran kecepatan mulai dari 1 hingga 8 knot.

6
SURFACE
PRESSURE
Tanggal 26 April 2009
Jam 00, 06, 12, 18
UTC
Berdasarkan hasil analisis diatas, dapat
diketahui bahwa tekanan permukaan laut
pada tanggal 26 April 2009 (H-1 Siklon Tropis
Kirrily) dari jam 00 UTC hingga 18 UTC sudah
mulai menunjukkan adanya pola penurunan
tekanan di sekitar laut Arafuru.

8
The Power of PowerPoint - thepopp.com
Tanggal 27 April 2009 Jam 00, 06, 12, 18
UTC

Berdasarkan hasil analisis diatas, dapat diketahui


bahwa pada tanggal 27 April 2009 (hari H Siklon
Tropis Kirrily) dari jam 00 UTC hingga 18 UTC masih
belum terdapat pola penurunan tekanan yang sangat
signifikan (pola penurunan tekanan pada hari H
siklon Kirrily nya mirip dengan pola penurunan
tekanan pada hari sebelumnya ).
Adapun tekanan terendah yang terjadi pada tanggal
tersebut yaitu 1009 mb pada pukul 06 UTC.
Kemudian dari hasil gambar analisis juga tidak
terlihat adanya pola gradient tekanan rendah
tertutup yang menandakan terjadinya Siklon Tropis.
Walaupun hasil keluaran dari model ECMWF pada
hari H siklon tropis Kirrily masih belum mampu 9
The Power of PowerPoint - thepopp.com
memperlihatkan pola gradient tekanan rendah
Tanggal 28 April 2009 Jam 00, 06, 12, 18 UTC

Berdasarkan hasil analisis diatas, dapat diketahui


bahwa pada tanggal 28 April 2009 dari tanggal 00
UTC hingga 18 UTC yaitu hari H+1 siklon Kirrily
masih tidak terdapat nilai tekanan dibawah 1000
mb. Pola penurunan tekanannya pun masih sama
seperti hari H-1 dan hari H kejadian siklon Kirrily.
Adapun tekanan terendah yaitu 1009 mb pada
pukul 06 UTC. Walaupun hasil keluaran dari model
ECMWF pada hari H siklon tropis Kirrily masih
belum mampu mengeluarkan nilai tekanan
dibawah 1000 mb, namun cukup mewakili
keadaan pola penurunan tekanan di wilayah siklon
tropis Kirrily.
10
Peta Streamline Tekanan BoM tanggal 26, 27, dan 28 April 2009 Jam 00
UTC

Berdasarkan pola streamline tekanan BoM yang diambil dari data MSLP didapatlah informasi sebagai berikut:
• Pada tanggal 26 April 2009 pada pukul 00 UTC terlihat adannya tekanan rendah di perairan Laut Arafuru yaitu 1005 hPa.
• Pada tanggal 27 April 2009 pada pukul 00 UTC terlihat adannya tekanan rendah di perairan Laut Arafuru yaitu mencapai 1002 hPa.
• Pada tanggal 28 April 2009 pada pukul 00 UTC terlihat adannya Siklon Tropis Kirrily yang memiliki tekanan rendah hingga 999 hPa
dam kecepatan angin 85 knot di perairan Laut Arafuru.
11
Sea Surface
Temperature
Berdasarkan Peta SST diatas menunjukan bahwa Siklon
Kirrily yang berada di perairan Selatan Papua memiliki
SST yang cukup tinggi berkisar antara 28.5°C-30°C
dengan pola yang melingkar. Pada jam 00 UTC dapat
dilihat suhu mata mata siklon sekitar 28.5°C-29°C dan
29°C-29.5°C untuk daerah di sekitar mata siklon
(dinding). Kemudian di sekitar dinding siklon memliki
suhu berkisar antara 29.5°C-30°C. Pada jam 06, 12, 18
UTC memiliki pola dan suhu yang sama, namun jika di
bandingkan dengan jam 00 UTC akan terlihat
perbedaannya. Pada jam 06, 12, 18 UTC pola lingkaran
pada mata siklon lebih kecil dan pola dindingnya sudah
tidak membentuk lingkaran sempurna dan terlihat lebih
meluas. Hal ini menunjukan bahwa adanya peningkatan
energi yang di tandai dengan meluasnya pola suhu pada
13
dinding siklon dengan suhu berkisar antara 29°C-29.5°C.
Transpor Uap
Air
100-700 mb

Nilai transpor uap air pada lapisan 1000 – 700 mb pada kejadian
siklon tropis Kirrily yang terjadi di Perairan Arafura. Pada tanggal
26 April jam 00.00 UTC menunjukkan nilai transpor uap air
sebesar 200 – 400 kg/ms-1 yang sudah mulai membentuk pola
pusaran di pusat tekanan rendah siklon tropis Kirrily di perairan
Arafura.

15
The Power of PowerPoint - thepopp.com
Transfer uap air dari selatan lokasi
tersebut terus naik yang juga
didorong oleh aktifnya monsun
Australia. Ini ditunjukkan dengan
bertambah luasnya wilayah dengan
kenaikan transpor uap air di sekitar
pusat tekanan rendah siklon tropis
(2)
Kirrily.

Pada tanggal 26 April jam 12.00 UTC transpor uap air meningkat
(1)
pada sekitar wilayah tersebut yang nilainya hingga menjadi 600
kg/ms-1. Tingginya nilai transpor uap air tersebut tentu mendukung
pertumbuhan awan-awan konvektif sebagai faktor pemicu terjadinya
hujan.

16
The Power of PowerPoint - thepopp.com
700-500
Pada lapisan ini, intensitas dari transport uap air tidak
mengalami kenaikan transpor uap air yang signifikan.
Intensitas transpor uap air disekitar siklon tropis berkisar
antara 100 – 600 Kg/ms-1 dengan nilai maksimum sebesar
600 Kg/ms-1 yang terdapat di sekitar pusat siklon dengan
kecepatan angin yang paling tinggi Pada pusat siklon
tropis nilai transpor uap air berkisar antara 100 – 200
Kg/ms-1.
17
The Power of PowerPoint - thepopp.com
Pada 28 April dari jam 00.00 UTC transpor
uap air terlihat melemah dan terus bergerak
(1) ke arah utara dari lokasi semula didorong
oleh mulai aktifnya monsun Australia.

Terlihat luasan wilayah siklon tropis


(2)
Kirrily bertambah dan terus meluas
dengan cakupan wilayah terluas pada
27 April jam 06.00 UTC.

18
500-300 mb

Tranpor uap air pada tanggal 26 dilapisan 500-300 mb tertinggi disekitar pusat pusaran
angin saat jam 00UTC dengan rentan 200-400 Kg/ms-1, pada jam berikutnya dengan nilai
transpor uap antara 100-200 Kg/ms-1 transpor uap bergerak melewati Kepulau Kei ke arah
timur laut. Pada tanggal 27 tranpor uap air di sekitar pusaran angin terjadi peningkatan
antara 200-400 kg/ms-1, transpor uap dengan rentan 100-200 Kg/ms-1 memiliki cakupan
yang semakin luas. Terlihat dari tanggal 26 hingga 28 pergerakan dari pusaran angin yang
awalnya berada di laut Arafuru pada tanggal 26, pada tanggal 28 sudah berada di sebelah
utara Kepulauan Kei, perpindahan pusaran angin yang sangat signifikan terjadi pada tanggal
27 April 2009.
19
Pada tanggal 28 April 2009 pusat pusaran angin
kini berada di utara Kepulauan Kei dengan nilai
transpor uap tertinggi 200-400 kg/ms-1 di semua
jam. Pada jam 00UTC merupakan cakupan

(1) transpor uap paling luas dengan nilai 100-400


kg/ms-1 yang seluas Laut Arafura .

Pada tanggal 27 tranpor uap air di sekitar pusaran


angin terjadi peningkatan antara 200-400 kg/ms- (2)
1, transpor uap dengan rentan 100-200 Kg/ms-1
memiliki cakupan yang semakin luas. Terlihat
pada bagian selatan Pulau Papua jam 18UTC
merupakan cakupan paling luas pada tanggal 27
April 2009.
20
Lapisan Total 1000 -300 mb
Terlihat bahwa transpor uap air berasal dari selatan menuju pusat siklon di
Laut Arafura mengikuti sirkulasi angin monsun Australia yang mulai aktif
bergerak. Pada tanggal 26 April jam 00.00 UTC nilai transpor uap air di sekitar
pusat siklon Kirrily mencapai 400 – 800 kg/ms-1 sedangkan pada daerah
pusatnya terbilang lemah yaitu hanya mencapai 100 – 400 kg/ms-1 dan
terlihat sudah membentuk pola siklonik. Transpor uap air terus meningkat
terhadap waktu dan mencapai puncaknya pada tanggal 27 April jam 12.00
UTC. Pada gambar tersebut terlihat bahwa peningkatan transpor uap air di
daerah sekitar pusat siklon semakin luas, bahkan pada hingga mencapai 1400
kg/ms-1 pada dinding siklon tropis Kirrily. 21
Angin
ANGIN Peta Streamline
Lapisan 1000, 925, 850, 700, 500 26 April 2009 Jam 00.00 UTC

Pada lapisan 1000 - 500 mb menunjukkan adanya pola aliran angin


siklonik dengan kecepatan angin yang cenderung menguat di wilayah
selatan provinsi Papua pada koordinat 4o LU-12o LS dan 125o BT–140o
BT. Pada lapisan 1000 - 700 mb kecepatan angin berada pada kisaran
0–15 knots , kemudian pada lapisan 500 mb terjadi perlambatan,
kecepatan angin berada pada kisaran 0 – 12 knots . Pada setiap
ketinggian lapisan memiliki kecepatan angin dan pola aliran siklonik
yang berbeda, semakin tinggi lapisan semakin bertambah kecepatan
aliran angin pada lapisan 1000 - 850 mb dan semakin berkurang
kecepatan aliran angin pada lapisan 700 - 500 mb.
Pola aliran siklonik semakin ke atas semakin tidak terlihat, sedangkan pada lapisan yang rendah
pada ketinggian 1000–850 mb aliran siklonik semakin jelas terlihat. Kecepatan angin terendah
terdapat di bagian tengah pola aliran siklonik sedangkan kecepatan angin terkuat terdapat pada
daerah luar dari pola aliran siklonik. Pola aliran angin siklonik dan kecepatan angin yang semakin
kencang dari lapisan 1000 - 850 mb namun dari ketinggian 850 - 500 mb kecepatan semakin
melambat. Ini mengindikasikan vertical shear yang rendah berada mulai ketingian 850 mb ke atas.
Hal ini menandakan bahwa aktivitas konvergensi dapat terjadi.
ANGIN Peta Streamline
Lapisan 1000, 925, 850, 700, 500 26 April 2009 Jam 06.00 UTC

Pada lapisan 1000 mb hingga lapisan 500 mb menunjukkan adanya pola aliran
angin siklonik dengan kecepatan angin yang cenderung menguat di wilayah
selatan provinsi Papua pada koordinat 4o LU – 12o LS dan 125o BT – 140o BT.
Pada lapisan 1000 mb hingga lapisan 850 mb kecepatan angin berada pada
kisaran 0 – 15 knots , kemudian pada lapisan 700-500 mb terjadi perlambatan,
kecepatan angin berada pada kisaran 0 – 9 knots . Pada setiap ketinggian
lapisan memiliki kecepatan angin dan pola aliran siklonik yang berbeda,
semakin tinggi lapisan semakin tinggi kecepatan aliran angin (1000-850 mb)
kemudian mengalami penurunan (700-500 mb), pola aliran siklonik semakin
terlihat pada jam 06 UTC ini, pada lapisan yang rendah pada ketinggian 1000
mb aliran siklonik kurang jelas terlihat namun semakin ke atas arah sikloniknya
semakin terlihat jelas.
Kecepatan angin terendah terdapat di bagian tengah pola aliran siklonik sedangkan

kecepatan angin terkuat terdapat pada daerah luar dari pola aliran siklonik. Pola aliran angin

siklonik dan kecepatan angin yang semakin kencang dari lapisan 1000 mb hingga lapisan

850 mb namun dari ketinggian 850-500 mb kecepatan semakin melambat. Ini

mengindikasikan vertical shear yang rendah berada mulai ketingian 850 mb ke atas. Hal ini

menandakan bahwa aktivitas konvergensi dapat terjadi.


ANGIN Peta Streamline
Lapisan 1000, 925, 850, 700, 500 26 April 2009 Jam 12.00 UTC

Dari peta streamline pada tanggal 26April 2009 Jam 12 UTC pada lapisan 1000
mb hingga lapisan 500 mb menunjukkan adanya pola aliran angin siklonik
dengan kecepatan angin yang cenderung menguat di wilayah selatan provinsi
Papua pada koordinat 4o LU – 12o LS dan 125o BT – 140o BT. Pada lapisan
1000 mb hingga lapisan 850 mb kecepatan angin berada pada kisaran 0 – 24
knots , kemudian pada lapisan 700-500 mb terjadi perlambatan, kecepatan
angin berada pada kisaran 0 – 9 knots . Pada setiap ketinggian lapisan memiliki
kecepatan angin dan pola aliran siklonik yang berbeda, Pola aliran siklonik
semakin ke atas semakin tidak terlihat, sedangkan pada lapisan yang rendah
pada ketinggian 1000–850 mb aliran siklonik semakin jelas terlihat.

Kecepatan angin terendah terdapat di bagian tengah pola aliran siklonik sedangkan
kecepatan angin terkuat terdapat pada daerah luar dari pola aliran siklonik. Pola aliran
angin siklonik dan kecepatan angin yang semakin kencang dari lapisan 1000 mb
hingga lapisan 850 mb namun dari ketinggian 850-500 mb kecepatan semakin
melambat. Ini mengindikasikan vertical shear yang rendah berada mulai ketingian 850
mb ke atas. Hal ini menandakan bahwa aktivitas konvergensi dapat terjadi.
ANGIN Peta Streamline
Lapisan 1000, 925, 850, 700, 500 26 April 2009 Jam 18.00 UTC

Dari peta streamline pada tanggal 26April 2009 Jam 18 UTC pada lapisan 1000
mb hingga lapisan 500 mb menunjukkan adanya pola aliran angin siklonik
dengan kecepatan angin yang cenderung menguat di wilayah selatan provinsi
Papua pada koordinat 4o LU – 12o LS dan 125o BT – 140o BT. Pada lapisan
1000 mb hingga lapisan 850 mb kecepatan angin berada pada kisaran 0 – 21
knots , kemudian pada lapisan 700-500 mb terjadi perlambatan, kecepatan
angin berada pada kisaran 0 – 9 knots . Pada setiap ketinggian lapisan memiliki
kecepatan angin dan pola aliran siklonik yang berbeda, semakin tinggi lapisan
semakin rendah kecepatan aliran angin, pada lapisan yang rendah pada
ketinggian 1000 mb aliran siklonik kurang jelas terlihat namun semakin ke atas
arah sikloniknya semakin terlihat jelas.
Kecepatan angin terendah terdapat di bagian tengah pola aliran siklonik sedangkan
kecepatan angin terkuat terdapat pada daerah luar dari pola aliran siklonik. Pola aliran
angin siklonik dan kecepatan angin yang semakin kencang dari lapisan 1000 mb
hingga lapisan 850 mb namun dari ketinggian 850-500 mb kecepatan semakin
melambat. Ini mengindikasikan vertical shear yang rendah berada mulai ketingian 850
mb ke atas. Hal ini menandakan bahwa aktivitas konvergensi dapat terjadi.
ANGIN Peta Streamline
Lapisan 1000, 925, 850, 700, 500 27 April 2009 Jam 00.00 UTC

Berdasarkan gambar streamline pada peta diatas, pada lapisan

1000 mb dan 925 mb terlihat berwarna ungu hingga biru muda

yang mengindikasikan bahwa kecepatan angin diwilayah sekitar

siklon berkisar antara 0 – 15 knot. Untuk wilayah pada lapisan 850

mb terlihat kecepatan mencapai 18 knot, pada lapisan ini

kecepatan angin cenderung maksimum. Namun pada lapisan 700

mb dan 500 mb kecepatan angin sekitar 0- 15 knot.

Pada setiap lapisan yakni dari lapisan 1000 mb hingga 500 mb, pola
aliran angin siklonik terlihat cenderung menguat. Dibuktikan dengan
semakin tinggi lapisan ( dari 1000 mb ke 500 mb ) kecepatan angin
cenderung meningkat dan pola garis streamline pada daerah tersebut
membentuk pola siklonik yang semakin tegas.
ANGIN Peta Streamline
Lapisan 1000, 925, 850, 700, 500 27 April 2009 Jam 06.00 UTC

Berdasarkan gambar streamline pada pukul 06.00 UTC, pada

lapisan 1000 mb pola siklonik tidak terlalu jelas, dengan warna

ungu sampai biru muda yang yang mengindikasikan bahwa

kecepatan angin diwilayah sekitar siklon berkisar antara 0 – 15

knot. Untuk wilayah pada lapisan 850 mb terlihat kecepatan

mencapai 18 knot, pada lapisan ini kecepatan angin cenderung

maksimum.
Namun pada lapisan 700 mb dan 500 mb kecepatan angin sekitar 0- 15
knot. Pada setiap lapisan yakni dari lapisan 1000 mb hingga 500 mb,
pola aliran angin siklonik terlihat cenderung menguat. Dibuktikan
dengan semakin tinggi lapisan ( dari 1000 mb ke 500 mb ) kecepatan
angin cenderung meningkat dan pola garis streamline pada daerah
tersebut membentuk pola siklonik yang semakin tegas.
ANGIN Peta Streamline
Lapisan 1000, 925, 850, 700, 500 27 April 2009 Jam 12.00 UTC

Pada pukul 12.00 UTC, pada sekitar lapisan permukaan yaitu

1000 mb dan 925 mb kecepatan angina hanya sekitar 0-9 knot

dengan pola siklonik cenderung tidak terlalu terlihat, hanya

menyerupai daerah konvergensi terpusat akibat tekanan rendah

Pada lapisan 850 mb 700mb dan 500 mb pola siklon terlihat

dengan kecepatan 0-15 knot. Pada masing-masing lapisan, posisi

pusat siklon terlihat pada koordinat yang berbeda-beda, hal ini

mungkin terjadi akibat adanya shear vertical yang dapat

mengurangi atau menghentikan pertumbuhan siklon..


ANGIN Peta Streamline
Lapisan 1000, 925, 850, 700, 500 27 April 2009 Jam 18.00 UTC

Pada pukul 18.00 UTC, pada sekitar lapisan 1000 mb 925


mb dan 850 mb kecepatan angin hanya 0-15 knot dengan pola siklonik
cenderung tidak terlalu terlihat, hanya menyerupai daerah konvergensi
terpusat akibat tekanan rendah. Pada lapisan 700 mb pola siklonik
menguat dengan kecepatan 0-15 knot. Pada lapisan 500 mb kecepatan
mencapai maksimum yaitu sekitar 18 knot dengan pola siklonik yang
terlihat kuat. Pada lapisan 700 mb, koordinat pusat siklonik terlihat
berbeda dari lapisan lain yaitu lebih bergeser kearah tenggara. Hal ini
mengindikasikan bahwa pada lapisan tersebut terjadi shear vertical
terhadap lapisan diatas dan dibawahnya yang bisa menghambat atau
menghentikan pertumbuhan siklon.
ANGIN Peta Streamline
Lapisan 1000, 925, 850, 700, 500 28 April 2009 Jam 00.00 UTC

Terlihat pola siklonik yang sudah mulai meluruh di laut Arafuru tepatnya
di sekitar wilayah Papua. Pada lapisan 1000 – 850 mb terlihat bahwa
sudah tidak adanya pusat tekanan rendah, bisa dibuktikan pada
koordinat 5o LU – 10o LS dan 120o BT – 155o BT kecepatan angin di
pusat siklon berkisar antara 12 – 15 knot dan kecepatan maksimum di
dinding siklon berkisar antara 15 – 20 knot. Hal ini menandakan bahwa
kecepatan angin pada lapisan 1000 mb sudah mulai menguat sehingga
tidak menimbulkan adanya aktivitas konvergensi. Pada lapisan 700 –
500 mb terlihat bahwa pusat tekanan rendah mulai bergeser ke arah
barat daya dengan kecepatan angin yang lebih tinggi dibandingkan saat
kejadian siklon pada hari sebelumnya yaitu terukur berkisar 10 – 15
knot. Hal ini membuktikan bahwa aktivitas pembentukan siklon tropis
Kirrily di Laut Arafuru mulai meluruh.
ANGIN Peta Streamline
Lapisan 1000, 925, 850, 700, 500 28 April 2009 Jam 06.00 UTC

Terlihat pola siklonik yang sudah mulai meluruh di laut


Arafuru tepatnya di sekitar wilayah Papua. Pada lapisan 1000 – 925
mb terlihat bahwa sudah tidak adanya pusat tekanan rendah, bisa
dibuktikan kecepatan angin di pusat siklon berkisar antara 12 – 15
knots dan kecepatan maksimum di dinding siklon berkisar antara 15
– 20 knots. Hal ini menandakan bahwa kecepatan angin pada
lapisan 1000 – 925 mb sudah mulai menguat sehingga tidak
menimbulkan adanya aktivitas konvergensi.
Namun pada lapisan 850 – 700 mb masih terlihat adanya
pusat tekanan rendah namun sedikit bergeser ke arah barat laut
dengan kecepatan angin berkisar 3 – 6 knots dengan kecepatan
maksimum disekitarnya berkisar 6 – 9 knots. Hal ini menunjukkan
kecepatan angin tidak terlalu rendah jika dibandingkan dengan
kejadian di hari sebelumnya pada jam yang sama. Selanjutnya
pada lapisan 500 mb pusat tekanan rendah bergerak ke arah barat
laut pada koordinat 5o LS 133o BT dengan kecepatan angin
maksimum 12 – 15 knots yang mana hal ini menandakan bahwa
pada tanggal 28 April 2009 jam 06.00 UTC aktivitas pembentukan
siklon tropis Kirrily di Laut Arafuru mulai meluruh.
ANGIN Peta Streamline
Lapisan 1000, 925, 850, 700, 500 28 April 2009 Jam 12.00 UTC

Terlihat pola siklonik yang sudah mulai meluruh di laut


Arafuru tepatnya di sekitar wilayah Papua. Pada lapisan 1000 – 700
mb terlihat bahwa sudah tidak adanya pusat tekanan rendah, bisa
dibuktikan kecepatan angin di pusat siklon berkisar antara 12 – 15
knots dan kecepatan maksimum di dinding siklon berkisar antara 15
– 20 knots. Hal ini menandakan bahwa kecepatan angin pada
lapisan 1000 – 700 mb sudah mulai menguat sehingga tidak
menimbulkan adanya aktivitas konvergensi.
Pada lapisan 500 mb pusat tekanan rendah bergerak ke
arah barat laut pada koordinat 5o LS 133o BT dengan kecepatan
angin maksimum 3 – 9 knots yang mana hal ini menandakan bahwa
pada tanggal 28 April 2009 jam 06.00 UTC aktivitas pembentukan
siklon tropis Kirrily di Laut Arafuru sedikit melemah namun
kecepatan anginnya lebih rendah daripada kecepatan angin pada
jam 06.00 UTC.
ANGIN Peta Streamline
Lapisan 1000, 925, 850, 700, 500 28 April 2009 Jam 18.00 UTC

Terlihat pola siklonik yang sudah mulai meluruh di laut


Arafuru tepatnya di sekitar wilayah Papua. Pada umunya, di
lapisan 1000 – 700 mb terlihat bahwa adanya pusat tekanan
rendah dengan kecepatan angin 3 – 6 knots pada koordinat 4o LS
134o BT, hal ini menandakan bahwa masih ditemukan adanya
aktivitas konvergensi yang menimbulkan penumpukan massa
udara dan uap air. Sedangkan pada lapisan 500 mb adanya pusat
tekanan rendah dengan kecepatan angin 6 – 10 knots dan
kecepatan angin maksimum di sekitarnya sekitar 9 – 12 knots. Hal
ini menunjukkan kecepatan angin tidak terlalu rendah jika
dibandingkan dengan kejadian di hari sebelumnya pada jam yang
sama dengan aktivitas konvergensi yang tidak begitu besar jika
dibandingkan dengan hari sebelumnya.
KESIMPULAN
Keadaan dinamika atmosfer yang terjadi di wilayah pembentukan siklon tropis Kirrily, dipengaruhi
oleh beberapa faktor seperti angin gradient hingga 27 knot, vertical shear yang kecil. Selain itu,
suhu permukaan laut berkisar antara 29 oC – 30 oC serta didukung adanya daerah tekanan
rendah membuat siklon tropis mudah terbentuk di wilayah tersebut.

Siklon tropis Kirrily yang terjadi di Laut Arafura juga mempengaruhi pergerakan transpor
uap air di sekitranya. Transpor uap air siklon tropis Kirrily berkisar antara 600 – 1400
Kg/ms-1 dengan pergerakan dari selatan ke utara mengkuti pola angin monsun Australia
yang mulai aktif. Transpor uap air maksimum pada siklon tropis Kirrily, terjadi pada
wilayah siklon dengan kecepatan angin yang paling tinggi, yaitu berasal dari selatan
pusat siklon Kirrliy. Hal ini menyebabkan wilayah yang dilalui transpor uap tinggi
berpotensi terbentuk awan –awan konvektif. Wilayah tersebut antara Kepulauan Aro dan
Kai yang berada di Laut Arafura.
35
The Power of PowerPoint - thepopp.com
TERIMA KASIH

36