Vous êtes sur la page 1sur 14

RINGKASAN BUKU :

KURIKULUM DAN MODUL


PELATIHAN SANITASI TOTAL
BERBASIS MASYARAKAT (STBM)
BAGI DOSEN JURUSAN KESEHATAN LINGKUNGAN Disusun Oleh :
POLITEKNIK KESEHATAN DI INDONESIA Annisya Fitri M
KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA 15717019
2013
Latar Belakang

Sanitasi Total Berbasis Masyarakat yang selanjutnya disebut STBM


merupakan pendekatan dan paradigma baru pembangunan sanitasi
di
Indonesia yang mengedepankan pemberdayaan masyarakat dan
perubahan perilaku, khususnya dalam mendorong kesadaran
masyarakat untuk mengubah perilaku buang air besar sembarangan
(BABS) menjadi buang air besar di jamban yang higiene dan layak.
ARAH KEBIJAKAN DAN STRATEGI PEMBANGUNAN
SANITASI DI INDONESIA

a. Arah Kebijakan dan Strategi Nasional Pembangunan Sanitasi


Undang-Undang No.17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang
Nasional (RPJPN) Tahun 2005-2025 menetapkan bahwa Pembangunan Kesehatan
diarahkan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan, dan kemampuan hidup sehat bagi
setap orang agar peningkatan derajat kesehatan masyarakat setnggi-tngginya dapat
terwujud
b. Arah Kebijakan dan Strategi STBM

1. outcome menurunnya kejadian penyakit diare dan penyakit berbasis lingkungan lainnya
yang berkaitan dengan sanitasi dan perilaku.
2. Output stbm ada dua yaitu:
a. Setap individu dan komunitas mempunyai akses terhadap sarana sanitasi dasar sehingga
dapat mewujudkan komunitas yang bebas
dari buang air di sembarang tempat (SBS).
b. Setap rumah tangga telah menerapkan pengelolaan air minum dan makanan yang aman
di rumah tangga.
PERAN DAN STRATEGI STBM

Peran STBM dalam Pencapaian RPJPN, RPJMN dan MDGs Tujuan 7C


Komitmen pemerintah tersebut tercantum dalam pencapaian target pembangunan
millennium (Millenium Development Goal), khususnya target 7C, yaitu
mengurangi hingga setengah penduduk yang tdak memiliki akses terhadap air
bersih dan sanitasi pada tahun 2015

Strategi STBM
Untuk mencapai kondisi sanitasi total, STBM memiliki 6 strategi, yaitu :
1. Penciptaan lingkungan yang kondusif (enabling environment)
2. Peningkatan kebutuhan (demand creaton)
3. Peningkatan penyediaan suplai (supply improvement)
4. Pengelolaan pengetahuan (knowledge management)
5. Pembiayaan
6. Pemantauan dan evaluasi
KONSEP DASAR PENDEKATAN STBM

Sejarah Program Pembangunan Sanitasi


Jauh sebelum Indonesia merdeka, program sanitasi sudah dilakukan
oleh masyarakat Indonesia. Berdasarkan catatan pejabat VOC
Dampier,
pada tahun 1699 masyarakat Indonesia sudah terbiasa mandi ke
sungai
dan buang air besar di sungai dan di pinggir pantai, sedangkan pada
masa itu, masyarakat di Eropa dan India masih menggunakan
jalanjalan kota atau air tergenang untuk BAB
• Konsep STBM
Konsep STBM diadopsi dari konsep Community Led Total Sanitaton
(CLTS) yang telah disesuaikan dengan konteks dan kebutuhan di
Indonesia.
Ciri utama pendekatan ini adalah tdak adanya subsidi terhadap
infrastruktur (jamban keluarga), dan tdak menetapkan model standar
jamban yang nantnya akan dibangun oleh masyarakat.
Konsep STBM menekankan pada upaya perubahan perilaku yang
berkelanjutan untuk mencapai kondisi sanitasi total melalui
pemberdayaan masyarakat.
TIGA KOMPONEN POKOK STBM

a. Peningkatan Kebutuhan dan Permintaan Sanitasi


Komponen peningkatan kebutuhan dan permintaan sanitasi merupakan upaya
sistemats untuk mendapatkan perubahan perilaku yang higienis dan saniter

b. Peningkatan Layanan Penyediaan/ Suplai Sanitasi


secara khusus diprioritaskan untuk meningkatkan dan mengembangkan percepatan
penyediaan akses dan layanan sanitasi yang layak dalam rangka membuka dan
mengembangkan pasar sanitasi perdesaan

c. Penciptaan Lingkungan yang Kondusif.


Komponen ini mencakup advokasi kepada para pemimpin pemerintah, pemerintah
daerah dan pemangku kepentngan dalam membangun komitmen bersama untuk
melembagakan kegiatan pendekatan STBM yang diharapkan
LIMA PILAR STBM

1. Stop Buang Air Besar Sembarangan (Stop BABS)


Suatu kondisi ketka setap individu dalam komunitas tdak buang air besar sembarangan.
2. Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS)
Perilaku cuci tangan dengan menggunakan sabun dan air bersih yang mengalir.
3. Pengelolaan Air Minum dan Makanan di Rumah Tangga (PAMMRT)
Suatu proses pengolahan, penyimpanan dan pemanfaatan airminum dan air yang digunakan
untuk produksi makanan dan keperluan lainnya
4. Pengelolaan Sampah Rumah Tangga
Proses pengelolaan sampah yang aman pada tngkat rumah tangga dengan mengedepankan
prinsip mengurangi, memakai ulang dan mendaur ulang
5. Pengelolaan Limbah Cair Rumah Tangga.
Proses pengelolaan limbah cair yang aman pada tngkat rumah tangga untuk menghindari
terjadinya genangan air limbah yang berpotensi menimbulkan penyakit berbasis lingkungan.
Penyelenggara pelaksanaan 5 pilar STBM
Penyelenggara pelaksanaan 5 pilar STBM adalah masyarakat, baik yang
terdiri dari individu, rumah tangga maupun kelompok-kelompok masyarakat.
Manfaat pelaksanaan 5 pilar STBM
Adanya lima pilar STBM akan membantu masyarakat untuk mencapai
tngkat higiene yang paripurna, sehingga akan menghindarkan mereka dari
kesakitan dan kematan akibat sanitasi yang tdak sehat
Tujuan pelaksanaan 5 pilar STBM
1. meningkatkan akses sanitasi masyarakat
2. merubah dan mempertahankan keberlanjutan praktk-praktk budaya hidup
bersih dan sehat
3. menurunkan angka kesakitan dan kematan yang diakibatkan oleh sanitasi yang
kurang baik
4. mendorong tewujudnya masyarakat sehat yang mandiri dan berkeadilan
PRINSIP-PRINSIP STBM

a. Tanpa subsidi.
Masyarakat tdak menerima bantuan dari pemerintah atau pihak lain untuk menyediakan sarana
sanitasi dasarnya.
b. Masyarakat sebagai pemimpin
Inisiatf pembangunan sarana sanitasi hendaknya berasal dari masyarakat.
c. Tidak menggurui/memaksa
STBM tdak boleh disampaikan kepada masyarakat dengan cara menggurui dan memaksa mereka
untuk mempraktkkan budaya higiene dan sanitasi, apalagi dengan memaksa mereka membeli
jamban atau produk-produk STBM.
d. Totalitas seluruh komponen masyarakat
Seluruh komponen masyarakat terlibat dalam analisa permasalahanperencanaan-pelaksanaan
serta pemanfaatan dan pemeliharaan
PILAR PERUBAHAN PERILAKU

a. Tangga Sanitasi
Tangga sanitasi merupakan tahap perkembangan sarana sanitasi
yang digunakan masyarakat
b. Tangga perubahan perilaku visi STBM
Langkah-langkah perkembangan visi STBM terkait dengan
perubahan perilaku higiene dan sanitasi masyarakat
KONSEP DASAR PEMICUAN

Pemicuan adalah kegiatan bersama masyarakat untuk memfasilitasi


masyarakat melakukan analisa terkait perilaku mereka dalam
melakukan buang air besar.
Tujuannya adalah agar masyarakat mau berubah perilakunya dari
buang air besar sembarangan menjadi buang air besar di jamban
yang
higienis dan layak
Tahapan Kegiatan Pemicuan
kegiatan pra-pemicuan, saat pemicuan dan pasca pemicuan
LANGKAH-LANGKAH PEMICUAN

a. Alur Penularan Penyakit (Diagram F)


b. Alat-Alat Utama Dalam Penerapan Penilaian Kondisi Desa Secara
Partsipatf
c. Elemen Pemicuan dan Faktor Penghambat Pemicuan

elemen :
o Perasaan jijik,
o Perasaan malu dan kaitannya dengan privacy seseorang,
o Perasaan takut sakit,
o Perasaan takut berdosa,
o Perasaan tdak mampu dan kaitannya dengan kemiskinan.

Faktor penghambat:
1. Kebiasaan dengan subsidi
2. Faktor gengsi/ malu
3. Tidak ada tokoh panutan
PERSIAPAN PEMICUAN DI MASYARAKAT

a. Persiapan Lapang
b. Pembentukan Kelompok Praktek Kerja Lapang / Tim Pemicu
c. Penyiapan Alat dan Bahan
d. Penyusunan Strategi/ Panduan Praktek Lapang dan Simulasi
Kelompok