Vous êtes sur la page 1sur 49

ASKEP WAHAM

Sarka Ade S
TUJUAN PEMBELAJARAN
1. Mampu mengkaji data masalah waham
2. Mampu menetapkan diagnosa keperawatan
3. Mampu melakukan tindakan keperawatan kepada pasien
4. Mampu melakukan tindakan keperawatan kepada keluarga
5. Mampu mengevaluasi kemampuan pasien dan keluarga
6. Mampu mendokumentasikan tindakan keperawatan yang
telah dilakukan
PENDAHULUAN
Urutan Hirarki Blok Diagnosis Gangguan Jiwa berdasarkan Pedoman
Penggolongan dan Diagnosis Gangguan Jiwa (PPDGJ) III :
I. Gangguan Mental Organik dan Simptomatik (F00-F09)
II. Skizofrenia, Gangguan Skizotipal dan Gangguan Waham Menetap (F20-
F29)
III. Gangguan Susana Perasaan (Mood/Afektif) (F30-F39)
IV. Ganggan Neurotik, Gangguan Somatoform dan Gangguan Stres (F40-F48)
V. Sindrom perilku yang berhubunga dengan gangguan fisiologis dan faktor
fisik (F50-F59)
VI. Gangguan Kepribadian dan Perilaku Masa Dewas (F60-F69)
VII. Retadasi Mental (F70-F79)
VIII. Gangguan Perkmebangan Psikologis (F80-F89)
IX. Gangguan Perilaku dan Emosional dengan Onset Masa Kanak Remaja (F90-
F98)
X. Kondisi Lain yang menjadi Fokus Perhatian (Kode Z)
GANGGUAN ISI PIKIR

• Ketidakmampuan individu memproses stimulus internal


dan eksternal secara akurat.
• Gangguannya berupa waham yaitu keyakinan individu
yang tidak dapat divalidasi atau dibuktikan dengan
realitas. Keyakinan individu tersebut tidak sesuai
dengan tingkat intelektual dan latar belakang
budayanya, serta tidak dapat diubah dengan alasan
yang logis. Selain itu keyakinan tersebut diucapkan
berulang kali (Kusumawati, 2010).
GANGGUAN ORIENTASI REALITAS (GOR)

• Ketidakmampuan menilai dan berespons pada realitas. Klien tidak dapat


membedakan lamunan dan kenyataan sehingga muncul perilaku yang sukar
untuk dimengerti dan menakutkan.
• Waham merupakan bagian dari gangguan orientasi realita pada isi pikir dan
pasien skizofrenia menggunakan waham untuk memenuhi kebutuhan
psikologisnya yang tidak terpenuhi oleh kenyataan dalam hidupnya.
Misalnya : harga diri, rasa aman, hukuman yang terkait dengan perasaan
bersalah atau perasaan takut mereka tidak dapat mengoreksi dengan alasan
atau logika (Kusumawati, 2010).
WAHAM

• Waham adalah suatu keyakinan klien yang tidak sesuai


dengan kenyataan, tetapi dipertahankan dan tidak
dapat diubah secara logis oleh orang lain. Keyakinan
ini berasal dari pemikiran klien yang sudah kehilangan
kontrol (Direja, 2011).
Waham adalah
suatu keyakinan yang salah yang
dipertahankan secara kuat/terus menerus
namun tidak sesuai dengan kenyataan
(Cook & Fontaine, 2000)
RENTANG RESPON WAHAM
Respon Respon
Adaptif Maladaptif
Pikiran logis Distorsi pikiran Gangguan
Persepsi akurat Ilusi pikiran/waham
Emosi konsisten Reaksi emosi Sulit berespon
dgn pengalaman berlebihan /kurang emosi berlebihan
Perilaku sesuai Perilaku aneh/tdk Perilaku
Berhubungan biasa kacau
sosial Menarik diri Isolasi sosial
PENGKAJIAN

• Faktor predisposisi
• Faktor Presipitasi
• Mekanisme Koping
• Perilaku
FAKTOR PREDISPOSISI

• Genetik; diturunkan
• Neurobiologis; adanya gangguan pada kosteks pre
frontal dan kosteks limbik
• Neurotransmiter; abnormalitas pada dopamin, serotonin,
dan glutamat
• Virus: paparan virus influenza pd
trimester III
• Psikologis: ibu pencemas, terlalu melindungi, ayah tdk
peduli
FAKTOR PRESIPITASI

• Proses pengolahan informasi yang berlebihan


• Mekanisme penghantaran listrik yang abnormal
• Adanya gejala pemicu
MEKANISME KOPING

• Regresi
• Proyeksi
• Menarik diri
• Pada keluarga: mengingkari
PERILAKU WAHAM
Tanda dan Gejala waham:
1. Waham kebesaran
Meyakini memiliki kebesaran atau kekuasaan khusus, diucapkan berulangkali
tetapi tidak sesuai kenyataan.
Contoh: “Saya ini pejabat di departemen
kesehatan lho..” atau “Saya punya
tambang emas”
2. Waham Curiga
Meyakini ada seseorang atau kelompok yang berusaha merugikan/mencederai
dirinya, diucapkan berulangkali tetapi tidak sesuai kenyataan.
Contoh: “Saya tahu..seluruh saudara saya
ingin menghancurkan hidup saya
karena mereka iri dengan
kesuksesan saya”
PERILAKU WAHAM
Tanda dan Gejala waham:
3. Waham Agama
Memiliki keyakinan terhadap suatu agama secara berlebihan, diucapkan berulang kali tetapi tidak
sesuai kenyataan
Contoh: “Menurut agama saya, saya harus menggunakan pakaian putih setiap hari kalau
tidak saya tidak masuk surga”

4. Waham Somatik
Meyakini bahwa tubuh atau bagian tubuhnya terganggu/terserang penyakit, diucapkan berulangkali
tetapi tidak sesuai kenyataan.
Contoh: “Saya sakit kanker”, setelah pemeriksaan
laboratorium tidak ditemukan tanda-tanda kanker
namun pasien terus mengatakan bahwa ia
terserang kanker.

5. Waham Nihilistik
Meyakini bahwa dirinya sudah tidak ada di dunia/meninggal,
diucapkan berulangkali tetapi tidak sesuai kenyataan.
Contoh: “Ini kan alam kubur ya, semua yang ada disini
adalah roh-roh”
PERILAKU WAHAM
Tanda dan Gejala waham:
6. Waham Sisip Pikir
Meyakini bahwa ada ide pikiran orang lain yang disisipkan kedalam
pikirannya, diucapkan berulang kali tetapi tidak sesuai kenyataan.

7. Waham Siar Pikir


Meyakini bahwa ada orang lain mengetahui apa yang dia pikirkan
diucapkan berulang kali tetapi tidak sesuai kenyataan.

8. Waham Kontrol Pikir


Meyakini bahwa pikirannya dikontrol oleh kekuatan dari luar, diucapkan
berulang kali tetapi tidak sesuai kenyataan.
GAMBARAN KLINIS

• Status Mental.
• Deskripsi umum : Pasien biasanya berdandan rapi tanpa
adanya disintegritas pada kepribadian dan aktivitas
harian, tetapi memiliki sikap yang eksentrik,aneh dan
curiga.
• Pada pemeriksaan status mental : tampak sangat normal
kecuali jika terdapat sistim waham abnormal yang sangat
jelas.
• Mood/perasaan dan afek : mood konsisten dengan isi
waham.
• waham kebesaran  euforik, waham kejar adalah
pencuriga,
GAMBARAN KLINIS
• Status mental
• Gangguan persepsi : tidak memiliki halusinasi menonjol
kecuali berkaitan dengan waham misal waham somatik
tentang bau badan  halusinasi cium.
• Pikiran  gangguan isi pikir  Waham : sistematis dan
karakteristiknya sekilas dapat diterima logika.
• Sensorium dan kognisi ? Tidak terdapat gangguan orientasi
terkecuali jika pasien mempunyai waham spesifik tentang
orang,tempat atau waktu.
• Daya ingat : tidak terganggu.
• Kejujuran : biasanya dapat dipercaya
Pertanyaan yang dapat digunakan untuk mengkaji
pasien dengan waham :
• Apakah pasien memiliki pikiran/isi pikir yang berulang-ulang diungkapkan dan
menetap?
• Apakah pasien takut terhadap objek atau situasi tertentu, atau apakah pasien
cemas secara berlebihan tentang tubuh atau kesehatannya?
• Apakah pasien pernah merasakan bahwa benda-benda disekitarnya aneh dan
tidak nyata?
• Apakah pasien pernah merasakan bahwa ia berada diluar tubuhnya?
• Apakah pasien pernah merasa diawasi atau dibicarakan oleh orang lain?
• Apakah pasien berpikir bahwa pikiran atau tindakannya dikontrol oleh orang lain
atau kekuatan dari luar?
• Apakah pasien menyatakan bahwa ia memiliki kekuatan fisik atau kekuatan
lainnya atau yakin bahwa orang lain dapat membaca pikirannya?
PROSES TERJADINYA WAHAM

• Perasaan diancam oleh lingkungan, cemas dan merasa sesuatu


.

yang tidak menyenangkan terjadi


• Individu mencoba mengingkari ancaman dari persepsi diri atau
obyek realitas dengan menyalah artikan kesan terhadap kejadian
• Individu memproyeksikan pikiran perasaan internal pada lingkungan
sehingga perasaan, pikiran dan keinginan negatif/tidak dapat
diterima menjadi bagian eksternal
• Individu mencoba memberi pembenaran/rasional alasan intepretasi
personal tentang realita pada diri sendiri atau orang lain.
Kriteria Diagnosis Gangguan Waham
(DSM V)
A. Waham yang tidak aneh (yaitu melibatkan situasi yang terjadi dalam
kehidupan nyata,seperti sedang diikuti, diracuni, terinfeksi, dicintai dari
jarak jauh, atau dikhianti kekasih atau menderita penyakit) selama
sekurangnya satu bulan.
B. Tidak pernah memenuhi Kriteria A untuk skizofrenia.
catatan : Halusinasi taktil dan olfaktorius mungkin ditemukan jika
berhubungan dengan tema waham.
C. Terlepas dari pengaruh waham atau akibatnya, fungsi tidak jelas
terganggu dan perilaku tidak terlihat kacau atau aneh.
D. Jika episode mood telah terjadi secara bersama-sama dengan waham,
lama totalnya adalah relatif lebih singkat dibandingkan dengan lamanya
periode waham.
E. Gangguan bukan oleh akibat langsung dari suatu zat (misalnya obat yang
disalah gunakan) atau suatu kondisi medis umum.
Kriteria Diagnosis Gangguan Waham
(DSM V)
Sebutkan tipe berikut : (tipe berikut berdasarkan tema waham yang predominan )
• Tipe erotomanik : bahwa orang lain biasanya dengan status yang lebih tinggi
mencintai orang tersebut.
• Tipe kebesaran : waham peningkatan
kemampuan,kekuatan,pengetahuan,identitas,atau hubungan khusus dengan
dewa atau orang terkenal.
• Tipe cemburu : waham bahwa pasangan seksual pasien tidak setia.
• Tipe Kejar : waham nahwa seseorang ( atau seseorang yang dekat
dengannya ) diperlakukan secara dengki.
• Tipe somatik : waham bahwa pasien memiliki suatu cacat fisik atau kondisi
medis umum.
• Tipe campuran : karakteristik waham salah satu atau lebih tipe diatas tanpa
adanya penonjolan tema.
• Tipe yang tidak ditentukan seperti pada :
• Sindroma Capgras : waham bahwa orang yang akrab dengan pasien telah
digantikan oleh penipu yang identik.
PENGHAMBAT KEBERHASILAN TINDAKAN
.

KEPERAWATAN PADA KLIEN WAHAM


 Cemas dan menghindari klien
 Menguatkan waham
 Berusaha membuktikan bahwa klien salah
 Membuat tujuan yang tidak realistis
 Masuk kedalam sistem waham
 Gagal mengklarifikasi kebingungan seputar waham
 Tidak konsisten dalam intervensi
 Melihat waham terlebih dahulu baru kliennya
PERHATIAN!

• Selama pengkajian saudara harus mendengarkan dan


memperhatikan semua informasi yang diberikan oleh
pasien tentang wahamnya,
• Untuk mempertahankan hubungan saling percaya
yang telah terbina jangan menyangkal atau menolak
keyakinan pasien.
BILA DIPEROLEH SALAH SATU DATA
DIATAS MAKA DIAGNOSA
KEPERAWATAN YANG DAPAT
DITEGAKKAN ADALAH:

WAHAM
. POHON MASALAH:

Kerusakan komunikasi verbal

waham……

Harga diri rendah


Masalah Tindakan Keperawatan Untuk Tindakan Keperawatan Untuk
Keperawatan Pasien Keluarga
Waham SP I p SP I k
 Membantu orientasi realita  Mendiskusikan masalah yang dirasakan

 Mendiskusikan kebutuhan yang keluarga dalam merawat pasien


tidak terpenuhi  Menjelaskan pengertian, tanda dan gejala

.  Membantu pasien memenuhi waham, dan jenis waham yang dialami pasien
kebutuhannya beserta proses terjadinya
 Menganjurkan pasien memasukkan  Menjelaskan cara-cara merawat pasien waham

dalam jadwal kegiatan harian

SP II p SP II k
 Mengevaluasi jadwal kegiatan  Melatih keluarga mempraktekkan cara

harian pasien merawat pasien dengan waham


 Berdiskusi tentang kemampuan  Melatih keluarga melakukan cara merawat

yang dimiliki langsung kepada pasien waham


Melatih kemampuan yang dimiliki

SP III p SP III k
 Mengevaluasi jadwal kegiatan harian  Membantu keluarga membuat jadwal aktivitas

pasien di rumah termasuk minum obat


 Memberikan pendidikan kesehatan  Mendiskusikan sumber rujukan yang bisa di

tentang penggunaan obat secara teratur jangkau keluarga


 Menganjurkan pasien memasukkan dalam

jadwal kegiatan harian


TINDAKAN
KEPERAWATAN
Untuk pasien, bertujuan:
1. Pasien dapat mengidentifikasi kemampuan yang dimiliki
2. Pasien dapat mengidentifikasi kebutuhan yang tidak terpenuhi
3. Pasien dapat berhubungan dengan realitas
4. Pasien dapat dukungan keluarga
5. Pasien dapat menggunakan obat dengan prinsip 6 benar
TINDAKAN KEPERAWATAN

Untuk pasien:
1. Bina hubungan saling percaya
a). Mengucapkan salam terapeutik
b). Berjabat tangan
c). Menjelaskan tujuan interaksi
d). Membuat kontrak topik,
waktu dan tempat setiap kali
bertemu pasien
TINDAKAN KEPERAWATAN
2. Tidak mendukung atau membantah waham
pasien

“Saya mengerti ibu merasa bahwa orang tua ibu


akan meracuni ibu, tapi sulit bagi saya untuk
mempercayainya karena menurut saya tidak
ada orang tua di dunia ini yang ingin
mencelakakan anaknya, bisa kita lanjutkan
pembicaraan yang tadi terputus bu.
TINDAKAN KEPERAWATAN
3. Yakinkan pasien berada dalam keadaan aman
“Ibu ada ditempat yang aman, saya dan
keluarga akan selalu menemani ibu”
4. Observasi pengaruh waham terhadap aktivitas sehari-hari
5. Berikan pujian bila penampilan dan orientasi pasien sesuai dengan
realitas.
“Warna baju yang ibu kenakan hari ini cocok sekali dengan warna
kulit ibu”
TINDAKAN KEPERAWATAN
6. Diskusikan dengan pasien kemampuan realistis yang dimilikinya pada saat yang lalu dan saat ini
“Apa saja hobby ibu?”
“Wah.., rupanya ibu pandai menari seudati ya, tidak semua orang bisa menari seperti itu
lho bu”
TINDAKAN KEPERAWATAN
7. Anjurkan pasien untuk melakukan aktivitas sesuai kemampuan
yang dimilikinya.
“Ibu, bagaimana kalau sekarang ibu teruskan kemampuan
/hobby ibu menari seudati tersebut?”
8. Jika pasien terus menerus membicarakan wahamnya
dengarkan tanpa memberikan dukungan atau menyangkal
sampai pasien berhenti membicarakannya
TINDAKAN KEPERAWATAN
9. Diskusikan kebutuhan psikologis/emosional yang tidak terpenuhi
sehingga menimbulkan kecemasan, rasa takut dan marah.
“Apa saja yang ibu harapkan selama ini?”
atau
“Bisakah ibu ceritakan kepada saya apa yang ibu harapkan
selama ini?”
TINDAKAN KEPERAWATAN
10. Tingkatkan
aktivitas yang dapat memenuhi kebutuhan fisik dan
emosional pasien
“Berapa kali sehari/seminggu ibu mau menari seudati?”
11. Berbicara dalam konteks realitas
“Bisa ibu ceritakan kepada saya tentang anak-anak ibu?”
“Berapa orang pria dan berapa orang wanita?, umur berapa
mereka?”
TINDAKAN KEPERAWATAN
12. Bila pasien mampu memperlihatkan kemampuan positifnya berikan pujian yang sesuai
“Bagus sekali tarian seudati bu”
TINDAKAN KEPERAWATAN
13. Jelaskan pada pasien tentang program pengobatannya (manfaat,
dosis obat, jenis, dan efek samping obat yang diminum serta cara
meminum obat yang benar)
• “Ibu perlu minum obat ini agar pikirannya jadi tenang, tidurnya juga
tenang”
• “Obatnya ada tiga macam bu, yang warnanya oranye namanya CPZ, yang putih ini
namanya THP, dan yang merah jambu ini namanya HLP
semuanya ini harus ibu minum 3 kali sehari jam 7 pagi, jam 1 siang, dan jam 7
malam”.
• “Bila nanti setelah minum obat mulut ibu terasa kering, untuk membantu
mengatasinya ibu bisa mengisap-isap es batu.
• “Bila terasa mata berkunang-kunang, ibu sebaiknya istirahat dan jangan
beraktivitas dulu”
• “Sebelum minum obat ini ibu lihat dulu label di kotak obat apakah benar nama ibu
tertulis disitu, berapa dosis yang harus diminum, jam berapa saja harus diminum.
Baca juga apakah nama obatnya sudah benar?”
TINDAKAN KEPERAWATAN
14. Diskusikan
akibat yang terjadi bila pasien berhenti minum obat
tanpa konsultasi
“Bu, obat-obat ini harus diminum secara teratur dan
kemungkinan besar harus ibu minum dalam waktu yang lama.
Sebaiknya ibu tidak menghentikan sendiri obat yang harus
diminum sebelum berkonsultasi dengan dokter”
TINDAKAN KEPERAWATAN
Untuk Keluarga, bertujuan:
1. Keluarga dapat mengidentifikasi waham pasien
2. Keluarga dapat memfasilitasi pasien untuk memenuhi
kebutuhan yang dipenuhi oleh wahamnya.
3. Keluarga dapat mempertahankan program pengobatan pasien
secara optimal
TINDAKAN KEPERAWATAN
1. Diskusikan dengan keluarga tentang waham yang
dialami pasien
2. Diskusikan dengan keluarga tentang :
a) Cara merawat pasien waham dirumah
b) Follow up dan keteraturan pengobatan
c) Lingkungan yang tepat untuk pasien.
TINDAKAN KEPERAWATAN
• Berikut ini adalah salah satu percakapan yang dapat dilakukan dengan keluarga
saat mendiskusikan tentang waham yang dialami pasien, cara merawat pasien di
rumah, follow up keteraturan pengobatan, dan lingkungan yang tepat untuk
pasien
• “Pak,dalam menghadapi sikap isteri yang selalu merasa akan diracuni oleh ibunya,
bapak tidak perlu kuatir. Yang harus bapak perhatikan adalah setiap kali istri bapak
berkata seperti itu bapak dapat menanggapinya dengan: ‘Saya mengerti ibu merasa
bahwa orang tua ibu akan meracuni ibu, tapi sulit bagi saya untuk mempercayainya
karena menurut saya tidak ada orang tua di dunia ini yang ingin mencelakakan
anaknya, bisa kita lanjutkan pembicaraan yang tadi terputus bu?’
• “Lalu bapak juga harus lebih sering memberikan rasa aman kepada ibu ya”.
• “Hal-hal ini sebaiknya dilakukan oleh seluruh keluarga yang berinteraksi dengan ibu”
• “Obat-obatan ibu juga harus diminum setiap hari dan jangan dihentikan sebelum
berkonsultasi dulu dengan dokter”
TINDAKAN KEPERAWATAN
• Diskusikan dengan keluarga tentang obat pasien (nama obat, dosis, frekuensi, efek
samping, akibat penghentian obat)
• Pak, ibu perlu minum obat ini agar pikirannya jadi tenang, tidurnya juga tenang”
• “Obatnya ada tiga macam pak, yang warnanya oranye namanya CPZ, yang
putih ini namanya THP, dan yang merah jambu ini namanya HLP semuanya ini
harus ibu minum 3 kali sehari jam 7 pagi, jam 1 siang, dan jam 7
malam”.
• “Bila nanti setelah minum obat mulut ibu terasa kering, untuk membantu
mengatasinya ibu bisa mengisap-isap es batu.
• “Bila terasa mata berkunang-kunang, ibu sebaiknya istirahat dan jangan
beraktivitas dulu”
• “Sebelum minum obat ini ibu lihat dulu label di kotak obat apakah benar nama
ibu tertulis disitu, berapa dosis yang harus diminum, jam berapa saja harus
diminum. Baca juga apakah nama obatnya sudah benar?”
TERAPI
• Farmakoterapi.
• Pemberian antipsikotik (AP) intramuskular  emergensi
(keadaan agitasi berat)
• Terapi AP dimulai dari dosis rendah dan dievaluasi selama 6
minggu dengan dosis adekuat,dan bila tidak memberikan
respon ganti dengan obat AP kelas yang lain.
• Pimozide (Orap)  efektif terhadap gangguan waham
somatik.
• Bila AP tidak memberikan respon  memberikan Lithium
atau antikonvulsan (Carbamazepin, As.Valproat), terutama
bila ada riwayat keluarga dengan gangguan mood.
• Psikoterapi
• Elemen penting : membangun rapport antara pasien
dan dokter
• Psikoterapi supportif berorientasi tilikan, Cognitif
behavior therapi  efektif
• Terapis hendaknya tidak menyetujui atau menantang
waham pasien
• Terapis memotivasi pasien berobat melalui kecemassan
atau iritabilitasnya, bukan dengan menagtakan akan
mengobati wahamnya.
EVALUASI
1. Kemampuan yang diharapkan dari pasien :
a. Pasien dapat mengungkapkan keyakinannya sesuai
dengan kenyataan
b. Pasien dapat berkomunikasi sesuai kenyataan
c. Pasien dapat menggunakan obat dengan benar

Pertanyaan yang dapat saudara gunakan untuk mengevaluasi :


• Apakah ibu dapat menjelaskan tanda-tanda kambuhnya waham?
• Apa saja obat-obatan yang ibu minum setiap harinya?
• Apakah ibu merasa nyaman/senang saat bergaul dengan orang
lain?
EVALUASI

2. Kemampuan yang diharapkan dari keluarga :


a. Keluarga membantu pasien untuk mengungkapkan
keyakinannya sesuai kenyataan
b. Keluarga membantu pasien menggunakan obat dengan
benar

Pertanyaan yang dapat saudara gunakan adalah :


• Apakah keluarga mengenali perubahan perilaku pasien yang
menjurus pada gangguan jiwa yang lebih berat
• Apakah keluarga tahu sumber pelayanan yang tersedia di
komunitas?
PERJALANAN PENYAKIT DAN PROGNOSIS

• Gangguan delusional onsetnya biasanya tiba-tiba, jarang


yang perlahan-lahan.
• 25% penderita gangguan delusional  skizofrenia
• < 10 %  Gangguan mood
• ± 50 % pulih pada follow up jangka panjang.
• 20 %  mengalami penurunan gejala
• 30 %= tidak mengalami perubahan gejala.
• Prognosis
Faktor yang mendukung prognosis kearah baik :
1. Tingkat pekerjaan sosial
2. Penyesuaian fungsional tinggi
3. Jenis kelamin wanita
4. Onset < 30 th, terjadi tiba-tiba
5. Lama penyakit yang singkat
6. Dan adanya faktor pencetus.
7. Waham kejar,somatik dan erotik lebih baik prognosisnya
dibandingkan waham kebesaran dan cemburu.
LATIHAN
• Dalam kelompok saudara buat adegan cara
merawat klien dengan waham
• Gunakan panduan SP dalam melakukan tindakan
keperawatan untuk pasien dan keluarga
• Role playkan adegan tersebut di depan kelas

Soep, SKp. 05/04/09


.
TERIMA KASIH

Soep, SKp. 05/04/09