Vous êtes sur la page 1sur 20

REFERAT

TRIGEMINAL NEURALGIA

OLEH
Arfan
K1A1 14 139

Pembimbing
dr. Irmayani Aboe Kasim, M.Kes, Sp. S
Pendahuluan

• Neuralgia Trigeminal (NT) digambarkan oleh


IASP (International Association for the study of
Pain) sebagai nyeri di wajah yang timbulnya
mendadak, biasanya unilateral. Nyerinya singkat
dan berat seperti ditusuk disalah satu cabang
nervus trigeminus
Anatomi dan fisiologi TN

Cabang-cabang dari nervus Trigeminus adalah :


1. Cabang ophthalmicus (V1) merupakan cabang yang mempersarafi dahi dan mata
2. Cabang Maxillar (V2) merupakan cabang yang mempersarafi pipi, bibir atas, dan atap mulut.
3. Cabang mandibular (V3) merupakan cabang yang mempersarafi dagu dan bibir bawah. Cabang ini juga
menyebabkan pergerakan otot pada proses menggingit, mengunyah, dan menelan.
Epidemiologi
• Rasio antara perempuan dan laki-laki sekitar 2:1.
Trigeminal Neuralgia dapat ditemukan pertama kali
pada semua usia, tapi pada lebih dari 90% kasus, onset
penyakit muncul pertama kali setelah usia 40 tahun, dan
puncak onsetnya pada usia 50 dan 60 tahun. Insiden
dari Trigeminal Neuralgia pada pasien multipel sklerosis
lebih tinggi dibandingkan populasi umum
Etiologi
• Bisa terjadi di pusat atau perifer bahkan keduanya
• Tidak ada lesi struktural terjadi 85%
• Kompresi pada akar saraf trigeminal pada atau
dekat dengan zona entri akar dorsal oleh
pembuluh darah
• Akibat tumor neuroma trigminal
• Akibat sklerosis multipel
Patofisiologi
• Demielinisasi saraf

• Hantaran saraf cenderung meloncat ke serabut


serabut saraf disekitarnya
Lesi di zona masuk N.T

Kegagalan pada inhibisi segmental pada nukleus

Ectopic action potential pada N.T

Keadaan pengurangan inhibisi

Jalur sensosorik hiperaktif

Timbul nyeri
proses penuaan

Atrofi otak

Pergeseran posisi otak ke arah caudal didalam fossa


posterior

Semakin besar kontak neurovaskuler

Penekanan N.T

Nyeri akan timbul


Diagnosis
Kriteria diagnosis dari trigeminal neuralgia berdasarkan International
Classification Of Head ache And Disorders :
1. Serangan nyeri paroksismal beberapa detik sampai 2 menit
melibatkan 1 atau lebih cabang nervus trigeminus (khasnya pada
cabang maxillar dan mandibular)
2. Nyeri paling sedikit memenuhi 1 karakteristik berikut: kuat,
tajam, superficial, atau rasa menikam, dipresipitasi dari trigger
area atau oleh faktor pencetus.
3. Jenis serangan stereotipik pada tiap individu.
4. Tidak ada deficit neurologis pada pemeriksaan.
5. Tidak berkaitan dengan gangguan lain.
Gambaran klinis
• Nyeri: paroksismal, intensitas tinggi, durasi
pendek, sensasi shooting
• Cabang kedua atau ketiga n. trigeminus
• Kejadian: unilateral
• Daerah pencetus: 50%; sensitive terhadap
sentuhan atau gerakan
• Kehilangan fungsi sensorik: tidak ada ( kecuali
pernah dirawat sebelumnya)
• Perjalanan penyakit: intermitten; cenderung
memburuk; jarang hilang spontan
Pemeriksaan penunjang
• Pemeriksaan CT scan, MRI, pengukuran Elektromiografi
hanya dapat digunakan untuk membedakan kasus
simtomatik akibat ganguan struktural dan akibat dari
kasus idiopatik
• Pemeriksaan diatas diperlukan apabila keluhan T.N
pada kaum muda agar dapat menentukan ada tidaknya
tumor otak atau multiple sklerosis
Diagnosa banding
• Cluster Headache
• Neuralgia post-herpes
• Giant Cell Arteritis
Penatalaksanaan
• Trigeminal Neuralgia merupakan penyakit yang relative
jarang, tetapi sangat mengganggu kenyamanan hidup
penderita, pengobatan sementara waktu bisa diberikan
obat seperti carbamazepine (600-1200 mg), gabapentin
(1200-3600 mg) atau oxycarbamazepine (300 mg) yang
dapat mengurangi frekuensi atau intensitas nyeri
trigeminal
• Operatif
Tindakan operasi umumnya dilakukan pada pasien dengan nyeri
yang tidak menghilang dengan terapi farmakologi minimal dengan 3 obat
termasuk di dalammnya carbamazepine.
Beberapa jenis tindakan operasi antara lain : Peripheral
neurectomy, Ablative procedures (Radiofrequency ablation. Balloon
Compression. Glycerol Injection. Radio surgery-Gamma knife surgery),
Open procedures (Microvascular Decompression, Trigeminal root section).
Prognosis
• Neuralgia trigeminal bukan merupakan penyakit yang
mengancam nyawa. Namun, neuralgia trigeminal
cenderung memburuk bersama dengan perjalanan
penyakit dan banyak pasien yang sebelumnya diobati
dengan tatalaksana medikamentosa harus
dioperasi pada akhirnya
Kesimpulan
• Neuralgia Trigeminal merupakan suatu keluhan
serangan nyeri wajah satu sisi yang berulang,
disebut Trigeminal neuralgia
• Kunci diagnosis adalah riwayat. Faktor riwayat
paling penting adalah distribusi nyeri dan terjadinya
’serangan’ nyeri dengan interval bebas nyeri relatif
lama. Nyeri mulai pada distribusi divisi 2 atau 3
saraf kelima, akhirnya sering menyerang keduanya
Terima kasih