Vous êtes sur la page 1sur 15

ASUHAN KEPERAWATAN KLIEN

DENGAN GANGGUAN MENTAL ORGANIK

OLEH
KELOMPOK 1
1. Marsudi
2. Fitri
3. Ariyanni.AR
4. Ariani Ulfa
5. MAstuti

STIKES PMC PEKANBARU


LATAR BELAKANG

Gangguan kognitif pada pasien akan mempengaruhi pada


kemampuan berpikir dan rasional sesorang. Repon kognitif
yang ditimbulkan berbeda dan tergantung pada bagian
yang mengalami gangguan. Perubahan dalam perilaku juga
akan terjadi. Pada kasus delirium akan terjadi gangguan
pada proses pikir, sedangkan pada demensia akan
mengalami respon kognitif yang mal adaptiF. Untuk
mengetahui lebih lanjut masalah yang terjadi pada pasien
perlu dkaji lebih lanjut tentang gangguan kognitif dan
mental organik pada pasien.
Pengertian Gangguan Mental Organik

Menurut Semiun (2006) gangguan mental organik


merupakan gangguan mental berat yang disebabkan oleh
faktor fisik atau organik sehingga individ secara sosial
menjadi lumpuh dan sama sekali tidak mampu untuk
menyesuaikan diri, fungsi-fungsi intelektual lemah dan
emosi tidak stabil.
Rentang Respon Sosial

Respon adaptif Respon maladaptif

Solitude Menarik diri


Otonomi Manipulasi
Bekerja sama Impulsif
Saling ketergantungan Narkisisme
Tergantung
Curiga
JENIS GANGGUAN MENTAL ORGANIK
a. Delirium
Menurut Isselbacher (2009) delirium adalah keadaan
bingung yang ditandai dengan gelisah, aktifitas mental yang
meninggi, mudah terbangun, halusinasi visual yang
mengganggu, dan hiperaktivitas motorik.
b. Psikopatologi / Psikodinamik
Banyak kondisi sistemik dan obat-obatan serta stress bisa
menyebabkan delirium. Stres dari penyebab apapun dapat
meningkatkan kerja syaraf simpatikus sehingga
mengganggu fungsi kolinergik dan menyebabkan delirium.
Usia lanjut rentan terhdap penurunan transmisi kolinergik
sehingga labih mudah terjadi delirium
FAKTOR PRESPITASI

a. Hipoksi
b. Hipoglikemi
c. Hipertermi
d. Delirium antikolinergik

Penyebab lain :
a. Infeksi virus
b. Gangguan metabolik
c. Lesi struktural otak
d. Operasi
Tanda Gejala

 Kesadaran berkabut
 Kesulitan mempertahankan perhatian
 Disorientasi
 Ilusi
 Halusianasi
 Perubahan kesadaran yang fluktuatif
PENATALAKSANAAN MEDIS

 Nonfarmakologis
Target utama adalah meminimalkan faktor lingkungan yang
menyebabkan delirium, kebingungan dan kesalahan
persepsi serta mengoptimalkan stimulasi lingkungan.
 Farmakologis
a. Antispikotik Tipikal
b. Antipsikotik Atipikal
c. Benzodiazepin
PEMABAHASAN KASUS
Seorang pria, Tn.A merupaKan juru gambar berusia 63
tahun mulai mengalami masalah dalam mengingat detail
yang penting dalam pekerjaan; di rumah ia mulai
mengalami kesulitan untuk terus memperbarui catatan
keuangannya dan membayar tagihan - tagihannya tepat
waktu. Kemampuan intelektualnya berkurang secara
progresif, memaksanya untuk akhirnya pensiun dari
pekerjaannya. Masalah perilaku mulai tampak di rumah,
dimana ia menjadi semakin keras kepala dan bahkan
bersikap kasar secara verbal dan fisik terhadap orang lain
ketika ia merasa terganggu.Lama kelamaan orang-orang
sekitarnya menjauhinya karena tidak ingin menjadi sasaran
kemarahannya.
Pengkajian
 Pengkajian psikopatologi/psikodinamik
 Faktor predisposisi
 Faktor biologis : usia Tn.A yang semakin tua yaitu 63 tahun mempengaruhi
kemampuannya dalam berpikir dan mengingat. Sebelumnya Tn.A tidak mempunyai
riwayat dimensia dari keluarganya.
 Faktor psikologis : Tn.A mengalami tekanan dari pekerjaanya yang terus
menmpuk dan tekanan dari atasan. Selain itu dia sering dicibir oleh tetangganya
karena jabatan yang tidak kunjung naik meskipun masa abdi yang sudah lebih dari
20 tahun
 Faktor sosiokultural : tetangga sekitar rumahnya mempunyai kebiasaan untuk
membeda-bedakan kasta dan jabatan seseorang.
FAKTOR PRESPITASI

a. Stressor psikologis: tanggung jawab Tn. A sebagai kepala


keluarga bagi keluarganya selama ini cukup membebani Tn.
A. Selain itu bebean pekerjaan yang terus menumpuk dan
teguran dari atasannya juga sangat membebani Tn.A.
b. Stressor sosial budaya: tetangga lingkungan sekitar tempat
tinggalTn. A suka membeda-bedakan orang berdasarkan
penghasilan dan jabatan.
MEKANISME KOPING.
Berdasarkan faktor-faktor yang telah disebutkan diatas,
pada rentang respon konsep diri dapat disimpulkan bahwa
klien mengalami respon yang maladaptif. Rentang respon
tersebut ditunjukkan dengan keadaan pasien yang sering
mara-marah kepada orang lain, tidak mampu memenuhi
kebutuhan sehari-harinya secara mandiri.
DIAGNOSA KEPERAWATAN

 Kerusakan memori berhubungan dengan proses terjadinya


penyakit
 Resiko perilaku kekerasan terhadap orang lain
berhubungan dengan kondisi emosional yang tidak stabil
 Isolasi sosial