Vous êtes sur la page 1sur 39

KEBUTUHAN ELIMINASI

BAK

By:
Dwi Hastuti, S.Kep., Ners.,M.Kep
Definisi
 Pembuangan produk-produk yang sudah
tidak dipakai didalam darah, yang telah
difiltrasi didalam ginjal. Produk yang
diekskresikan tersebut disebut urin.
Sistem Tubuh Yang Berperan Dalam
Eliminasi Urine
Sistem Urinaria
 Ginjal
Ginjal adalah organ yang berbentuk seperti
kacang berwarna merah tua, panjangnya sekitar
12,5 cm dan tebalnya 2,5 cm (kurang lebih
sebesar kepalan tangan). Beratnya antara 125-
175 g pada laki-laki dan 115-155 g pada wanita.
Ginjal terletak pada dinding abdomen posterior
berdekatan dengan dua pasang iga terakhir, dan
merupakan organ retroperitoneal. Terdiri atas
dua yaitu kiri dan kanan.
Apa itu fungsi Ginjal????
Ureter
 Menghubungnkan ginjal dan kandung kemih.
Setiap ureter panjangnya 25 cm -30 cm dan
berdiameter 4-6mm. Otot ureter memiliki
aktifitas peristaltik intrinsik
 Ureter menyempit pada tiga titik; dititik asal
ureter, di titik saat melewati pinggiran pelvis, dan
di titik saat pertemuannya dengan kandung
kemih. Batu ginjal dapat tersangkut ditempat ini,
dan mengakibatkan nyeri dan disebut kolik
ginjal.
 Kandung Kemih
Kandung kemih (Buli-buli/bladder) merupakan
sebuah kantong yang terdiri atas otot halus,
berfungsi menampung urine. Dalam kandung
kemih terdapat beberapa lapisan jaringan otot
yang paling dalam, memanjang ditengah, dan
melingkar yang disebut sebagai destrusor.
 Pada dasar kandung kemih terdapat
lapisan tengah jaringan otot berbentuk
lingkaran bagian dalam atau disebut
sebagai otot lingkar yang berfungsi
menjaga saluran antara kandung kemih
dan uretra, sehingga uretra dapat
menyalurkan urine dari kandung kemih
keluar tubuh.
 Uretra
Uretra merupakan organ yang berfungsi
menyelurkan urine ke bagian luar. Fungsi uretra
pada wanita berbeda dengan yang terdapat pada
laki-laki. Pada laki-laki, berukuran panjang 13,7-
16,2 cm, dan terdiri dari tiga bagian; yaitu
prostat, selaput (membran) dan bagian yang
berongga (ruang). Pada wanita panjang 3,7-6,2
cm
Proses Pembentukan Urin
 Filtrasi:
Terjadi pada glomerulus. Semua plasma darah dan komponen
lainnya difiltrasi kecuali molekul yang berukuran besar seperti
protein dan sel darah
 Reabsorbsi dan sekresi
Cairan yang telah difiltrasi kemudian mengalir ke tubulus renalis.
Bahan bahan yang diperlukan oleh tubuh diserap kembali sehingga
yang tersisa adalah bahan bahan yang tidak diperlukan oleh tubuh.
Sel sel tubulus proksimal menyekresi urea, kreatinin, hydrogen, dan
ammonia kedalam urine (filtrate). Selanjutnya, urine dibuang melalui
uretra dengan produksi urine sekitar 1 – 2 cc/kgBB.
Komposisi urin normal Ciri-ciri urine normal

a.Air (96%) 1. Jumlah urin rata2/hari 1-2 liter,


b. Larutan (4%) tetapi tergantung asupan cairan
Larutan Organik: Urea, ammonia, 2. Berwarna orange atau kekuning-
keratin, dan asam urat kuningan, bening (transparan), dan
Larutan Anorganik: Natrium (sodium), tdk mengandung endapan
klorida, kalium (potasium), sufat, 3. Berbau tajam
magnesium, fosfor. Natrium klorida 4. Sedikit asalm, pH rata-rata 6
merupakan garam anorganik yang
paling banyak.
Kondisi yang menyebabkan perubahan
pada eliminasi urine
1. Kondisi prarenalis
- Penurunan vol intravaskular
- Perubhan resistensi vaskular perifer
- Kegagalan pompa jantung
2. Kondisi renalis
- Obat-obatan nefrotoksik
- Reaksi transfusi
- Penyakit pada glomerulus
- Penyakit sistemik
- Penyakit herediter
- Infeksi
3. Kondisi pasca renalis
- Obstruksi ureter, kendung kemih, uretra
- Hipertrofi prostat
- Kandung kemih neurogenik
- Tumor pelvis
Faktor yang mempengaruhi urinarius
1. Pertumbuhan dan perkembangan
2. Faktor sosiokultural
3. Faktor psikologis
4. Kebiasaan pribadi
5. Tonus otot
6. Status vol
7. Kondisi penyakit
8. Prosedur bedah
9. Obat-obatan
10. Pemeriksaan diagnostik
Masalah yang biasa terjadi pada
eliminasi
 Gangguan eliminasi urine kemungkinan
disebabkan (Supratman. 2003)
1.Inkopenten kandung kemih;
2.Penurunan kapasitas kandung kemih;
3.penurunan tonus otot kandung kemih;
4.Kelemahan otot dasar panggul.
 Beberapa masalah eliminasi urine yang
sering muncul, antara lain :
1.Retensi
2.Enuresis
3.Inkontinensis
4.Perubahan pola
1. Retensi Urine
→ penumpukan urine pada kandung kemih dan ketidaksanggupan
kandung kemih untuk mengosongkan sendiri.

Penyebabnya :
Operasi pada daerah abdomen bawah.
Kerusakan ateren
Penyumbatan spinkter
Tanda-tanda:
Ketidak nyamanan daerah pubis.
Distensi dan ketidaksanggupan untuk berkemih.
Urine yang keluar dengan intake tidak seimbang.
Meningkatnya keinginan berkemih.
2. Enuresis
→ keluarnya kencing yang sering terjadi pada
anak-anak umumnya malam hari.

Kemungkinan peyebabnya :
Kapasitas kandung kemih lebih kecil dari normal.
Kandung kemih yang irritable
Suasana emosiaonal yang tidak menyenangkan
ISK atau perubahan fisik atau revolusi.
3. Inkontinesia Urine
→ bak yang tidak terkontrol.
Jenis Inkontinesia Urine:
a. Inkontinensio Fungsional/urge
Ialah keadaan dimana individu mengalami inkontine karena
kesulitan dalam mencapai atau ketidak mampuan untuk
mencapai toilet sebelum berkemih.
Penyebab:
- Kerusakan untuk mengenali isyarat kandung kemih.
- Penurunan tonus kandung kemih
- Kerusakan moviliasi, depresi, anietas
- Lingkungan
- Lanjut usia.
b. Inkontinensia Stress
Ialah keadaan dimana individu mengalami
pengeluaran urine segera pada peningkatan dalam
tekanan intra abdomen.

Penyebab:
Inkomplet kandung kemih
Tingginya tekanan infra abdomen
Kelemahan atas pelvis dan struktur pengangga
Lanjut usia.
c. Inkontinensia Total
Ialah keadaan dimana individu mengalami
kehilangan urine terus menerus yang tidak dapat
diperkirakan.

Faktor Penyebab:
Penurunan Kapasitas kandung kemih.
Penurunan isyarat kandung kemih
Efek pembedahan spinkter kandung kemih
Penurunan tonus kandung kemih
Kelemahan otot dasar panggul.
Penurunan perhatian pada isyarat kandung kemih
Perubahan Produksi Urin:
1. Poliuria
Peningkatan produksi urine oleh ginjal tanpa adanya
peningkatan asupan cairan
2. Oligouria & Anuria
oligurian: produksi urin yang sedikit (100-500/24 jam
Anuria: produksi urin yang sangat rendah/ tidak ada
(<100 ml/24 jam
Penyebab: asupan cairan yang sedikit/ pengeluaran
cairan yang abnormal
ASUHAN KEPERAWATAN BAK
1. Pengkajian
 Riwayat keperawatan
- Pola perkemihan
- Gejala perubahan perkemihan
- Faktor-faktor yang mempengaruhi
perkemihan
 Pemeriksaan fisik
 Kulit
- Kondisi kulit klien
- status hidrasi klien
 Ginjal
- Infeksi
- peradangan
- rasa nyeri tekan di daerah pinggul
- Auskultasi: bunyi bruit diarteri ginjal
- Palpasi: posisi, bentuk, dan ukuran ginjal
 Kandung kemih
- Inspeksi: pembengkakan pd abdomen bag
bawah, adanya nyeri tekan
- Perkusi: tumpul menunjukkan kandung
kemih penuh
 Meatus uretra
- Lihat adanya rabas, peradangan, dan luka
- Lihat warna, keluaran cairan
 Pengkajian urine
- Asupan dan haluaran
- Karakteristik urine
- Pemeriksaan urine
2. Diagnosa keperawatan (Nanda)
- Nyeri b/d inflamasi uretra, obstruksi pada uretra
- Defisit perawatan diri; toileting b/d kerusakan
kognitif, keterbatasan mobilitas
- Perubahan eliminasi urine b/d kerusakan
sensorik-motorik
- Gangguan citra tubuh b/d perasaan yang
dirasakan akibat diversi urinarius/ inkontinensia
- Resiko infeksi b/d higiene personal yang
buruk, insersi kateter uretra
- Inkontinensia fungsional b/d terapi
diuretik, keterbatasan mobilitas
- Inkontinensia refleks b/d kerusakan
neurologis, penggunaan anestesi untuk
pembedahan
- Inkontinensia stress b/d peningkatan tekanan
intraabdomen, kelemahan otot panggul
- Inkontinensia urgensi b/d iritasi mukosa kandung
kemih, penurunan daya tampung kandung kemih
- Inkontinensia b/d adanya fistula, kerusakan
neurologis
- Retensi urine b/d obstruksi leher kandung
kemih, terhambatnya lengkung refleks
3. Tujuan Asuhan keperawatan
- Memahami eliminasi urine yang normal
- Meningkatkan pengeluaran kemih yang normal
- Mencapai pengosongan kandung kemih yang
lengkap
- Mencegah infeksi
- Mempertahankan integritas kulit
- Mendapatkan rasa nyaman
4. Tindakan keperawatan
 Mempertahankan kebiasaan eliminasi
 Obat-obatan
 Perawatan perineal
 Kateterisasi
 Bladder retraining
 Melatih kebiasaan
 Kateterisasi mandiri
 Mempertahankan integritas kulit
 Peningkatan rasa nyaman
 Pemeriksaan urine
- Pengumpulan spesimen
- Spesimen acak
- Spesimen midstream atau pengeluaran
bersih
- Spesimen steril
- Spesimen urine pada waktu tertentu
- Pengumpulan urine pada anak-anak
- Urinalisis
- Berta jenis urine
- Kultur urine
- Pemeriksaan diagnostik
- Rontenogram abdomen
- Pielogram abdomen
- Scan ginjal
- Computerised axial temographyUltrasound ginjal
- Sitoskopy
- Biopsi ginjal
- Angiografi
5. Evaluasi
- Klien mampu berkemih sec involunter
tanpa mengalami gejala-gejala ( urgensi,
dysuria/ sering berkemih)
- Urine yg keluar berwarna kekuning-
kuningan, jernih, tidak mengandung unsur-
unsur abnormal, memiliki pH serta berat
jenis yang normal
PERAWATAN AKUT

Kateterisasi
 Memasukkan selang plastik aau karet mll
uretra ke kandung kemih.
 Meredakan rasa tidak nyaman akibat
distensi kandung kemih
 Mengambil spesimen urin steril
 Mengkaji residu urin setelh pengosongan
kandung kemih
 Penatalaksanaan jangka panjang klien yg
mengalami cidera medula spinalis
Perawatan restorasi
 Menguatkan otot panggul
 Meningkatkan kontraksi otot dasar panggul.
 Mempertahankan integritas kulit
 Cuci kulit yg teriritasi urin dgn sabun dan air
hangat
 Pakai pelembab
 Bladder training
 Melatih kembali kandung kemih untuk
mengembalikan pola normal perkemihan
EVALUASI
 Klien mampu berkemih secara normal tanpa mengalami
gejala-gejala ggn perkemihan

 Karakteristik urin : kekuningan, jernih, tidak mengandung


unsur yg abnormal

 Mampu mengidentifikasi faktor-faktor yg mempengaruhi


eliminasi

 Tidak terjadi komplikasi akibat perubahan pola eliminasi


 Buat askep gangguan eliminasi bak :
1. Inkontinensia urin
2. Retensi urin
3. Enuresis
4. Poliuria
5. Oliguria & anuria