Vous êtes sur la page 1sur 22

Australia’s Biodiversity

Conservation Strategy
2010–2030
Prepared by the National Biodiversity Strategy Review Task Group
convened under the Natural Resource Management Ministerial Council

Reviewed and presented by: Desti Christian Cahyaningrum, S.Si.


as a Biology Management Lecture Task
Bandung Institute of Technology
Tuesday, 4 April 2016
LATAR BELAKANG:
DEFINISI BIODIVERSITAS

Keanekaragaman kehidupan
LATAR BELAKANG:
ARTI PENTING BIODIVERSITAS

Mengkonservasi biodiversitas merupakan bagian


yang mendasar dalam melindungi sistem
pendukung kehidupan biologis di Bumi. Dimana
semua makhluk hidup, termasuk manusia, sangat
bergantung pada sistem tersebut untuk kebutuhan
hidupnya.
LATAR BELAKANG:
KONDISI SAAT INI
ekstraksi
modifikasi
sumber daya
bentang lahan
alam

penggunaan
pemindahan
spesies secara
spesies antar
tidak
lingkungan
berkelanjutan DAMPAK
AKTIVITAS
MANUSIA
Strategi Konservasi Biodiversitas Australia 2010-2030

Australia meratifikasi Konvensi PBB tentang Keanekaragaman


Hayati atau United Nations
Convention on Biological Diversity (CBD), pada tahun 1993

Strategi Nasional untuk Konservasi Biodiversits Australia


(Strategi 1996)

Tujuan Nasional dan Sasaran dalam Konservasi Biodiversitas


2001-2005
2006, dibentuk suatu kelompok kerja untuk mengkaji strategi nasional oleh Natural Resource
Management Ministerial Council (NRMMC)
Tujuan Nasional dan
Strategi 1996
Sasaran dalam Konservasi Biodiversitas 2001-2005
 sebagian besar Strategi 1996 masih relevan
dengan perkembangan kebijakan nasional
konservasi biodiversitas,
 terdapat tingkat konsistensi yang tinggi antara
kebijakan biodiversitas nasional (Strategi 1996
serta Tujuan dan Sasaran Nasional) dengan
kondisi dan strategi wilayah kekuasaan
biodiversitas dalam hal tujuan yang menyeluruh
 Kesadaran masyarakat terhadap Strategi 1996
serta Tujuan dan Sasaran Nasional sangat rendah
 Peningkatan fokus pada pengelolaan biodiversitas
pada bentang lahan atau konteks regional, dan
manajemen ekosistem secara keseluruhan, tidak
tergambar dalam Strategi 1996 serta Tujuan dan
Sasaran Nasional
 kerentanan biodiversitas terhadap perubahan
iklim yang cepat menciptakan suatu kebutuhan
terhadap upaya pendekatan yang baru
 sebuah strategi baru hasil direvisi harus memuat
terget yang terukur.
VISI: Strategi Konservasi Biodiversitas Australia 2010-2030

Rainforest hikers in the Wet


Tropics of Queensland Black-necked stork,
(Photo: Wet Tropics Kakadu National Park, NT
Management Authority - Qld) (Photo: Nicole Middleton)
STRUKTUR : Strategi Konservasi
Biodiversitas Australia 2010-2030

PENETAPAN
KONDISI

AKSI
PRIORITAS

AKSI dan
Emma Gorge, Kimberley, WA (Photo: Nicole Middleton ) IMPLEMENTASI
1. PENETAPAN KONDISI
(1) Australia merupakan habitat bagi 560.000 spesies.
(2) Sebagia besar spesies tersebut bahkan tidak dapat
ditemukan di bagian Bumi lainnya (sekitar 92%
spesies tanaman tinggi, 87% spesies mamalia, 93%
reptile, 94% katak, dan 45% spesies burung yang
ditemukan di Australia hanya hidup di kawasan
tersebut
(Chapman 2009 dalam Australia’s Biodiversity Conservation Strategy 2010–2030)

Saaat ini lebih dari 1.700 spesies dan


komunitas ekologi di Australia diketahui
sedang terancam dan memiliki resiko
kepunahan
(DSEWPaC 2010 dalam Australia’s Biodiversity Conservation Strategy 2010–2030)
1. PENETAPAN KONDISI

Hilangnya habitat, degradasi, dan fragmentasi

Spesies Invasif

Penggunaan serta manajemen sumber daya


alam yang tidak berkelanjutan

Perubahan lingkungan perairan dan aliran air

Perubahan pola api/kebakaran

Perubahan Iklim
Gambar 3. Estimasi perubahan lahan ekaliptus sejak tahu
1750 (National Vegetation Informational System, 2005
dalam Australia’s Biodiversity Conservation Strategy
2010–2030)

Gambar 4. Distribusi geografis spesies yang terancam


(Species profile and threats (SPRAT) database, DEWHA, compiled 2010.dalam Australia’s Biodiversity Conservation Strategy
2010–2030)
2. AKSI PRIORITAS
Aksi Prioritas 1: Menyatukan semua warga Australia
1.1.Mainstreaming 1.1.1 Suatu peningkatan kesadaran publik terhadap 1. Pada tahun 2015, terjadi peningkatan
biodiversitas biodiversitas sebesar 25% dalam hal jumlah Warga
1.1.2.Suatu peningkatan partisipasi publik dalam Negara Australia dan publik serta
kegiatan konservasi organisasi swasta yang berpartisipasi
1.2.3. Suatu peningkatan partisipasi oleh sektor dalam kegiatan konservasi biodiversitas
swasta dan industri primer dalam konservasi
biodiversitas
1.2.4. Suatu peningkatan integrasi lintas sektoral
terkait biodiversitas dalam perencanaan dan
manajemen di sektor publik dan swasta
1.2. Meningkatkan 1.2.1. Suatu peningkatan dalam mempekerjakan dan 2. Pada tahun 2015, tercapai
keterlibatan penduduk melibatkan partisipasi penduduk asli lokaldalam peningkatan sebesar 25% dalam
asli lokal kegiatan konservasi biodiversitas pengerjaan dan partisipasi penduduk
1.2.2.Suatu peningkatan dalam penggunaan asli lokal dalam konservasi biodiversitas
pengetahuan asli lokal pada penentuan kebijakan
konservasi biodiversitas
1.2.3. Suatu peningkatan dalam luas lahan yang
dikelola oleh penduduk asli lokal untuk
konservasi biodiversitas
1.3. Peningkatan 1.3.1.Suatu peningkatan dalam penggunaan pasar dan 3. Pada tahun 2015 tercapai
strategi investasi dan insentif lain untuk mengelola biodiversitas dan penggandaan nilai pasar komplementer
kemitraan jasa lingkungan untuk jasa lingkungan
1.3.2. Suatu peningkatan dalam pengeluaran swasta
untuk konservasi biodiversitas
1.3.3.Suatu peningkatan kemitraaan publik-swasta
dalam konservasi biodiversitas
2. AKSI PRIORITAS
Aksi Prioritas 2: Membangun ketahanan ekosistem terhadap perubahan iklim
2.1. Melindungi 2.1.1. Suatu peningkatan dalam hal jumlah, luasan, dan 4. Pada tahun 2015, terjadi peningkatan
keanekaragaman kondisi ekosistem yang dilindungi di bawah nasional sebesar 600.00 km2 dalam manajemen
kepemilikan konservasi yang aman habitat asli untuk konservasi biodiversitas
2.1.2. Suatu peningkatan luas lahan pribadi yang meliputi seluruh wilayah daratan, perairan dan
dikelola untuk konservasi biodiversitas pantai.
2.1.3. Suatu peningkatan status konservasi terhadap
spesies yang masuk dalam daftar terancam dan
komunitas ekologi
2.1.4. Suatu peningkatan bersih secara nasional dalam
luasan dan kondisi habitat asli di seluruh
kepemilikan
2.2.Mempertahankan 2.2.1. Suatu peningkatan konektivitas dalam bentang 5. Pada tahun 2015 terdapat 10000 km2
dan lahan dan bentang laut yang terfragmentasi bentang lahan dan sistem perairan
Mengembalikan 2.2.2. Suatu peningkatan dalam penyediaan alokasi air terfragmentasi yang berhasil direstorasi untuk
fungsi ekosistem lingkungan meningkatkan konektivitas ekologi
2.2.3. Suatu peningkatan dalam penggunaan pola
kebakaran ekologis untuk konservasi biodiversitas 6. Pada tahun 2015 empat keterkaitan
dan perlindungan publik kolaboratif skala benua didirikan dan dikelola
untuk meningkatkan konektivitas ekologi

2.3.Mengurangi 2.3.1. Suatu reduksi terhadap dampak akibat berbagai 7. Pada tahun 2015, sedikitnya 10% dampak
ancaman terhadap proses ancaman utama termasuk kehilangan yang ditimbulkan oleh spesies invasif yang
biodiversitas habitat dan perubahan iklim mengancam spesies dn komunitas ekologi di
2.3.2. Suatu reduksi pada dampak terkait spesies invasif wilayah daratan, lautan dan ekosistem pantai
yang signifikan terhadap biodiversitas dapat direduksi
2.3.3. Suatu peningkatan penggunaan strategi dan
interverensi dini untuk mengelola ancaman
termasuk perubahan iklim
2. AKSI PRIORITAS
Aksi Prioritas 3: Mendapatkan hasil yang terukur
3.1. Meningkatkan 3.1.1. Suatu peningkatan keterjangkauan 3.1.2.ilmu 8. Pada tahun 2015 secara nasional disetujui
sharing pengetahuan terkait konservasi biodiversitas sains dan pengetahuan prioritas sebagai
pengetahuan 3.1.3.Suatu perbaikan dalam keselarasan penelitian panduan aktivitas penelitian dalam konservasi
dengan prioritas konservasi biodiversitas biodiversitas
3.1.4.Suatu peningkatan penerapan pengetahuan
konservasi biodiversitas oleh semua sektor dan
masyarakat
3.2. Menyelenggarakan
inisiasi konservasi 3.2.1. Suatu peningkatan dalam penyelarasan sektoral, 9. Pada tahun 2015, semua wilayah hukum
yang efisien regional dan pencapaian yuridiksi konservasi akan meninjau peraturan, kebijkan, dan
biodiversitas dengan strategi konservasi program yang relevan untuk memaksimalkan
biodiversitas Australia keselarasan terhadap strategi konservasi
3.2.2. Suatu perbaikan efektivitas dan efisiensi dalam biodiversitas Australia
program dan investasi terkait biodiversitas

3.3.mengimplementasi
kan suatu 3.3.1. Peningkatan representasi biodiversitas dan jasa 10. Pada tahun 2015, ditetapkan suatu sistem
pemantauan, lingkungan serta komoditas dalam suatu akun pemantauan dan pelaporan biodiversitas
pelaporan dan nasional nasional jangka panjang
evaluasi nasional 3.3.2. Peningkatan pemberdayaaan pemantauan dan
yang mantap pelaporan dalam evaluasi serta peningkatan
proyek, program, dan strategi konservasi
biodiversitas
3.3.3. Peningkatan penggunaan informasi baik melalui
sektor swasta dan sektor publik dalam
pengelolaan adaptif terhadap konservasi
biodiversitas
3. AKSI DAN IMPLEMENTASI
Aksi Prioritas 1: Menyatukan semua warga Australia
Subprioritas 1.1. Mainstreaming biodiversitas

A1.Mengembangkan dan mengimplementasikan program informasi dan komunikasi untuk Semua pemerintahan, organisasi sipil,
meningkatkan kesadaran akan biodiversitas dan nilainya pelaku bisnis, dan publik
A2.Memperluas cakupan biodiversitas dalam kurikulum pendidikan sekolah Semua pemerintahan dan sektor
pendidikan
A3.Menggabungkan informasi dan pendekatan untuk mempertemukan kewajiban Semua pemerintahan dan pelaku bisnis
biodiversitas dalam suatu acuan perancangan dan pelaporan tahunan perusahaan

Subprioritas 1.2. Meningkatkan keterlibatan penduduk asli lokal


A4. Memperluas kesempatan untuk mempekerjakan penduduk asli lokal dalam konservasi Semua pemerintahan dalam kemitraan
biodiversitas, termasuk melalui program perlindungan lahan adat dengan penduduk asli lokal
A5.Mendukung suatu rencana jangka panjang transfer ilmu dua arah dan membangun Semua pemerintahan dalam kemitraan
kapasitas untuk meningkatkan peran pengetahuan ekologis tradisional dalam konservsi dengan penduduk asli lokal
biodiversitas
A6.Mendukung program pelatihan yang memperkuat outcome biodiversitas pada Semua pemerintahan dalam kemitraan
manajemen lahan dan laut adat dengan penduduk asli lokal

Subprioritas 1.3. Peningkatan strategi investasi dan kemitraan

A7.Mengembangkan dan menyelarasskan pada titik yang tepat antara munculnya pasar Semua pemerintahan dan pelaku bisnis
untuk biodiversitas dengan pasar untuk jasa lingkungan
A8. Mengembangkan mekanisme inovatif untuk memacu investasi dan ketertarikan swasta Semua pemerintahan dan pelaku
dalam konservasi biodiversitas bisnis, serta organisasi sipil
3. AKSI DAN IMPLEMENTASI
Aksi Prioritas 2: Membangun ketahanan ekosistem terhadap perubahan iklim
Subprioritas 2.1. Melindungi keanekaragaman

A9. Meningkatkan dan memperluas National Reserve System dan sistem nasional Kawasan Semua pemerintahan dan pemilik lahan swasta
Konservasi Laut.
A10. Mengembangkan pendekatan nasional untuk off reserve dan konservasi multiple- use reserve Semua pemerintahan, pemilik lahan swasta, serta
di wilayah prioritas. organisasi sipil
A11. Memelihara dan meningkatkan konservasi in situ dan ex situ sebagai bagian dari pendekatan Semua pemerintahan, sektor sains, penduduk asli
terpadu untuk melestarikan spesies dan keragaman genetik lokal, dan pemilik lahan swasta

Subprioritas 2.2. Mempertahankan dan mengembalikan fungsi ekosistem


A12. Meningkatkan pemahaman dan penggunaan seluruh pendekatan ekosistem dalam pengelolaan Semua pemerintahan, pelaku bisnis, sektor sains,
biodiversitas dan pemilik lahan swasta
A13. Mengidentifikasi bentang laut dan bentang lahan dan bentang laut di mana keterkaitan Semua pemerintahan, pelaku bisnis, sektor sains,
habitat sangat penting untuk konservasi biodiversitas dan mengamankan daerah-daerah dan pemilik lahan swasta
tersebut melalui mekanisme seperti penggunaan lahan yang saling melengkapi dan kemitraan
antara pemerintah dan pemilik tanah swasta.
A14. Mengidentifikasi dan menjaga perlindungan terhadap perubahan iklim untuk meningkatkan Semua pemerintahan, sektor sains, dan pemilik
kesempatan adaptasi genetik dan ekologi lahan swasta
A15. Meningkatkan pengelolaan habitat perairan termasuk dengan mengurangi ancaman utama Semua pemerintahan, pelaku bisnis, turis, dan
bagi keanekaragaman hayati perairan pemilik lahan swasta
A16. Menggabungkan konservasi biodiversitas ke dalam perencanaan manajemen tanah dan api Semua pemerintahan, pelaku bisnis, penduduk asli
lokal, dan pemilik lahan swasta
3. AKSI DAN IMPLEMENTASI

Subprioritas 2.3. Mengurangi ancaman terhadap biodiversitas

A17. Mengembangkan alat untuk acuan dan dukungan penetapan prioritas Semua pemerintahan, pelaku bisnis, dan sektor
dalam manajemen ancaman pada skala yang berbeda. sains
A18. Mengintegrasikan konservasi biodiversitas dalaminstrumen Semua pemerintahan, pelaku bisnis, dan pemilik
perencanaan dengan menerapkan pengambilan keputusan secara lahan swasta
hirarki untuk pengelolaan biodiversitas:tujuan pertama adalah untuk
menghindari kehilangan; jika itu tidak mungkin, makabertujuan untuk
meminimalkan kehilangan; jika kehilangan biodiversitas tidak dapat
dihindari,dampak harus berhasil dikelola dan tetap mempertahankan
fungsi ekosistem, termasuk, jika memungkinkan, melalui
penggunaanoffset.
3. AKSI DAN IMPLEMENTASI
Aksi Prioritas 3: Mendapatkan hasil yang terukur
Subprioritas 3.1. Meningkatkan sharing pengetahuan

A19. Melakukan penilaian lengkap pada tingkat nasional, negara bagian dan daerah untuk Semua pemerintahan, sektor sains, pelaku bisnis,
mengidentifikasi kebutuhan pengetahuan dan kesenjangan serta mengatur penelitian prioritas serta organisasi sipil
untuk konservasi biodiversitas di semua tingkatan.
A20. Mengembangkan akun biodiversitas nasional, dalam hubungannya dengan perhitungan Pemerintahan Australia untuk mengarahkan pada
lingkungan nasional yang lebih luas dan sistem pelaporan upaya kolaboratif
A21. Melakukan survei sistematis secara waktu melalui Biro Statistik Australia untuk mengukur Pemerintahan Australia
kesadaran komunitas terhadap perlunya konservasi biodiversitas,terkait perubahan perilaku
dan keterlibatan dalam konservasi biodiversitas.

Subprioritas 3.2. Menyelenggarakan inisiasi konservasi yang efisien


A22. Menyelaraskan pendekatan untuk mendaftar spesies terancam dan komunitas ekologi di Semua pemerintahan
seluruh wilayah hukum.
A23. Melaksanakan dan meningkatkan model konservasi biodiversitas yang menerapkan pendekatan Semua pemerintahan, anggota regional NRM
ekosistem secara menyeluruh dalam skala bentang lahan dan bentang laut

Subprioritas 3.3. Mengimplementasikan suatu pemantauan, pelaporan dan evaluasi nasional yang mantap
A24. Pengembangan konsultasi dengan pihak swasta dan industri primer untuk menghasilkan Semua pemerintahan, sektor sains, dan sektor
seperangkat perwakilan secara nasional sebagai indikator biodiversitas dan protokol industri
pemantauan
A25. Meningkatan keselaras secara progresif dan mengintegrasikan produk pelaporan di kalangan Pemerintahan Australia dalam kolaborasinya
pemerintahan untuk perencanaan biodiversitas yang efektif. dengan pemerintahan teritorial
A26. Mengembangkan konsultasi dengan masyarakat dan pemangku kepentingan industriterkait Semua pemerintahan, sektor sains
pedoman nasional untuk menggabungkan manajemen adaptif dalam konservasi biodiversitas
Penutup: kajian Strategi Konservasi
Biodiversitas Australia 2010-2030

Strategi Konservasi Biodiversitas Australia 2010-2030 memberi contoh ;


(1) suatu strategi yang terintegrasi karna melibatkan semua sektor;
(2) berkelanjutan karena memiliki pemantauan, evaluasi, dan
pengembangan yang teratur dan konsisten;
(3) serta efisien karena memiliki target yang terukur dengan jelas.