Vous êtes sur la page 1sur 8

LAPORAN KASUS

ASUHAN KEPERAWATAN BY. N DENGAN


MENINGOCELE
DI RUANG PERINATOLOGI RSUP M.DJAMIL PADANG

OLEH:
KELOMPOK H’18
LATAR BELAKANG

sistem muskuloskeletal (talipes


equinovarus) sebanyak 22,3%

INDONESIA  Data Depkes 2014 – sekarang  sistem saraf (anensefali, spina bifida
231 bayi mengalami kelainan bawaan dan meningokel) sebanyak 22%

labiopalatoschizis sebanyak 18,5%


dan omfalokel 12,5%

2017  5 Kasus
RSUP Dr. M. Djamil Padang

2018  8 Kasus
LANDASAN TEORITIS

Anatomi dan Fisiologi


MENINGOKEL

Definisi Etiologi Manifestasi Klinis

Meningens yang menonjol melalui Belum diketahui secara spesifik. - Gangguan persarafan
vertebra yang tidak utuh dan teraba Banyak faktor seperti keturunan dan - Gangguan mental
sebagai suatu benjolan berisi cairan lingkungan diduga terlibat dalam - Gangguan tingkat kesadaran
dibawah kulit. (Wafi Nur, 2014). terjadinya defek ini.
PATOFISIOLOGI
LANDASAN TEORITIS ASUHAN KEPERAWATAN

Pengkajian Diagnosa Keperawatan

- Identitas Klien - Risiko Infeksi


- Keluhan Utama - Kerusakan Integritas
- Riwayat Kesehatan Sekarang Kulit
- Riwayat Kesehatan Dahulu - Gangguan mobilitas
(Kehamilan) fisik
- Riwayat Kesehatan Keluarga - Inkontinensia urin
- Riwayat Sosial - Resiko cidera
- Pemeriksaan Fisik
ASUHAN KEPERAWATAN KASUS MENINGOKEL

Identitas Pasien Keluhan Utama RKS

Nama Anak : An. N Klien datang melalui IGD 11 Maret 2019


BB/TB : 2,7kg/ 45 cm RSUP Dr. M. Djamil Padang - CT Scan Lumbosakral:
rujukan dari RSUD Solok Meninggokel L4 dan L5
Tanggal Lahir/Usia : 22-02-19/ 17hari pada tanggal 22 Februari - Benjolan pecah
Jenis Kelamin : Perempuan 2019 dengan keluhan menyebabkan luka
terdapat benjolan pada terbuka mengeluarkan
Anak ke :1
punggung bagian bawah pus berwarna merah di
Dx : Meningokel dengan ukuran 3x3x2cm. punggung
- Ruam merah diseluruh
tubuh
- CTEV
PENGKAJIAN NEONATUS

1. Reflek: reflek moro pasien baik,


pasien juga dapat menggenggam
dan menghisap dengan baik
2. Tonus otot/Aktivitas: pasien dapat
menggerakkan tangannya dengan
aktif namun sulit untuk
menggerakkan kakinya karena
kelainan CTEV