Vous êtes sur la page 1sur 34

• Infeksi jamur kulit kerap diderita oleh

masyarakat yang tinggal di negara


beriklim tropis.
• Indonesia memiliki iklim tropis yang
berakibat suhu udara yang panas dan
lembab sehingga menguntungkan bagi
pertumbuhan organisme seperti jamur
dan parasit.
• Jamur dapat tumbuh pada daerah kulit
manusia yang lembab misalnya ketiak,
selangkangan, sela jemari kaki, lipatan
kulit yang lembab, di bawah lipatan
payudara, atau di lipatan bokong.
• Bagian-bagian kulit tersebut selain
lembab, sering tidak kering setiap kali
habis mandi.
Superficial mycotic infections
• Infeksi Mycotic superficial dikenal sebagai
dermatophytoses.
• pada umumnya adalah disebabkan oleh
dermatophytes yang digolongkan oleh jenis:
Trichophyton, Epidermophyton, atau
Microsporum.
• Dermatophytes mempunyai kemampuan
untuk menembus struktur keratinous dari
kulit.
Faktor resiko
1. Infeksi yg berkepanjangan
2. Banyak berkeringat/lembab
3. Banyaknya lipatan kulit
4. Tirah baring terlalu lama
Ciri infeksi
Tampak zona putih berbatas tegas
bersisik terjadi penebalan, dikelilingi
oleh kemerahan
TINEA PEDIS
• Infeksi jamur ini adalah infeksi yang
paling umum dan menyerang sekitar 70
% Px dewasa
• Di kenal dengan “athletes foot”
• Treatment with topical therapy for 2 to 4
weeks often is adequate for mild
infections
• severe infections or involvement of the
nails requires oral therapy
• Tinea capitis bila menyerang kulit
kepala, rambut, alis, dan bulu mata.

• Tinea barbae yang singgah di dagu dan


pipi yang biasa ditumbuhi cambang.
Tinea capitis
Tinea barbae
TINEA MANUUM
Infeksi ini biasanya menyerang pada
permukaan tangan, dapat juga pada
kaki
Mengatasinya hampir sama dengan Tinea
pedis
Penggunaan emolien yg mengandung
asam laktat juga cukup membantu
Tinea unguinum
• bisa menyerang kuku hingga rusak,
rapuh, dan bentuknya tak lagi normal.
Di bagian bawah kuku bakal menumpuk
sisa jaringan kuku rapuh.
Pityriasis versicolor
• alias panu, yang kerap muncul dibadan,
ketiak, lipatan paha, lengan, tungkai
atas, leher, wajah, dan kulit kepala.
• Bentuknya berupa bercak bersisik halus
putih hingga kecokelatan.
• Panu merupakan penyakit jamur
permukaan menahun dan tak
memberikan keluhan berarti.
Tinea corporis
• atau kadas (kurap) timbul di leher atau
badan, ditandai dengan munculnya bercak
bulat atau lonjong, berbatas tegas antara
yang kemerahan, bersisik, dan berbintil.
• Daerah tengahnya biasanya lebih
"tenang", tak berbintil.
• Bila dibiarkan, bisa menjadi penyakit
menahun, keluhannya pun jadi samar-
samar hingga menimbulkan infeksi bakteri.
• Tinea cruris atau infeksi jamur di lipatan paha,
daerah bawah perut, kelamin luar,
selangkangan, dan sekitar anus.
• Penyakit yang satu ini kerap dianggap enteng,
karena lebih enak digaruk ketimbang diobati.
• Tak jarang jamur selangkangan ini wujudnya
menjadi tak karuan.
• Kulit selangkangan pun lebih legam, meradang
dan basah bergetah, terutama jika jamur sudah
ditunggangi infeksi oleh kuman lain.
Candidiasis
• . Infeksi jamur Candida sp. ini banyak
menyerang kulit dan vagina kaum hawa.
Umumnya tak berbahaya, meski dapat
meradang.
• Kehadirannya ditandai dengan penebalan kulit,
lendir putih bak kotoran, peradangan, dan sakit
saat buang air kecil atau senggama.
Penyakit jamur dapat berlangsung selama
bertahun-tahun.
• Setelah diobati dengan obat jamur, biasanya
penyakit akan mereda, tapi kemudian kambuh
lagi. Hal ini yang menimbulkan persepsi bahwa
penyakit jamur sukar disembuhkan.
Candidiasis
• dapat menyerang semua umur terutama
bayi dan orang tua, baik laki – laki
maupun perempuan.
• Jamur penyebabnya terdapat pada
orang sehat sebagai saprofit.
Gambaran klinisnya bermacam –
macam sehingga tidak diketahui data –
data penyebarannya dengan tepat
Berdasarkan tempat yang terkena

• CONANT dkk. (1971), membaginya


menjadi:
• Kandidiasis selaput lendir meliputi:
1).kandidiasis oral (thrush), 2).perléche,
3).vulvovaginitis, 4).balanitis atau
balanopostitis, 5).kandidiasis
mukokutan kronik, 6).kandidiasis
bronkopulmonar dan paru.1
• Kandidiasis kutis meliputi: 1).lokalisata
yaitu daerah intertriginosa dan daerah
perianal, 2).generalisata, 3).paronikia
dan onikomikosis, 4).kandidiasis kutis
granulomatosa.1
• Kandidiasis sistemik meliputi:
1).endokarditis, 2).meningitis,
3).pielonefritis,
• Infeksi pada lipatan kulit (infeksi
intertriginosa) biasanya menyebabkan
ruam kemerahan, yang seringkali
disertai adanya bercak-bercak yang
mengeluarkan sejumlah kecil cairan
berwarna keputihan.
• Biasanya timbul bisul-bisul kecil,
terutama di tepian ruam dan ruam ini
menimbulkan gatal atau rasa panas.
• Ruam Candida di sekitar anus tampak
kasar, berwarna merah atau putih dan
terasa gatal.3
• Infeksi vagina (vulvovaginitis) sering
ditemukan pada wanita hamil, penderita
diabetes atau pemakai antibiotik.
• Gejalanya berupa keluarnya cairan
putih atau kuning dari vagina disertai
rasa panas, gatal dan kemerahan di
sepanjang dinding dan daerah luar
vagina.
OBAT JAMUR KULIT

• Umumnya, obat jamur kulit ini bekerja


menghambat jamur dengan mengganggu
aktivitas sel jamur sehingga menjadi
rusak.
• Obat jamur kulit diberikan berupa krim
atau salep yang dapat dioleskan langsung
pada daerah yang terinfeksi jamur.
• Namun, suatu obat jamur secara sistemik
diperlukan sebagai tambahan bila infeksi
sudah meluas.
Penggolongan obat Jamur
Kulit
• Griseofulvin
• Obat ini efektif untuk infeksi jamur di kulit,
rambut, dan kuku yang disebabkan
berbagai jamur dermatofit seperti
Trichophyton, Epidermophyton, dan
Microsporum.
• Griseofulvin bekerja dengan menghambat
mitosis jamur dengan mengikat protein
mikrotubuler dalam sel.
• Imidazol dan Triazol
• Obat jamur golongan imidazol
mempunyai spektrum yang luas.
• Kelompok ini adalah mikonazol,
klotrimazol, ekonazol, isokonazol,
tiokonazol, dan bifonazol.
• Ketokonazole
• Angka penyembuhan tinea pedis
dengan mikonazol sebesar 95%.
• Tolnaftat
• Tolnaftat merupakan suatu tiokarbamat
yang efektif untuk sebagian besar
dermatofitosis yang disebabkan T.
Rubrum, T. metagrophites, T. tonsurans,
E. Floccosum, M.canis, M. Auduoini dan
P.orbiculare
• tapi tidak efektif terhadap candida.
• Angka penyembuhan tolnaftat pada tinea
pedis sebesar 80%.
• Nistatin
• Obat ini merupakan suatu antibiotik polien
yang dihasilkan oleh Streptomyces
noursei.
• Nistatin terutama digunakan infeksi
kandida di kulit, selaput lendir dan saluran
cerna.

• Lainnya kandisidin, asam benzoat dan


asam salisilat, asam uindesilat,
haloprogin, natamisin, siklopiroks olamin.
PENGOBATAN
• Dengan cara menghindari atau
menghilangkan faktor predisposisi, topikal,
dan sistemik.
Topikal meliputi:
• 1). larutan gentian violet ½-1% untuk
selaput lendir, 1-2% untuk kulit, dioleskan
sehari 2 kali selama 3 hari,
• 2). nistatin: berupa krim, salap, emulsi,
• 3). amfoterisin B,
• 4). grup azol antara lain: Mikonazol 2%
berupa krim atau bedak, Klotrimazol 1%
berupa bedak, larutan dan krim,
Tiokonazol, bufonazol, isokonazol,
Siklopiroksolamin 1% larutan, krim,
Antimikotik yang lain yang berspektrum
luas.
• Sistemik meliputi:
1). Tablet nistatin untuk menghilangkan infeksi
lokal dalam saluran cerna, obat ini tidak
diserap oleh usus,
2). Amfoterisin B diberikan intravena untuk
kandidiasis sistemik,
3). Untuk kandidiasis vaginalis dapat diberikan
kotrimazol 500 mg per vaginam dosis
tunggal, sistemik dapat diberikan ketokonazol
2 x 200 mg selama 5 hari atau dengan
itrakonazol 2 x 200 mg dosis tunggal atau
dengan flukonazol 150 mg dosis tunggal,
4).
Itrakonazol: bila dipakai untuk kandidiasis
vulvovaginalis dosis untuk orang
dewasa 2 x 100 mg sehari, selama 3
hari.
Beberapa terapi non-obat tampaknya
membantu. Terapi tersebut belum diteliti
dengan hati-hati untuk membuktikan
hasilnya, seperti:
1). mengurangi penggunaan gula,
2). memakai bawang putih mentah atau
suplemen bawang putih. Bawang putih
diketahui mempunyai efek anti-jamur
dan antibakteri
3). memakai kapsul laktobasilus
(asidofilus).