Vous êtes sur la page 1sur 38

Asuhan keperawatan

sehat jiwa bayi dan


kehamilan

Mentari Elisabeth 1710711002


Sukma 1710711032
Tumbuh kembang
Pertumbuhan (growth) Perkembangan (development)
merupakan masalah perubahan merupakan bertambahnya
dalam ukuran besar, jumlah, kemampuan (skill keterampilan)
ukuran atau dimensi tingkat sel, dalam dalam struktur dan fungsi
organ individu yang bisa diukur tubuh yang lebih kompleks dalam
dengan ukuran berat (gram, pola yang teratur dan dapat
kilogram), ukuran panjang (cm, diramalkan, sebagai hasil dari
meter). proses pematangan.
2
Dari dua pengertian tersebut bahwa pertumbuhan mempunyai
dampak terhadap aspek fisik, sedangkan perkembangan
berkaitan dengan pematangan fungsi sel dan organ tubuh
indvidu, keduanya tidak
3
bisa terpisahkan.
Umur 1 bulan
Fisik : Berat badan akan meningkat 150-200 gr/mg, tinggi
badan meningkat 2,5 cm/bulan, lingkar kepala meningkat 1,5
cm/bulan. Besarnya kenaikan seperti ini akan berlangsung
sampai bayi umur 6 bulan.
Motorik : Bayi akan mulai berusaha untuk mengangkat kepala
dengan dibantu oleh orang tua, tubuh ditengkurapkan, kepala
menoleh ke kiri ataupun ke kanan, reflek menghisap, menelan,
menggenggam sudah mulai positif.
Sensoris : Mata mengikuti sinar ke tengah.
Sosialisasi : Bayi sudah mulai tersenyum
pada orang yang ada disekitanya.
Umur 2-3 bulan

Fisik : Fontanel posterior sudah menutup.


Motorik : Mengangkat kepala, dada dan berusaha untuk menahannya sendiri
dengan tangan, memasukkan tangan ke mulut, mulai berusaha untuk meraih
benda-benda yang menarik yang ada disekitamya, bisa di dudukkan dengan
posisi punggung disokong, mulai asik bermain-main sendiri dengan tangan dan
jarinya.
Sensoris : Sudah bisa mengikuti arah sinar ke tepi, koordinasi ke atas dan ke
bawah, mulai mendengarkan suara yang didengarnya.
Sosialisasi: Mulai tertawa pada seseorang, senang jika tertawa keras, menangis
sudah mulai berkurang.
Usia 4-5 bulan
Fisik : Berat badan menjadi dua kali dari berat badan lahir, ngeces karena tidak
adanya koordinasi menelan saliva.
Motorik : Jika didudukkan kepala sudah bisa seimbang dan punggung sudah
mulai kuat, bila ditengkurapkan sudah bisa mulai miring dan kepala sudah bisa
tegak lurus, reflek primitif sudah mulai hilang, berusaha meraih benda sekitar
dengan tangannya
Sensoris : Sudah bisa mengenal orang-orang yang sering berada didekatnya,
akomodasi mata positif
Sosialisasi : Senang jika berinteraksi dengan orang lain walaupun belum pemah
dilihatnya/dikenalnya, sudah bisa mengeluarkan suara pertanda tidak senang bila
mainan/benda miliknya diambil oleh orang lain.
6
Usia 6-7 bulan
Fisik : Berat badan meningkat 90-150 gram/minggu, tinggi badan meningkat 1,25
cm/bulan, lingkar kepala meningkat 0,5 cm/bulan, besarnya kenaikan seperti ini
akan berlangsung sampai bayi berusia 12 bulan (6 bulan kedua), gigi sudah mulai
tumbuh.
Motorik : Bayi sudah bisa membalikkan badan sendiri, mindahkan anggota badan
dari tangan yang satu ke tangan yang lainnya, mengambil mainan dengan tangannya,
senang memasukkan kaki ke mulut, sudah mulai bisa memasukkan makanan ke
mulut sendiri.
Sosialisasi : Sudah dapat membedakan orang yang dikenalnya dengan yang tidak
dikenalnya, jika bersama dengan orang yang belum dikenalnya bayi akan merasa
cemas (stangger anxiety), sudah dapat menyebut atau mengeluarkan suara
em....em....em.., bayi biasanya cepat menangis jika terdapat hal-hal yang tidak
7
disenanginya akan tetapi akan cepat tertawa lagi.
Usia 8-9 bulan
Fisik : Sudah bisa duduk dengan Sosialisasi : Bayi mengalami stranger
sendirinya, koordinasi tangan anxiety/merasa cemas terhadap hal-hal
kemulut sangat sering, bayi mulai yang belum dikenalnya (orang asing)
tengkurap sendiri dan mulai belajar sehingga dia akan menangis dan
untuk merangkak, sudah bisa mendorong serta meronta-ronta,
mengambil benda dengan merangkul/memeluk orang
menggunakan jarí- jarinya. yangdicintainya, jika dimarahi dia
sudah bisa memberikan reaksi
Sensoris : Bayi tertarik dengan menangis dan tidak senang, mulai
benda-benda kecil yang disekitarnya. mengulang kata-kata “dada.. dada”
8 tetapi belum punya arti.
Usia 10-12 bulan
Fisik : Berat badan 3 kali berat badan Sensoris : visual/aculty 20-50 positif
waktu lahir, gigi bagian atas dan sudah dapat membedakan bentuk.
bawah sudah tumbuh. Sosialisasi : Emosi positif, cemburu,
Motoik : Sudah mulai belajar berdiri marah, lebih senang pada lingkungan
tetapi tidak bertahan lama, belajar yang sudah diketahuinya, merasa
berjalan dengan bantuan, sudah bisa takut pada situasi yang asing, mulai
berdiri dan duduk sendiri, mulai mengerti akan perintah sederhana,
belajar akan de ngan menggunakan sudah mengerti namanya
sendok akan tetapi lebih senang sendiri,sudah bisa menyebut abi,
menggunakan tangan, sudah bisa ummi.
bermain ci...luk..ba.., mulai senang
mencoret-coret kertas 9
Teori tumbuh kembang Erik
Erikson
◉ Dasar kepercayaan (Basic Trust) vs Ketidakpercayaan
(Mistrust) (0-1,5 Tahun)
Bayi sejak dilahirkan dan mulai kontak dengan dunia luar sangat
bergantung pada orang lain dan lingkungannya. Ia mengharapkan
mendapatkan rasa aman dan rasa percaya pada lingkungan, terutama
ibunya sebagai perantara dengan lingkungan luar. Apabila hubungan
orang tua dengan bayi berjalan dengan baik, dan sebaliknya. Bayi
menggunakan mulut dan pancaindera sebagai alat untuk
berhubungan dengan dunia luar. 10
Menurut Erik Erikson (1968), pada tahun pertama (bayi usia 1-2 bulan) kehidupan
ditandai dengan adanya tahap perkembangan rasa percaya apabila mereka diasuh
dengan cara yang konsisten. Rasa tidak percaya dapat muncul apabila bayi tidak
mendapatkan perlakuan yang baik. Gagasannya tersebut banyak persamaannya
dengan konsep Ainsworth keterikatan yang aman (secure attachment).
Rasa percaya dan tidak percaya tidak muncul hanya pada tahun pertama
kehidupan saja. Tetapi rasa tersebut muncul lagi pada tahap perkembangan
selanjutnya. Bebrapa hal yang harus diperhatikan pada saat anak-anak memasuki
sekolah dengan rasa percaya dan tidak percaya dapat mempercayai guru tertentu
yang banyak memberikan waktu baginya sehingga membuatnya sebagai orang
yang dapat dipercayai. Pada kesempatan kedua ini, anak mengatasi rasa tidak
percaya sebelumnya. Sebaliknya, anak-anak yang meninggalkan masa bayi
dengan tidak percaya, yang mungkin terjadi karena adanya konflik atau perceraian
kedua orang tuanya. 11
◉ Gangguan yang mungkin timbul pada anak usia ini antara lain
seperti sulit makan (setelah usia 6 bulan), iritabilitas,
takut/cemas, dan ingin selalu melekat pada ibu. Adanya tingkat
tergantung yang kuat dapat diinterpretasikan sebagai kurang
berkembangnya dasar kepercayaan dan menjadi factor
predisposisi dalam menimbulkan kelainan jiwa seperti depresi,
skizofrenia dan adiksi

12
Fase perkembangan menurut
Sigmund Freud
◉ Pada fase ini daerah mulut merupakan pusat kepuasan yang diperoleh
melalui berbagai kegiatan. Misalnya kegiatan mengisap atau menggigit yang
dilakukan bayi. Melalui mulut, bayi melakukan kontak pertama dengan
lingkungan.
◉ Konflik utama pada tahap ini adalah proses penyapihan, anak harus menjadi
kurang bergantung pada para pengasuh. Jika fiksasi terjadi pada tahap ini,
Freud percaya individu akan memiliki masalah dengan ketergantungan atau
agresi. fiksasi oral dapat mengakibatkan masalah dengan minum, merokok
makan, atau menggigit kuku 13
◉ Jadi, biarkan saja bila bayi memasukkan jari-jari atau
mainannya ke mulut. Melalui kegiatan ini, ia tengah belajar
banyak dan terus berkembang.
◉ Tidak perlu juga memakaikan bayi sarung tangan yang
justru akan menghalangi kebebasannya melakukan
eksplorasi selama fase ini. Pastikan saja tangannya bersih
dan Anda sudah menggunting kukunya sehingga tidak ada
sudut yang tajam. Bersihkan juga mainan bayi secara
berkala dengan seksama.
14
Stimulasi tumbuh
kembang bayi
15
0-3 bulan
◉ Stimulasi dengan bola-bola kecil aneka warna
Gerakkan bola-bola tersebut ke arah kiri-kanan, hingga merangsang perhatiannya dan
membuatnya tersenyum.
Biarkan si kecil mencoba mengenali bentuk bola itu dengan menyentuhnya. Eksplorasi
ini akan membantu merangsang kemampuan motoriknya.
Manfaat:
Merangsang kemampuan indra penglihatan. Dengan latihan yang terus-menerus, kedua
matanya akan berfungsi optimal. Si kecil akan mampu melihat objek yang dilihat dengan
jelas dan bisa terfokus ketika menatap benda dari jarak yang berlainan
16
◉ Stimulasi dengan mainan/boneka/ gambar menarik
Bentangkan tali di antara dua sisi kiri dan kanan tempat tidurnya.
Gantungkan mainan/boneka/ gambar menarik dengan posisi persis di atas
wajah si bayi. Pastikan talinya terikat erat dalam posisi tegang agar tak jatuh
ke wajah bayi.
Pilihlah bentuk binatang yang lucu, seperti itik, gajah, atau sapi. Usahakan
warna setiap boneka berlainan agar si mungil mulai belajar mengenal warna.
Gerak-gerakkan gantungan itu untuk menarik perhatian si kecil.
Jelaskan satu per satu nama-nama binatang/gambar tersebut.
Manfaat:
Bayi akan belajar mengetahui perbedaan masing-masing bentuk mainan yang
digantung. Untuk tahap berikutnya, tangan si kecil akan menggapai-gapai
17
mainan yang digantung itu, sehingga kemampuan motoriknya terasah.
3-6 bulan
◉ Stimulasi dengan selimut
Posisikan bayi di atas selimut. Ayah memegang kedua ujung yang satu sementara
kedua ujung lainnya dipegang ibu.
Ayunkan selimut perlahan ke kiri dan kanan supaya bayi merasa “diombang-ambing” .
Pastikan semua ujung selimut terpegang erat agar bayi tak jatuh.
Gulung selimut menyerupai sebuah bantalan kemudian telungkupkan bayi di atasnya.
Pegangi si kecil dan biarkan ia mengetahui bagaimana rasanya “menggelinding” .
Manfaat:
Melatih kekuatan/stamina tubuh sebagai elemen dasar untuk melakukan berbagai
aktivitas fisik di kemudian hari. 18
◉ Stimulasi dengan cermin
Bayi pun ingin mengetahui seperti apa, sih, wajahnya. Tunjukkan padanya
cermin dan biarkan ia mengagumi wajah yang terpantul di situ.
Mintalah kakaknya memangku si kecil, kemudian biarkan si kecil
mengamati wajahnya sendiri dan wajah kakaknya di cermin.
Jangan lupa tunjuk wajah yang terlihat di cermin sambil menyebut namanya
dan kakaknya.
Manfaat:
Bayi belajar mengidentifikasikan diri sendiri yang tengah tersenyum atau
tertawa yang membuat kemampuan sosialnya terasah.

19
6-9 bulan
◉ Stimulasi dengan buku cerita
Sembari duduk di pangkuan, tunjukkan pada si kecil buku cerita yang bergambar.
Ceritakan kisah dalam buku itu dengan suara dan intonasi yang enak. Rangsang ketertarikan bayi
dengan materi cerita yang beragam agar tak bosan.
Manfaat: Memperkaya kosakata sehingga kemampuan lisannya akan lebih terasah.
◉ Stimulasi dengan mainan yang bisa berputar
Dalam posisi duduk di pangkuan ibu/bapak, tunjukkan mainan berupa kincir dari kertas.
Tiuplah baling-balingnya agar berputar. Sesekali, hentikan tiupannya dan perhatikan bagaimana reaksi
si kecil.
Manfaat: Melatih respons mata ketika melihat benda berputar dan menumbuhkan rasa ingin tahu
dengan cara mencoba meraih mainan tersebut
20
9-12 bulan
◉ Stimulasi dengan puzzle
Berilah si kecil puzzle sederhana dengan gambar-gambar yang menarik/lucu.
Biarkan si kecil berusaha menyusun puzzle-nya, hingga rasa ingin tahunya terpenuhi.
Manfaat: Merangsang konsep berpikir anak dan menstimulasi motivasi dirinya untuk bisa
menyelesaikan sesuatu.
◉ Stimulasi dengan tumbuhan-tumbuhan
Ajaklah si kecil ke halaman rumah, ke kebun atau paling tidak ajaklah ia mendekati pot bunga.
Kenalkan nama tumbuhan, tekstur daun, warnanya dan buahnya.
Di lain waktu kenalkan ia pada jenis tumbuhan lain.
Manfaat: Belajar mengenal dan beradaptasi dengan21lingkungan sekitar
◉ Stimulasi dengan mainan yang ditumpuk-tumpuk
Beri benda-benda dengan aneka bentuk dan ukuran.
Rangsang si kecil untuk belajar menumpukkan benda-benda tersebut mulai yang
berukuran besar sampai yang paling kecil.
Manfaat: Melatih kemampuan motorik dan mengolah daya pikir serta
kreativitasnya.
◉ Stimulasi dengan mainan mobil-mobilan * Dudukkan si kecil di atas mainan
berbentuk mobil.
Doronglah perlahan-lahan mobil itu maju, mundur, dan belok ke kiri atau kanan.
Biarkan si kecil yang memegang kemudi biar ia merasakan kebanggaan
tersendiri.
Manfaat: Mengasah keterampilan dan melatih
22
keseimbangan tubuh.
Asuhan
Keperawatan sehat
jiwa pada bayi
Diagnosa keperawatan sejahtera Perilaku bayi Intervensi keperawatan

Perkembangan progresif Keterampilan motorik sesuai umu • Bantu pengasuh menetapkan


keterampilan motorik berada dalam batas normal dan harapan realistik untuk bayi
berkembang sepanjang rentang: • Jelaskan kemajuan normal
berbaring datar, mengangkat bahu, keterampilan motorik kepada
berguling, duduk, merangkak, pengasuh dan bantu persiapan
mengangkat badan ke atas, berdiri, untuk keterampilan berikutnya
dll. yang harus dikembangkan
• Tunjukkan kemajuan bayi pada
pengasuh jika diperlukan
Memulai rasa percaya • Mulai menjelajahi lingkungan • Jelaskan perlunya
secara bebas perkembangan rasa percaya
• Menempatkan benda baru ke • Diskusikan kreasi suatu
dalam mulut lingkungan yang aman
• Minta di gendong • Diskusikan cara menyediakan
rangsangan yang beragam
24 untuk bayi (warna, tekstur,
suara)
Memulai pengenalan terhadap • Mengenali benda dan wajah • Diskusikan kemajuan normal
urutan kejadian yang sudah dikenal perilaku dengan pengasuh
• Menunjukkan ketertarikan bila • Perkuat aktivitas pengasuh
baju hangat dipakaikan atau yang meningkatkan
botol diacungkan pertumbuhan dan
• Menghubungkan suara perkembangan
dengan benda
Melakukan gerakan meniru • Meniru ekspresi wajah orang • Dorong pengasuh untuk
lain bermain dengan bayi
• Bermain tepuk tangan atau • Diskusikan kemajuan normal
ciluk-ba perilaku
• Terikat dengan perilaku • Perkuat aktivitas pengasuh yang
berulang seperti memukul peningkatkan pertumbuhan dan
benda di atas permukaan yang perkembangan
keras • Diskusikan rentang normal
• Meniru suara-suara perilaku
Memulai pengenalan terhadap • Mencari mainan yang telah • Diskusikan implikasi keadaan
objek permanen dipindahkan 25 menetap terhadap benda akan
• Mencari ibu setelah ibu menemukan cara baru untuk
meninggalkan ruangan mendistraksi bayi jika diperlukan
Memulai perolehan keterampilan • Menggunakan sub kata yang • Diusikan kemajuan normal
verbal aneh dari keterampilan vokal
• Membuat bunyi untuk mencari • Tunjukkan perilaku khusus
perhatian pada pengasuh
• Membuat bunyi untuk • Perjelas harapan pengasuh
menunukkan objek tertentu untuk bayi
• Memahami kata “tidak”
Interaksi progresif dengan anggota • Tersenyum pada anggota • Tunjukkan perilaku interaktif
keluarga keluarga bayi
• Mengenali anggota keluarga • Diskusikan kemajuan perilaku
ketika mereka masuk bidang normal
pandangan
• Mencapai anggota keluarga-
menggenggam tangan
• Memainkan permainan dengan
anggota keluarga
Memulai ekspresi kesenangan • Tersenyum saat • Dorong interaksi dengan bayi
berkaitan dengan aktivitas berulang mengguncangkan kerincingan • Diskusikan perlengkapan
atau memukul objek di laintai mainan sesuai usia
26
• Tertawa, menjerit pada bunyi • Diskusikan cara untuk
atau mainan tertentu mendorong antusias anak
• Memainkan ci-luk-ba dengan
antusias
Definisi kehamilan
Kehamilan adalah suatu proses yang normal akan tetapi kebanyakan wanita
akan mengalami perunahan baik dari segi psikologis maupun emosional
selama kehamilan. Sering kali kita mendengar betapa bahagianya dia
karena akan menjadi seorang ibu tetapi jarang ada wanita yang meras
khawatir kalau terjadi masalah selama kehamilannya, misalnya ibu takut
dengan anak yang akan dilahirkannya apakah normal ataukah tidak atau
mungkin ibu takut kehilangan kecantikannya.
PERUBAHAN DAN ADAPTASI PSIKOLOGIS
SELAMA MASA
1. Tahap KEHAMILAN
antisipasi
Dalam tahap ini wanita akan mengawali adaptasi perannya
Perubahan peran dengan merubah peran sosialnya melalui latihan formal
selama kehamilan (misalnya kelas-kelas khusus kehamilan) dan informal
4. Tahap akhir melalui model peran (role model).
2. Tahap honeymoon (menerima peran, mencoba
(perjanjian) menyesuaikan diri)
Meskipun ia sudah Pada tahap ini wanita sudah mulai menerima peran barunya
cukup stabil dalam dengan cara mencoba menyesuaikan diri
menerima perannya, 3. Tahap stabil (bagaimana mereka dapat melihat
namun ia tetep penampilan dalam peran)
mengadakan Tahap sebelumnya mengalami peningkatan sampai ia
“perjanjian” dengan mengalami suatu titik stabil dalam penerimaan peran
dirinya sendiri barunya
untuk sedapat
mungkin “menepati
Perubahan psikologis
1. Perubahan psikologis trimester I (periode penyesuaian)
selama
 Ibukehamilan:
merasa tidak sehat dan kadang merasa benci dengan
kehamilannya.
 Kadang muncul penolakan, kekecewaan, kecemasan, dan kesedihan.
Bahkan kadang ibu berharap agar dirinya tidak hamil saja.

2. Perubahan psikologis trimester II (periode kesehatan yang baik)


 Ibu merasa sehat, tubuh ibu terbiasa dengan kadar hormon yang
tinggi.
 Ibu sudah dapat menerima kehamilan.

3. Perubahan psikologis trimester III (penantian dengan penuh


kewaspadaan)
 Rasa tidak nyaman timbul kembali, merasa dirinya jelek, aneh, dan
tidak menarik
 Merasa tidak menyenangkan ketika bayi tidak lahir tepat waktu
MASALAH EMOSI SELAMA
Trimester I:
KEHAMILAN
Sering terjadi fluktuasi lebar aspek emosional sehingga periode ini
mempunyai
Trimester II: risiko tinggi untuk terjadi pertengkaran atau rasa tidak nyaman.
Fluktuasi emosional sudah mulai mereda dan perhatian wanita hamil lebih
terfokus pada berbagai perubahan tubuh yang terjadi saat kehamilan,
kehidupan seksual keluarga dan hubungan bathiniah dengan bayi yang
dikandungnya.
Trimester III:
Berkaitan dengan bayangan risiko kehamilan dan proses persalinan sehingga
wanita hamil sangat emosional dalam upaya mempersiapkan atau
mewaspadai segala sesuatu yang akan dihadapi.

Hubungan episode
kehamilan dengan reaksi
psikologis yang terjadi
a. Kehabisan tenaga atau kebanyakan
gerak
b. Tidak bisa tidur walaupun
Tanda dan
mempunyai kesempatan
gejala
c. Lebih sering lupa
psikologis ibu
d. Senantiasa berfikiran negatif
hamil
e. Tiba-tiba takut atau gugup
f. Rasa bingung dan bersalah
g. Kehilangan kepercayaan dan harga
diri
FAKTOR PENYEBAB KEHAMILAN
TIDAKKurang
DIINGINKAN
Akses media
Perilaku pengetahua mengenai
seksual n korban pornografi
pranikah mengenai didapatkan
secara bebas pendidikan dari teman
seks sebaya
Sikap orang
tua yang Pergaulan
kurang peduli korban dengan
terhadap teman sebaya
pergaulan menjurus ke
anaknya pergaula bebas
TAHAP AWAL
Dilakukan assesment untuk mengetahui
apa yang dibutuhkan dan dikeluhkan.
TAHAP KERJA ATAU TAHAP INTI
Melakukan deep iterview atau wawancara mendalam untuk
mengetahui masalah apa yang dialami konseli,mengeksplor
dan membantu menemukan alternatif pemecahan masalah

TAHAP AKHIR ATAU EVALUASI


Belum menutup konseling dan membuat kesimpulan karena proses
konseling masih berlangsung, selama proses konseling ada
perubahan yang terlihat dan konselor berupaya agar proses
konseling berhasil

PROSES KONSELING KEHAMILAN


TIDAK DIINGINKAN
DAMPAK PASCA PEMBERIAN
KONSELING
Berdasarkan proses konseling yang diberikan
meunjukkan beberapa perubahan yang positif pada
perilaku dan perasaan konseli.
- Berkurang rasa trauma dengan pasangan
- Lebih percaya diri dalam bergaul dan realistis
- Mulai bisa menerima anak dan lebih mengerti akan
tanggung jawab sebagai ibu
DX
ASUHAN KEPERAWATAN INTERVENSI RASIOAL
Gangguan a. Terima persepsi diri klien dan berikan jaminan a. Untuk memvalidasi perasaannya
citra tubuh b.d bahwa ia dapat mengatasi krisis ini b. Untuk meningkatkan rasa
perubahan b. Dorong klien melakukan perawatan diri kemandirian
penampilan c. Kaji kesiapan klien, kemudian libatkan klien dalam c. Keterlibatan dapat memberikan
mengambil keputusan perawatan diri bila rasa kontrol dan meningkatkan
memungkinkan harga diri
d. Berikan kesempatan kepada klien untuk d. Agar klien dapat mengungkapkan
menyatakan perasaan tentang citra tubuhnya keluhannya dan memperbaiki
e. Bimbing dan kuatkan fokus klien pada aspek-aspek kesalahpahaman
positif dari penampilannya dan upayanya dalam e. Untuk mendukung adaptasi dan
menyesuaikan diri dengan perubahan citra kemajuan berlanjut
tubuhnya
f. Orientasikan klien ke lingkungan sekitar
Ketakutan b.d a. Berikan informasi sesuai tingkat a. Untuk mengurangi ansietas klien dan
ketidakbiasaan pemahaman atau penerimaan klien meningkatkan kerja sama
b. Orientasikan klien ke lingkungan b. Untuk berorietasi terhadap
sekitar waktu,tempat,orang dan kejadian
c. Orientasikan keluarga pada c. Tindakan ini dapat membantu
kebutuhan khusus klien dan izinkan memberikan dukungan yang efektif
anggota keluarga berpartisipasi d. Untuk membantu klie mengurangi
dalam memberikan perawatan ketakutannya
d. Atur anggota keluarga tinggal
bersama klien

Gangguan pola tidur b.d a. Berikan kesempata klien untuk a. Mendengar aktif dapat membantu
faktor psikologis mendiskusikan keluhan yang menentukan penyakit kesulitan tidur
mungkin menghalangi tidur b. Tindakan ini memungkinkan asuhan
b. Rencanakan asuhan keperawatan keperawatan yang konsisten dan
rutin yang memungkinkan pasien memberikan waktu untuk tidur tanpa
tidur tanpa gangguan selama terganggu
beberapa jam c. Tindakan ini dapat mendorong istirahat
c. Ciptakan lingkungan tenang yang dan tidur
kondusif untuk tidur
d. Berikan bantuan tidur kepada klien seperti d. Susu dan beberapa kudapan protein ,
bantal, mandi sebelum tidur, makanan atau seperti keju dan kacang, higiene secara
minuman dan bahan bacaan rutin, yang dapat mempermudah tidur
e. Berikan pendidikan kesehatan kepada klien e. Upaya relaksasi yang bertujuan
teknik relaksasi biasanya dapat membantu
meningkatkan tidur

Ansietas b.d ancaman a. Kaji tingkat ansietas (ringan, sedang, a. Untuk mengurangi tingkat
terhadap konsep diri berat,panik) kecemasan
atau status peran b. Beri kenyamanan dan ketentraman hati pada b. Untuk mengurangi rasa khawatir
sekunder akibat klien klien
kehamilan c. Singkirkan stimulasi yang berlebihan c. Agar klien menjadi lebih tenang