Vous êtes sur la page 1sur 23

ANALISIS TINGKAT

PENCAHAYAAN ALAMI
[STUDI KASUS RUANG
KAMAR KOS]
Disusun oleh :
1. Eka Putri A 1 85060500111049
2. Harits Ahmad Fasa 1 85060500111042
3. M. Izzulhaq 1 85060501111010
4. Ririh Dyah P 1 85060501111026
5. Tasya Salsabila K. 1 85060500111022
PENCAHAYAAN ALAMI

 Pencahayaan alami adalah pemanfaatan cahaya yang berasal


dari benda penerang alam seperti matahari, bulan, dan bintang
sebagai penerang ruang. Karena berasal dari alam, cahaya
alami bersifat tidak menentu, tergantung pada iklim, musim,
dan cuaca.
 Keuntungan dari pencahayaan alami selain menghemat energi
listrik juga mampu membunuh kuman. Untuk memperoleh
pencahayaan alami diperlukan jendela yang besar sekurang-
kurangnya 1/6 dari luas lantai.
FAK TOR YANG PERLU DIPERHATIKAN AGAR
PENGGUNAAN PENCAHAYAAN ALAMI MENDAPAT
KEUNTUNG AN :

 Variasi intensitas cahaya matahari


 Distribusi dari terangnya cahaya
 Efek dari lokasi, pemantulan cahaya
 Letak geografis dan kegunaan bangunan gedung
SUMBER CAHAYA UTAMA YANG DAPAT
DIMANFAATKAN:

 Sunlight, cahaya matahari langsung dan tingkat cahayanya


tinggi
 Daylight, cahaya matahari yang sudah tersebar dilangit dan
tingkat cahayanya rendah
 Refected light, cahaya matahari yang sudah dipantulkan
STRATEGI DALAM MERANCANG UNTUK
PENCAHAYAAN ALAMI EFEKTIF:

 Naungan (shade), untuk mencegah silau dan panas


berlebihan karena terkena cahaya langsung.
 Pengalihan (redirect), mengalihkan dan mengarahkan
cahaya ketempat yang diperlukan.
 Pengendalian (control), mengendalikan jumlah cahaya yang
masuk sesuai waktu dan kebutuhan.
 Efisiensi, menggunakan cahaya secara efisien.
 Intefrasi, integrasikan bentuk pencahayaan dengan
arsitektur bangunan tersebut.
ALAT PENGUKUR CAHAYA

 Lux meter LX-101 merupakan alat ukur yang digunakan untuk


mengukur kuat penerangan (tingkat penerangan) pada suatu
area atau zona tertentu. Lux meter terdiri dari rangka, sebuah
sensor dengan sel foto dan layar panel
TABEL SNI TINGKAT PENCAHAYAAN ALAMI
LOKASI KOST

JALAN CIPANAS NO.DALAM,


PENANGGUNGAN, KLOJEN, KOTA
MALANG, JAWA TIMUR 65113
LOKASI TAPAK
LOKASI DAN ORIENTASI BANGUNAN
DATA BANGUNAN

 Lokasi : Jalan Cipanas No.10, Penanggungan, Klojen, Kota


Malang, Jawa Timur 65113, Indonesia
 Luas : 45m 2
 Lingkungan : berada pada wilayah padat penduduk yang sedikit
jauh dari jalan besar. Melewati gang gang kecil sebelum sampai
pada bangunan.
BUKAAN PADA RUMAH

Awning Window

Ukuran 160 cm x 60 cm. Jendela


jenis ini membuka kearah luar
dengan posisi engsel di atas.
Dengan ventilasi ruangan yang
cukup memadai dan sudut bukaan
bisa diatur sesuai kebutuhan.
Hung Window

Memiliki bentuk yang unik. Dalam


1 kusen, terdapat 3 daun jendela
yang disusun secara vertikal
(tumpang-tindih). Jendela ini bisa
dibuka secara sliding/ geser atau
dibuka keluar. Hati-hati saat
melongokkan kepala di jendela
ini. Pastikan Anda sudah
membukanya dengan baik, agar
jendela yang ditambatkan ke atas
tidak geser ke bawah secara tiba-
tiba dan mengenai kepala Anda.
SHADING DEVICE

Berjenis overhang pada


bagian area depan
rumah, Menghalau
sinar matahari
langsung.
ARAH PERGERAKAN MATAHARI
HUBUNGAN ANTARA BUKAAN DAN
MASUKNYA CAHAYA
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERUBAHAN
TINGKAT PENCAHAYAAN ALAMI

1. Kondisi cuaca
2. Posisi matahari
3. Orientasi bangunan
4. Posisi dan luas bukaan
5. Vegetasi dan bangunan sekitar
HASIL ANALISA PENCAHAYAAN ALAMI

1. Observasi Langsung
Lantai 1 terdiri dari 2 kamar kos, 1 kamar mandi, dan ruang
bebas

Kamar Kamar
kos kos

R. Bebas

KM
U

Ukuran kamar kos : (p x l x t ) : ( 3 x 3 x 3)


Cat dinding : Putih
ARAH MASUKNYA CAHAYA MATAHARI KE
RUANG KAMAR
PEMBAYANGAN BANGUNAN

Pagi Siang

Sore
HASIL ANALISA PENCAHAYAAN ALAMI

2. Hasil pengukuran
1 . 21 Juni – 21 Juli
Pagi : 0010 lux
Siang : 0038 lux
Sore : 0027 lux
2. 21 Maret – 21 September
Pagi : 0013 lux
Siang : 0044 lux
Sore : 0028 lux
3. 21 Desember – 21 Januari
Pagi : 0013 lux
Siang : 0017 lux
Sore : 0023 lux
GRAFIK TINGKAT PENCAHAYAAN ALAMI
KESIMPULAN

Dari hasil analisis tingkat pencahayaan alami yang sudah


dilakukan pada ruang berupa kamar kost, rata-rata hasil
pengukuran masih dibawah SNI tingkat pencahayaan, yaitu
untuk kamar tidur sekitar 120-150 lux. Tingkat pencahayaan
pada kamar kos yang diukur masih berada dibawah SNI karena
berbagai hal seperti kurangnya jumlah bukaan pada bangunan,
posisi & luas bukaan, dan orientasi pada bangunan maupun
orientasi ruang kamar tidur itu sendiri.