Vous êtes sur la page 1sur 29

Kelompok : 2-B

ASTHMA
Asma adalah suatu keadaan klinik
yang ditandai oleh terjadinya
penyempitan bronkus yang berulang
namun reversibel, dan diantara
episode penyempitan bronkus
tersebut terdapat keadaan ventilasi
yang lebih normal.
Tahap Gejala Gejala PEF
Malam
Tahap 4 Terus menerus, aktivitas Sering < 60%prediksi
Persisten fisik terbatas variabilitas >
Berat 30%

Tahap 3 Saat serangan >1 >60%<80%


Persisten mengganggu aktivitas kali/minggu pred
Sedang variabilitas 20-
30%
Tahap 2 > 1 kali/minggu, tetapi < > 2 kali/bulan > 80%
Persisten 1 kali perhari prediksi
Ringan variabilitas 20-
30%
Tahap 1 <1 kali/minggu diantara < 2 kali/bulan 80% prediksi
Intermitten serangan tanpa gejala variabilitas
dan PEF normal <20%
Mengontrol
gejala

Mencegah Mencegah
kematian eksaserbasi

Tujuan
terapi
asma
Mencegah
Mempertahankan
obstruksi
fungsi paru
sal.nafas

Mempertahankan
level aktivitas
normal
Edukasi pasien

Menilai dan monitoring


derajat asma

Hindari dan kontrol faktor


pencetus
Penatalaksanaan
asma Perencanaan pengobatan
jangka panjang

Perencanaan tatalaksana
eksaserbasi

Perawatan & follow up


R/Salbutamol tab mg 4 No XV
S 3 dd 1
R/ Methylprednisolon tab mg 8 No X
S 2 dd 1
R/ Ambroxol mg 30
Guaphenesin mg 50
Mf pulv da in cap dtd No XV
S 3 dd 1
R/ Ventolin diskhaler 200 mcg No I
S uc
R/ Obucort swinghaler No I
S uc

Pro : Tn (40 th)


Indikasi : asma dan kondisi lain Efek samping : tremor ringan terutama
yang berkaitan dengan obstruksi pada tangan, takikardi ringan,
saluran napas yang reversible. palpitasi
Kontra indikasi : hipersensitivitas

Mekanisme kerja : stimulasi reseptor B2 pada bronki


yang menyebabkan aktivasi dari adenilsiklase. Enzim
ini memperkuat perubahan ATP yang energy menjadi Bentuk sediaan : 2 mg, 4 mg, sirup : 2mg/5
cAMP dengan pembebasan energi yang digunakan ml
untuk proses dalam sel. Cara penyimpanan : tempat kering,
terhidar dari cahaya matahari, di suhu
ruangan
Dosis : 2-4 mg, 3 kali sehari, setelah makan.
Kontraindikasi : Hipersensitif
Cara pembuangan : Terlebih dahulu
dikeluarkan dari blisternya, gerus atau
tumbuk hingga pecah dan tak berbentuk.
Bisa dilarutkan dengan air bila larut, atau
dibuang di tempat sampah, atau ditimbun
langsung ke tanah. Cara lain, bisa dengan
tablet/sediaan padat lainnya dihancurkan
lalu dicampur tanah/bahan kotor lainnya,
kemudian diplastikin, buang ke tempat
dibuang.
Indikasi : gangguan endokrin, penyakit rematik,
alergi, pernapasan, gangguan hematologi, GI,
system syaraf, edema Bentuk sediaan : 4 mg dan 8 mg.
Cara penyimpanan : tempat kering,
terhidar dari cahaya matahari, di suhu
Dosis : 4 – 48 mg/hari.
ruangan
Kontraindikasi : infeksi jamur sistemik, laktasi

Efek samping : gangguan cairan tubuh dan


Mekanisme kerja : menghambat akumulasi
elektrolit, lemah otot, gangguan penyembuhan
luka, peningkatan tekanan darah, syndrome sel inflamasi termasuk makrofag dan
chusing, osteoporosis. leukosit pada lokasi inflamasi.
Menghambat fagositosis, pelepasan enzim
lisosomal, sintesis atau pelepasan
beberapa mediator kimia inflamasi.
Cara pembuangan : Terlebih dahulu
dikeluarkan dari blisternya, gerus atau
tumbuk hingga pecah dan tak berbentuk.
Bisa dilarutkan dengan air bila larut, atau
dibuang di tempat sampah, atau ditimbun
langsung ke tanah. Cara lain, bisa dengan
tablet/sediaan padat lainnya dihancurkan
lalu dicampur tanah/bahan kotor lainnya,
kemudian diplastikin, buang ke tempat
dibuang.
Indikasi : mukolitik Mekanisme kerja obat ambroxol adalah dengan
Mekanisme kerja : mengeluarkan lendir menstimulasi selserous dari tonsil pada mukous
yang kental dan lengket dari saluran membran saluran bronchus, sehingga
pernapasan dan mengeluartkan staknasi meningkatkan sekresi mukous didalamnya dan
cairan sekresi. merubah kekentalan komponen serous dan
Dosis : 30 mg, 3 kali sehari 1 tab mukous dari sputum menjadi lebih encer dengan
Kontra indikasi : - menurunkan viskositasnya
Efek samping : rx alergi, efek GI ringan

Bentuk sediaan : tablet : 2 mg dan 4 mg,


tablet extended release : 4 mg dan 8 mg,
sirup 2mg/5 ml, nebulizer : 1.25 mg/ 3ml
Cara pembuangan : Terlebih dahulu
dikeluarkan dari blisternya, gerus atau
tumbuk hingga pecah dan tak berbentuk.
Bisa dilarutkan dengan air bila larut, atau
dibuang di tempat sampah, atau ditimbun
langsung ke tanah. Cara lain, bisa dengan
tablet/sediaan padat lainnya dihancurkan
lalu dicampur tanah/bahan kotor lainnya,
kemudian diplastikin, buang ke tempat
dibuang.
Indikasi : ekspektoran, mengobati batuk dan Sediaan : Tablet 100 mg
penyumbatan dahak akibat kondisi seperti Cara penyimpanan : tempat
bronchitis, flu dan pilek kering, terhidar dari cahaya
matahari, di suhu ruangan
Mekanisme kerja : meningkatkan volume dan
menurunkan viskositas dahak di trakea dan
bronki, kemudian merangsang dahak menuju
faring

Dosis : 100-200 mg, 3 kali sehari.


Kontraindikasi : hipersensitif
Efek samping : sakit perut, diare, mual
muntah, pusing
Cara pembuangan : Terlebih dahulu
dikeluarkan dari blisternya, gerus atau
tumbuk hingga pecah dan tak berbentuk.
Bisa dilarutkan dengan air bila larut, atau
dibuang di tempat sampah, atau ditimbun
langsung ke tanah. Cara lain, bisa dengan
tablet/sediaan padat lainnya dihancurkan
lalu dicampur tanah/bahan kotor lainnya,
kemudian diplastikin, buang ke tempat
dibuang.
Indikasi : gejala dan pencegahan Kontraindikasi : pasien dengan
bronkospasme akibat asam bronchial, hipersensitivitas salbutamol sulfat,
bronchitis kronik dan gangguan pasien dengan alergi laktosa dan
bronkopulmoner kronis lainnya
susu.

Mekanisme kerja : bronkodilatasi melalui stimulasi Rute pemberian : inhalasi


reseptor beta-2 adrenergik di otot polos bronkus
dan menyebabkan relaksasi dari serat otot Cara penyimpanan : suhu
ruangan, trhindar dar paparan
bronkus.
cahaya matahari langsung,
Dosis : 200 mcg, 3-4 kali sehari jangan di simpan pada suhu >8 c
Cara pembuangan : canister tidak boleh di
hancurkan, di lubangi, dibakar walaupun isi
sudah habis. wadah inhaler yang kosong
dapat diberikan kembali pada farmasis.
- Indikasi : asma bronchial.
- Mekanisme kerja : anti inflamasi kuat untuk
mengurangi peradangan dan hiper-reaktivitas Bentuk sediaan : obucort swing haler inhaler
200 mcg/dosis
saluran pernapasan yang disebabkan oleh
Cara penyimpanan : suhu ruangan, trhindar
asma. dar paparan cahaya matahari langsung,
- Dosis : 200-1200 mcg/hari, 2-4 kali sehari. jangan di simpan pada suhu >8 c,
Cara buang : canister tidak boleh di
- Kontraindikasi : hipersensitii terhadap hancurkan, di lubangi, dibakar walaupun isi
budesonid, pasien TBC dan infeksi saluran sudah habis, wadah inhaler yang kosong
napas. dapat diberikan kembali pada farmasis.
- Rute pemberian : inhalasi.
- Efek samping : hipertensi, takikardi,
hipersensitivitas.
Buka tutup mouthpiece disk-haler
Buka tutup disk-haler (disk-haler
lid) untuk membuka plastik
penutup obat
Keluarkan nafas (ekspirasi
maksimal), masukkan mulut ke
turbuhaler
Hisap secara kuat dan cepat
(inspirasi maksimal)
Tahan napas dan hitung sampai 5-
10
Tutup kembali turbuhaler
Tarik tempat disk ke depan agar
obat yang sudah habis bergeser,
dorong ke tempat semula
Kumur setelah menghisap