Vous êtes sur la page 1sur 17

GANGGUAN SISTEM MUSKULOSKELETAL

(OSTEOSARCOMA)

Oleh
KELOMPOK 7
PENGERTIAN OSTEOSARCOMA

Osteosarkoma disebut juga osteogenik sarcoma


adalah suatu neoplasma ganas yang berasal dari
sel primitive (poorly differentiated cells) di
daerah metafise tulang panjang. Disebut
osteogenik oleh karena perkembangannya
berasal dari seri osteoblastik sel mesenkim
primitif.
ETIOLOGI OSTEOSARCOMA

Penyebab pasti osteosarkoma belum diketahui.


Namun, beberapa hal berikut menjadi faktor resiko
yang menyebabkan terjadinya osteosarkoma
1. Kecepatan Pertumbuhan Tulang
Kecepatan pertumbuhan tulang nampaknya menjadi
predisposisi seseorangterkena osteosarkoma,
berdasarkan insidens yang terjadi pada masa remaja
danlokasi tipikal pada daerah metafiseal yang
berbatasan dengan fisis pada tulang panjang.
2. Faktor Lingkungan
Faktor lingkungan yang berpengaruh terhadap
osteosarkoma adalah pengaruhradiasi.
3. Predisposisi Genetik
Mutasi genetik merupakan dasar berkembangnya
osteosarkoma. Pasien denganretinoblastoma (Rb)
herediter memiliki resiko ratusan kali lipat
terhadapterjadinya osteosarkoma, hal ini
berhuubungan dengan mutasi gen Rb.
4. Displasia Tulang
Hal ini juga menyangkut paget disease, displasia
fibrosa, enkondromatosis, daneksotose multipel
herediter dan retinoblastoma yang merupakan faktor
resiko.
LOKASI OSTEOSARCOMA
Tumor ini paling sering ditemui di distal femur atau
proximal tibia (48%), pelvisdan proximal femur
(14%), bahu dan proximal humerus (10%) dan dapat
puladitemukan di radius distal dan humerus
proximal.

Lokasi osteosarkoma
(distal femur atau proximal tibia).
MANIFESTASI KLINIS OSTEOSARCOMA
Osteosarkoma bermanifestasi sebagai massa yang
terus membesar, sering nyeri, dan mungkin
menimbulkan perhatian karena fraktur pada tulang
yang terkena. Meskipun kombinasi gambaran klinis
dan radiografik mungkin memberi dukungan kuat
mengenai diagnosis, diperlukan konfirmasi
histologis untuk semua kasus. Osteosarkoma
konversional adalah lesi agresif yang bermetastasis
melalui aliran darah pada awal perjalanan
penyakitnya. Paru sering menjadi tempat
metastasis.
Bentuk lain osteosarkoma adalah varian parosteal
(jukstakorteks), periosteal, telangiektatik, intraoseus
derajat ringan, dan sel kecil

Osteosarkoma pada proksimal humerus.


KLASIFIKASI OSTEOSARCOMA
Berdasarkan atas gradasi, lokasi, jumlah dari
lesinya, penyebabnya, maka osteosarkoma
dibagi atas beberapa klasifikasi atau variasi
yaitu:
1. Osteosarkoma klasik
Osteosarkoma klasik merupakan tipe yang
paling sering dijumpai. Tipe ini disebut juga
osteosarkoma intrameduler derajat tinggi (High-
Grade Intramedullary Osteosarcoma). Tipe ini
sering terdapat di daerah lutut pada anak-anak
dan dewasa muda.
2. Osteosarkoma hemoragi atau telangektasis
Pada plain radiografi kelihatan gambaran lesi
yang radiolusen dengan sedikit kalsifikasi atau
pembentukan tulang. Gambaran seperti ini
sering dikelirukan dengan lesi benigna pada
tulang seperti aneurysmal bone cyst. Terjadi
pada umur yang sama dengan klasik
osteosarkoma. Tumor ini mempunyai derajat
keganasanyang sangat tinggi dan sangat agresif.
Diagnosis denganbiopsi sangat sulit oleh karena
tumor memiliki sedikit jaringanyang padat, dan
sangat vaskuler.
3. Parosteal osteosarkoma
Parosteal osteosarkoma yang tipikal ditandai
dengan lesi pada permukaan tulang, dengan
terjadinya diferensiasi derajat rendah dari
fibroblas dan membentuk woven bone atau
lamellar bone. Biasanya terjadi pada umur lebih
tua dari osteosarkoma klasik, yaitu pada umur
20 sampai 40 tahun. Bagian posterior dari distal
femur merupakan daerah predileksi yang paling
sering, selain bisa juga mengenai tulang-tulang
panjang lainnya.
4. Periosteal osteosarkoma
Periosteal osteosarkoma merupakan
osteosarkoma derajat sedang (moderate-grade)
yang merupakan lesi pada permukaan tulang
bersifat kondroblastik, dan sering terdapat pada
daerah proksimal tibia. Sering juga terdapat
pada diafise tulang panjang seperti pada femur
dan bahkan bisa pada tulang pipih seperti
mandibula.
5. Osteosarkoma sekunder
Osteosarkoma dapat terjadi dari lesi jinak
padatulang, yang mengalami mutasi sekunder dan
biasanyaterjadi pada umur lebih tua. Dapat berasal
dari Paget’s disease, osteoblastoma, fibous
dysplasia, dan benigngiant cell tumor.
6. Osteosarkoma intrameduler derajat rendah
Tipe ini sangat jarang dan merupakan variasiosseofibrous
derajat rendah yang terletak intrameduler.Secara
mikroskopik gambarannya mirip dengan
parostealosteosarkoma. Lokasinya pada daerah metafise
tulangdan terbanyak pada daerah lutut. Penderita
biasanyamempunyai umur yang lebih tua yaitu antara 15 –
65tahun.
7. Osteosarkoma akibat radiasi
Osteosarkoma bisa terjadi setelah mendapatkan
radiasi melebihi dari 30Gy. Onsetnya biasanya
sangat lama berkisar antara 3 - 35 tahun, dan
derajat keganasannya sangat tinggi dengan
prognosis jelek dan angka metastase yang tinggi.
8. Multifokal osteosarkoma
Variasiini sangat jarang yaitu terdapatnya lesi
tumor yang secara bersamaan pada lebih dari satu
tempat. Hal ini sangat sulit membedakan apakah
sarkoma memang terjadi bersamaan pada lebih
dari satu tempat atau lesi tersebut merupakan
suatu metastase.
PATOFISIOLOGI OSTEOSARCOMA
Osteosarkoma dapat terjadi pada tulang mana
saja. Namun lebih sering pada tulang
ekstremitas yang posisinya dekat dengan
metaphyseal growth plate. Bagian yang paling
sering adalah femur (42% dengan kejadian 75%
tumor pada distal femur), tibia (19% dengan
kejadian 80% pada proksimal tibia), dan
humerus (10% dengan kejadian90% tumor pada
proksimal humerus). Lokasi lainnya adalah
tengkorak dan rahang (8%) serta pelvis (8%).
PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK OSTEOSARCOMA

1. Pemeriksaan Laboratorium
 Biopsi
 Pemeriksaan darah

2. Pemeriksaan Radiologi
Foto Polos
CT Scan dan MRI
Bone Scan (Bone Scintigraphy)
Angiografi
PENATALAKSANAAN / TERAPI OSTEOSARCOMA

1. Kemoterapi
Kemoterapi merupakan pengobatan yang sangat vital pada
osteosarkoma, terbukti dalam tiga puluh tahun belakangan
ini dengan kemoterapi dapat mempermudah melakukan
prosedur operasi penyelamatan ekstremitas (limb salvage
procedure) dan meningkatkan survival rate dari penderita.
2. Operasi
3. Follow up post operasi
Post operasi dilanjutkan dengan pemberian kemoterapi obat
multiagent seperti pada sebelum operasi. Setelah
pemberian kemoterapinya maka dilakukan pengawasan
terhadap kekambuhan tumor secara lokal maupun adanya
metastase, dan komplikasi terhadap proses rekonstruksinya.
KONSEP ASUHAN KEPERAWATAN DAN ASUHAN
KEPERAWATAN PADA PASIEN
OSTEOSARKOMA

Open Ms. Word