Vous êtes sur la page 1sur 70

Group 4th

dr. Hasrul Han, M. Phil


 Vengky utami -1095
 Okky Mararinanda -1015
 Azwar Zulmi -1041
 Rizka Mardhia Harni -1105
 Bimbi Angrayuni delta -1081
 Rahmat Adhi Ifnati -1054
 Andi P. S. -1080
 R. Kavitha -1128
 Endrianus J. P. -1117
 Martha Andriani -1010
 Tiara Rasmita -1022
 Ferazona Wardhani -1101
 Mrs. Bunga, 38 years old (G3P2A0) from moddle
income family comes to the public health center
with chief complain vaginal bleeding. She also
complains abdominal cramping and has missed
her period for about 8 weeks. The patient also
feels nausea, sometimes has vomiting and breast
tenderness.
 A year ago she complained about vaginal
discharge with smelly odor and sometime
accompanied by vulvar itchy. The youngest child
is 6 years old. Her husband is a truck driver.
 Height = 155 cm
 Weight = 50 kg
 BP = 120/80 mmHg
 Pulse rate = 80 x/mnt
 RR = 20 x/mnt
 Palpebral conjunctival looked normal
 Hyperpigmented Areola of breast
 Gynecological examination (external exam) :
• Abdomen flat & soufflé
• Abdomen symmetric
• Uterine fundal not palpable
• No mass
• No pain tenderness
• No free fluid sign

 Gynecological examination (internal exam) :


• Speculum exam : portio livide, OUE closed with blood
come out from OUE. No vaginal discharge, cervical
erotion, laceration or polyp
• Bimanual exam : cervix is soft, OUE close, no cervical
motion tenderness, uterine size about 8 weeks gestation,
both adnexa & parametrium within normal limit.
 Hb = 10 g/dl
 Ht = 31 %
 RBC = 3,1 mill/mm
 WBC = 15.000/mm3
 Diff count = 0/4/4/4/30/50/8
 ESR = 20 mm/hour
 Anemia normocyter normochrome with
leucocytosis & absolute lymphocytosis.
 Urine = Pregnancy test (Beta hCG) positif
 G3P2A0
 Perdarahan vagina
 Abdominal cramping
 Nausea
 Period
 Vomiting
 Breast tenderness
 Vaginal discharge with smelly odor
 Vulva itchy
 Ny. Bunga, 38 thn, G3P2A0, dating dengan keluhan utama
vaginal bleeding
 Keluhan tambahan : kram perut, tidak mens selama 8 mgg,
mual-muntah, dan breast tenderness.
 1 tahun lalu pasien mengeluh vagina discharge yang berlaku
disertai gatal di vulva.
 Suaminya seorang supir truk.
 Gynecological exam (internal) : Darah keluar dari OUE
 Lab. finding :
• Hb = 10 g/dL
• Ht = 31%
• RBC = 3,1 mill/mm
• WBC = 15.000/mm3
• Diff. count = 0/4/4/4/30/50/8
• Blood film = Anemia normocyter normochrome dgn
leukositosis & limfositosis absolute.
 Bagaimana perubahan fisiologi & anatomi ibu dan janin
pada kehamilan 8 minggu ?
 Bagaiman hubungan status ekonomi pasien dengan kasus ?
 Bagaimana hubungan usia dan status obstetric ibu dengan
kasus ?
 Vaginal bleeding ?
• Etiologi
• Mekanisme
• Dampak
 Kram perut ?
• Etiologi
• Mekanisme
• Dampak
 Mengapa terjadi perdarahan vagina padahal pasien sudah
tidak mens 8 mgg lamanya ?
 Bagaimana mekanisme nausea, muntah,
breast tenderness ?
 Apa hubungan pekerjaan suami dengan
kasus ?
 Interpretasi pemeriksaan fisik ?
 Interpretasi pemeriksaan laboratorium ?
 Differential Diagnosis ?
 Penegakan Diagnosis ?
 Diagnosis Kerja ?
 Penatalaksanaan ?
 Prognosis & komplikasi ?
 Kompetensi & Rujukan ?
Smelly odor Husband : a Β hCG (+)
vaginal discharge truck driver Tanda dugaan hamil :
Vaginal pruritus - Mual-muntah
- Breast tenderness
Sexual Transmited - Mens terlambat
Disease - Pembesaran uterus
Lymphositosis -Portio livide
-Hyperpigmented areola
Infeksi rekuren
Leukositosis
dan ascending
Pregnant

Kerusakan
komponen konsepsi

Abortus imminens
Perdarahan pervaginam
No cervical erotion,
laceration or polyp
Closed OUE Pertahankan ? Terminasi ?
No cervical motion
tenderness
Supportive care, medica Medical, D&C, psychologi
No free fluid sign
mentosa, education ? cal support ?
 Ny. Bunga, 38
tahun, G3P2A0, mengalami
perdarahan pervaginam et causa abortus
imminens dengan faktor resiko infeksi
kronis
 Uterus
• sebesar telur bebek (pembesaran primer)
• Penebalan korpus uteri
• Tanda Piscaseck
• Tanda Hegar
• Kontraksi Braxton Hicks
 Serviks
• Serviks livide (lunak dan kebiruan)
• Hipertrofi dan hiperplasi kelenjar serviks.
• Remodeling serviks (pengaktifan kolagenase intra-
ekstra secular).
• Ostium uretri externum (OUE) menutup
 Vagina & Perineum
• Chadwick sign
• Sekresi vagina meningkat dengan cairan berwarna
keputihan, menebal, dan dengan pH 3,5 – 6
• Payudara
 Payudara
• lebih lunak (pada awal kehamilan) dan kemudian
menegang akibat pengaruh estrogen.
• Payudara membesar
• Nipple membesar, hitam, tegak.
• Terjadi hiperpigmentasi kulit serta hipertrofi
kelenjar Montgomery, terutama daerah areola dan
papilla
 Metabolik
• Berat badan ibu akan naik
• Peningkatan kebutuhan makro-mikro nutrient
 Sistem Kardiovaskular
• Cardiac Output basal meningkat (± 22 %)
• Penurunan resistensi vaskuler
• Terjadi hipertrofi dan dilatasi ventrikel kiri
• Denyut jantung meningkat (± 10 -15 denyut/menit),
namun kontraktilitas tidak berubah.
• Penambahan vol darah scr progresif pada mgg 6 – 8
dengan puncak mgg 32 – 34.
• Vol plasma meningkat kira-kira 40 – 45%.
• Terjadi hemodilusi
 Sistem respirasi
• Kebutuhan oksigen meningkat ± 20%
• Sirkumferensi torak bertambah ± 6 cm, namun
diafragma naik ± 4 cm sehingga menekan paru-paru
 Traktus Digestivus
• Pergeseran organ-organ digetive akibat
• Penurunan motilitas otot polos.
• Penurunan sekresi asam hidroklorid (hcl) dan peptin
• Peningkatan hCG dan estrogen memiliki efek
samping mual-mual dan muntah
 Embrio terlihat seperti kecebong. Bisa dibedakan
antara kepala, ekor, tangan dan anggota badan
 Awal pembentukan hati, pankreas, paru-paru, dan
jantung. Otak mulai terbentuk lengkap.
 lengan dan kaki sudah terbagi menjadi komponen
paha, kaki, tangan, lengan, bahu.
 Organ reproduksinya mulai terbentuk
 Telinga luar juga terbentuk dan mata membentuk
pigmen.
 Jantung sudah memompa kuat dengan irama yang
teratur.
 Lambung sdh menghasilkan getah pencernaan.
 Hati memproduksi sel darah.
 Ginjal mulai berfungsi.
 Kurangnya pendidikan, pada pasien dan
suami terhadap bahaya dari penyakit
menular seksual terhadap kehamilan
akibat berganti-ganti pasangan (pada
suami, akan dibahas pada pembahasan
yang lain)
 Usia ibu 35 – 45 tahun risiko
keguguran 20 – 35 %
 Usia kehamilan 8 minggu  vili
korialis belum menembus desidua
terlalu dalam sehingga lebih mudah
terjadi abortus,
 Fisiologis: pembesaran uterus
 Patologis : bila disertai darah
 Sebab-sebab organic
• Korpus uteri : Polip endometrium, abortus (dgn
berbagai jenis), mola hidatidosa,
kariokarsinoma, subinvolusio uteri, karsinoma
korporis uteri, sarcoma uteri, mioma uteri
• Tuba fallopii : KET, radang tuba, tumor tuba.
• Ovarium : radang ovarium, tumor ovarium.
 Sebab-sebab fungsional
• Metropatia hemoragika
• Insufisiensi korpus luteum
• Apopleksia uteri
• Persisten korpus luteum
 Pasien dalam masa kehamilan dengan terjadinya
perdarahan pervaginam oleh sebab-sebab
organic (khususnya abortus)
 Pasien dalam kondisi infeksi dengan terjadinya
perdarahan pervaginam oleh sebab-sebab
organic (diperkuat oleh leukositositosis dan
limfositosis, namun kemungkinan kehamilan
lebih berperan dalam menimbulkan amenorea
ini)
 Pasien dalam pemakaian obat-obat tertentu
(amenorea iatrogenik) dengan terjadinya
perdarahan oleh sebab-sebab organic (perlu
anamnesis lebih lanjut !)
Drugs :
Amenorea Pregnancy
Fenotiazin, etc

Endometritis Infeksi rahim

Kerusakan
Perdarahan dalam
produk konsepsi
desidua
(plasenta, janin)

Nekrosis jaringan
sekitar

Pelepasan hasil Blood Leakage dari desidua


Abortus
konsepsi ke cavum uterina

Anemia Perdarahan
pervaginam
Cemas
 Peningkatan hormon HCG dan estrogen
 Peregangan pada otot uterus, menekan
lambung
 Relaksasi relatif pada otot saluran
pencernaan
 Peningkatan asam lambung yang
disebabkan lambung kosong atau makan
makanan yang salah.
 Akibat pengaruh estrogen terjadi hiperplasia
sistem duktus dan jaringan interstisial
payudara.
 Hormon laktogenik plasenta (diantaranya
somatomammotropin) menyebabkan hipertrofi
dan pertambahan sel-sel asinus payudara,
serta meningkatkan produksi zat-zat kasein,
laktoalbumin, laktoglobulin, sel-sel lemak,
kolostrum.
 Terjadi hiperpigmentasi kulit serta hipertrofi
kelenjar Montgomery, terutama daerah areola
dan papilla akibat pengaruh melanofor.
Pregnancy

hCG ↑
Somatomammatropin Progesteron
Estrogen ↑

Pembesaran Pembentukan
Hiperplasia sistem Hiperplasia alveolus lemak di sekitar
duktus jar. Intertitial mamae alveolus

Nipple menegang Breast

Late effect
ternderness

Mual-muntah

Payudara Pembesaran
Perubahan pd GI tract : menegang payudara
- Hcl ↓
- Aktivitas otot polos ↓
- Penekanan lambung & Areola
Hyperpigmented Melanofor
usus
 Para supir truk umumnya sering melakukan
kencan dengan WTS di tempat-tempat
pemberhentian.
 Pengetahuan tentang penyakit kelamin pada dasarnya
cukup.
 Dari segi pencegahan, pengetahuan para supir truk
tentang cara-cara pencegahan penyakit kelamin masih
sangat kurang.
 Banyak supir yang melakukan pengobatan sendiri
bila terkena gejala penyakit kelamin dengan obat-
obatan modern tetapi tidak dengan dosis yang
benar.
 Pengetahuan tentang HIV/AIDS umumnya masih kurang
sekali, meskipun mereka pernah mendengarnya.
 Penggunaan kondom baik untuk pencegahan
penyakit kelamin atau AIDS sangat jarang
mereka gunakan, dengan alasan mengurangi
kenikmatan.
 Penyuluhan tentang HIV/AIDS sebaiknya dilakukan
oleh dokter atau petugas kesehatan, kalau
dilakukan oleh teman sendiri mereka enggan.
 Secara umum perusahaan truk tidak memberikan
jaminan kesehatan, pengetahuan mereka jauh lebih
baik dibanding dengan supir truk dan mempunyai
sikap yang positif terhadap usaha penanggulangan
HIV/AIDS.
Pemeriksaan Temuan Parameter Interpretasi Keterangan
TB & BB 155cm BMI sebelum lahir Normal Pada Tm1 kenaikan BB
50 kg = rendah kurang lebih 1-2 kg.
± 18,7
BP (mmHg) 120/80 110/70 – 140/90 Normal
PR (x/mnt) 80 83 ± 10 Normal Anemia kronis
rendah
RR (x/mnt) 20 18 - 24 Normal
Konjungtiva Normal Tidak pucat Normal Anemia ringan
Palvebra (kemerahan)

Breast Hyperpigmen Hyperpigmentasi Normal (tanda


tasi Aerola Aerola kehamilan)
 Abdomen flat, soufflé, symmetric : Interpretasi
normal
 Uterine fundal not palpable : Interpretasi normal
• Fundus teraba pada minimal 12 mgg kehamilan
• Bila fundus teraba lebih besar dari usia gestasi : curiga mola
 Tidak ada massa : Interpretasi normal
• Dapat menyingkirkan kemungkinan tumor
 Tidak ada nyeri tekan : Interpretasi normal
• Dapat menyingkirkan kemungkinan adanya KET, solusio
plasenta, placenta previa.
 No free fluid sign : Interpretasi Normal
• Dapat menyingkirkan kemungkinan kehamilan ektopik
 Portio
livide : Interpretasi normal pada
kehamilan
 OUE close : Interpretasi normal pada
kehamilan
• Abortus insipient, inclomplete dapat dieksklusi
 Bloodcome out from OUE : Tidak normal
pada kehamilan,
• Polip endometrium, abortus (dgn berbagai jenis), mola
hidatidosa, kariokarsinoma, subinvolusio uteri, karsinoma
korporis uteri, sarcoma uteri, mioma uteri.
 No vaginal discharge : Interpretsi normal
• Dapat mengeksklusi infeksi pada vagina
 No cervical erotion, laceration, or polyp : Interpretasi
normal
• Dapat mengeksklusi beberapa penyebab perdarahan yang keluar
dari OUE
 Cervix is soft : Interpretasi normal pada kehamilan
 No cervical motion tenderness : Interpretasi normal
• Dapat mengeksklusi PID dan kehamilan ektopik
 Uterine size about 8 weeks gestation : Interpretasi
normal pada kehamilan 8 mgg
• Dapat mengeksklusi kemungkinan Mola hidatodosa dan missed
abortion
 Adnexa & parametrium within normal limit : Interpretasi
normal
• Dapat menyingkirkan kemungkinan kehamilan ektopik dan tumor
 Hb = 10 g/dl. Interpretasi : Anemia ringanHt =
31%. Interpretasi : Anemia (nilai normal = 37 –
43%)
• Penyebab: kehilangan darah akut, anemia, leukimia,
penyakit hodgkin, limfosarcoma, mieloma multiple, GGK,
serosis hepatis, def vit B dan C, kehamilan, SLE, RA, ulkus
peptikum.

 RBC = 3,1 mill/mm. Interpretasi : Anemia (nilai


normal = 4,5 – 5,5 mill/mm)
 WBC = 15.000 mm3. Interpretasi : leukositosis
(nilai normal = 5.000 – 10.000 mm3)
 Diff count = 0/4/4/4/30/50/8. Interpretasi : ???
(nilai normal = 0,5-1/0-4/0-3/50-60/20-50/0-8)
 ESR = 20 mm/jam. Interpretasi : normal pada
kehamilan (0-20 mm/jam)
 Blood film =
• Anemia normokrom normositer = Anemia akibat
perdarahan
• Leukositosis = infeksi (akut)
• Absolut lymphositosis = infeksi (kronis), infeksi virus,
infeksi kronis, penyakit Hodgkin
 Urin = Beta hCG (+)

• Interpretasi : Kehamilan (normal, ektopik, mola),


koriokarsinoma, dysgerminoma, seminoma, dll
• Pada kondisi abortus, hCG masih dapat terditeksi 1 mgg
setelah kematian janin.
Pembanding Abortus Kehamilan Ektopik Molahidatidosa
 Tanda-tanda hamil (+) (+) (+) mual & muntah berlebihan

 Vaginal bleeding (+) (-/+) (+)


 Abdominal cramping (+) (+) (+/-)

 Rimayat infeksi (+) (+) (-)


 Ukuran uterus Sesuai dengan usia kehamilan Sesuai dengan usia kehamilan Lebih besar dari usia kehamilan)

Hiperpigmentasi aerola mamae (+) (+) (+)

Abdominal simetris Ya (-), asimetris Ya


Tanda akut abdomen Ya (+), bila KET Ya
o Nyeri tekan (-) (+) (-)

o Portio livide (+) (+) (+)

o Nyeri goyang pada (-) (+) (-)


serviks

o OUE tertutup (+/-) (+) (+)

o Adneksa & Normal Terdapat massa Normal


parametrium

o Anemia (+/-) (+++) (+/-)


o Hematokrit (↓) (+/-) (+++) (+/-)
o RBC (↓) (+/-) (+++) (+/-)
o Leukositosis (+/-) (+++) (-)
o βhCG (+) (+) (+) (+), biasanya meningkat 2x lipat
 No mens + vaginal bleeding
• Pasien dalam masa kehamilan dengan terjadinya
perdarahan pervaginam oleh krn abortus, penyebab
organic lain telah tereksklusi
• Pasien dalam kondisi infeksi dengan terjadinya
perdarahan pervaginam oleh sebab-sebab organic
(diperkuat oleh leukositositosis dan limfositosis,
namun kemungkinan kehamilan lebih berperan
dalam menimbulkan amenorea ini).
• Pasien dalam pemakaian obat-obat tertentu
(amenorea iatrogenik) dengan terjadinya
perdarahan oleh sebab-sebab organic (perlu
anamnesis lebih lanjut !)
 STD masa lampau:
• Vaginosis Bacterialis
 Tidak ada tanda peradangan di vulva
 Bau secret sangat busuk
 Pruritus tidak intend dan hanya kadang terjadi
 Abortus Imminens
• Perdarahan pervaginam (pd umur gestasi < 20 mgg)
 Volume sedikit, tapi dapat bertahan beberapa hari
hingga minggu
• OUE masih tertutup
• Pembesaran uterus sesuai umur gestasi
• Keluhan lain :
 Mulas (sedikit atau bahkan tidak sama sekali)
 Abdominal cramp (pada Trm 1)
• Beta hCG masih positif
• DJJ masih aktif walau sudah tidak normal
 “Mrs. Bunga mengalam perdarahan
pervaginam akibat abortus imminens
dengan faktor resiko infeksi vaginosis
bacterialis”
 Riwayat menstruasi :
• HPHT
• Riwayat menstruasi sebelumnya
• Interval menstruasi yang sering dialami
• Regularitas dari menstruasi
 Waktu konsepsi (jika ibu tahu)
 Penggunaan kontrasepsi sebelumnya
 Demam sebelumnya ?
 Penggunaan obat-obatan, alcohol, rokok
 Riwayat penyakit pendahulu (DM, penyakit tiroid, penyakit
autoimmune, dll)
 Riwayat operasi (khususnya operasi obstetric dan ginekologi)
 Riwayat trauma fisik & psikologi
 Riwayat berobat ke dokter sebelumnya
 Riwayat bidan / dukun (curiga kasus aseptic)
 Riwayat keluarga (> 80% kasus aborsi diakibatkan kelainan
genetik)
 Riwayat penyakit kelamin yang lalu dan pengobatannya
 Suhu tubuh ibu
 Golongan darah dan Rh ibu
 USG
 Velositometri Doppler
 Vaginal swab atau cervical culture
(Pap’s
Smear), tuk melihat adakah/masih adakah
infeksi kelamin pada pasien.
 Pengukuran kadar hormone hCG urin,
untuk prognosis dan pengambilan
keputusan penatalaksanaan
 Pengukuran jumlah perdarahan
 Definisi
• Infeksi pada vagina terbanyak (22 – 50%)
dengan sindrom klinis yang disebabkan
pergantian laktobasilus normal di vagina
dengan bacteri anaerob, Gardnella vaginalis, dan
mikoplasma hominis.
 Diagnosis
• Amsel Criteria :
 Vaginal discharge berwarna abu-abu, homogen,
berbau, berbusa, melekat di dinding vagina
berupa lapisan tipis, difus, dan mengkilat.
 Whiff test (+)
 Litmus paper test = pH > 4,5 (normal 3,8 – 4,2)
 Pulasan Gram = clue cell (+, minimal 20 % sel
epitel vagina) dan bakteri penyebab
• Pruritus vagina atau rasa terbakar ringan
• Disuria, dispareunia dan nyeri abdomen
 Epidemiologi
• Bacterial vaginosis (BV) is the most common vaginal
infection in women of childbearing age.
• In the United States, as many as 16% of pregnant
women have BV.
• An estimated 7.4 million new cases of BV occur each
year.
• An estimated 5 million cases of trichomoniasis occur
each year in the United States.
• More than a billion dollars is estimated to be spent
annually on both self-treatment and visits to a
medical provider.
 Etiologi
• Gardnela vaginalis
• Mobiluncus spp
• Mikoplasma genitalis
• Bacteroides

 Faktor Resiko
• Wanita hamil
• Memiliki 3 atau lebih pasangan seksual pria selama 12 bulan
terakhir
• ≥ 1 pasangan seksual wanita selama 12 bulan terakhir
• Kebiasaan merokok
• Hubungan seksual pertama pada usia dini
• Lesbian
 Definisi
• Merupakan istilah untuk wanita hamil dengan
usia gestasi < 20 mgg yang mengalami
perdarahan vagina, dengan OUE masih menutup,
dan kemungkinan disertai kram uterus ringan.
 Diagnosis
• Perdarahan pervaginam (pd umur gestasi < 20 mgg)
 Volume sedikit, tapi dapat bertahan beberapa hari
hingga minggu
• OUE masih tertutup
• Beta hCG masih positif
• DJJ masih aktif walau sudah tidak normal
• Pembesaran uterus sesuai umur gestasi
• Keluhan lain :
 Mulas (sedikit atau bahkan tidak sama sekali)
• Abdominal cramp (pada Trm
 Epidemiologi
• Definisi abortus imminens ini menjadikan
perstiwa ini sering dijumpai, karena 1 dari 4 atau
5 wanita hamil (20 – 25 %) mengalami
perdarahan yang lebih banyak dalam bulan-
bulan awal gestasi (Williams Obstetri
 Etiologi & Faktor Resiko
• Kelainan embryonic merupakan 80% penyebab
aborsi pada trimester 1 :
 Abnormalitas kromosomal (Abortus Aneuploidi)
merupakan penyebab tersering (>75%) dari abortus
spontaneous dengan spesifikasi autosomal trisomies
yang mengontribusi >50% dari ke-abnormalan
kromosom (akibat nondisjunction atau translocation),
dan penyebab tersering lain adalah monosomy.
 Sebernarnya lebih dari 90% ketidaknormalan cytogenic dan
morphologic janin, dieleminasi melalui abortus spontan.
 Tingkat kelainan kromosomal janin meningkat seiring dengan
usia maternal (pada wanita < 30 tahun, resiko abortus ± 12%.
Dan meningkat terus hingga melebihi 50% pada wanita > 50
tahun)
 Hasil
konsepsi dengan kromosomal normal
yang mengalami abortus biasanya akan
menghilang belakangan dalam kehamilan
(Abortus Euploidi)
• ¾ abortus aneuploidi terjadi pada atau sebelum
kehamilan 8 mgg, sedangkan abortus euploidi
mencapai puncaknya sekitar 13 mgg
• Insidensi abortus euploidi akan meningkat secara
dramatis setelah usia maternal 35 tahun
• Sebab-sebab abortus euploidi umumnya tidak diketahui
tetapi sekurang-kurangnya terdapat 2 keadaan yang
mungkin menjadi penyebab terjadi abortus ini : (1)
abnormalitas genetic, seperti misalnya mutasi tersendiri
atau factor-faktor poligenik. (2) sejumlah factor maternal
 Faktor maternal merupakan etio abortus pada
trimester II :
• Faktor maternal kronis :
 Maternal insulin-dependent diabetes mellitus: 30% kasus abortus
spontaneous terjadi pada ibu hamil dengan DM yang tidak
terkontrol
 Severe hypertension
 Renal disease
 Antiphospholipid syndrome & other thrombophilias
(Autoimmune)
 Systemic lupus erythematosus (Autoimmune)
 Histoinkompabilitas maternal-fetal (rhesus, blood group)
 Thyroid disease (hipotiroidism tidak berkaitan dengan kenaikan
insidensi abortus.
 Wilson disease
 Malnutrisi berat
• Faktor maternal akut :
 Infeksi (cont : cytomegalovirus, rubella, toxoplasmosis,
Listeria, Ureaplasma, Mycoplasma, dan syphilis)
 Trauma
• Abnormalitas sistem reproduksi :
 Kongenital (cont : septate uterus) atau didapat (cont :
uterine synechiae / perlekatan uterus)
 Fibroids
 Cervical incompetence
 Abnormal placental development
 Progesteron Deficiency
• Faktor exogen :
 Alcohol
 Tobacco
 Cocaine
 Radiation (dosis letal minimum = 5 rad akan
menyebabkan abortus)
 Caffeine: Although some studies suggest that
drinking excess coffee appears to slightly increase
the risk of abortion, this evidence is not conclusive
Embryo chromosomal
abnormalities

Abnormal Sperm
Fetus abnormal translocation
development

Fetus life support


Blighted Ovum mechanism unfungctional
Subtance abuse
(Drug, Alcohol, Tobacco, etc)

Trauma
Abortion Radiation
Genital anatomical exposure
abnormalities
Implant Site
disturbance factor Direct fetal destruction
Infection

Severe Malnutrition Hormonal disturbance Histoincompability


(Hipertiroid, DM, Progesteron def) Autoimmune
feto-maternal
STD Husband : Truck driver
Pregnancy

Immunosuppresive Become chronic Lymphositosis


& Ascending
Vaginal pH become Asimtomatis
acid Infeksi tertekan

Local Immune
system
Pematian bakteri di Infeksi relaps /
vagina eksaserbasi

Endometritis Other conception


Leukositosis product

Site disturbance Feto component


factor disturbed

Feto-maternal homeostasis
link disturbed
No vaginal discharge

Threatened Abortus
 Tujuan
• DX I : Mengurangii atau menghilangkan
kecemasan
• DX II : Mengurangi atau menghilangkan rasa
sakit
• DX III : Mencegah terjadinya defisit cairan
• DX IV : Mengurangi atau meminimalkan rasa
kehilangan atau duka cita
• DX V : Klien dapat melakukan aktifitas sesuai
dengan toleransinya
 Fokus intervensi
• DX I : Cemas berhubungan dengan pengeluaran
hasil konsepsi. Intervensi :
 Siapkan klien untuk reaksi atas kehilangan
 Beri informasi yang jelas dengan cara yang tepat
• DX II : nyeri berhubungan dengan kontraksi
uteri. Intervensi :
 Menetapkan laporan dan tanda-tanda yang lain.
Panggil pasien dengan nama lengkap. Jangan
tinggalkan pasien tanpa pengawasan dalam waktu
yang lama.
 Rasa sakit dan karakteristik, termasuk kualitas waktu
lokasi dan intensitas.
 Melakukan tindakan yang membuat klien merasa
nyaman seperti ganti posisi, teknik relaksasi serta
kolaburasi obat analgetik
• DX III : Resiko tinggi defisit volume cairan berhubungan
dengan perdarahan Intervensi :
 Kaji perdarahan pada pasien, setiap jam atau dalam masa
pengawasan
 Kaji perdarahan Vagina : warna, jumlah pembalut yang
digunakan, derajat aliran dan banyaknya
 kaji adanya gumpalan
 kaji adanya tanda-tanda gelisah, taki kardia, hipertensi dan
kepucatan
 monitor nilai HB dan Hematokrit
• DX IV : Kehilangan berhubungan dengan pengeluaran
hasil konsepsi. Intervensi :
 Pasien menerima kenyataan kehilangan dengan tenang tidak
dengan cara menghakimi
 Jika diminta bisa juga dilakukan perawatan janin
 Menganjurkan pada pasien untuk mendekatkan diri pada
Tuhan YME
• DX V : Intoleransi aktifitas berhubungan dengan nyeri.
Intervensi :
 Menganjurkan pasien agar tiduran
 Tidak melakukan hubungan seksual
 Keputusan penanganan didasarkan pada
:
• Hasil tes hormone hCG urin :
 Jika tes menggunakan pengenceran 1/10 dan
tanpa pengenceran hasilnya (+), prognosis baik
dan janin masih bisa dipertahankan
 Jika tes menggunakan pengenceran 1/10
hasilnya (-), progosisnya dubia ad malam dan
janin memiliki harapan hidup kecil
• Keputusan pasien dan suami
Jika janin masih ingin dipertahankan :
Dilakukan pemberian :
 Tocolytic / spasmolitik (Nifedipine,
terbutalin, salbutamol, sulfas magnesikus,
indometasin
 Immunoglobulin : [Rho (D) Immune
Globulin (RhoGAM)]
 Progesterone : (Crinone Vaginal Gel,
Progestasert, Prometrium, Endometrin)
 Antibiotik (jika infeksi terbukti)
 Bila
janin menunjukan tanda-tanda
perburukan, dengan ciri :
• DJJ hilang
• OUE membuka
• Perdarahan banyak
• Abdominal cramp sangat intens
• Beta hCG tidak meningkat atau bahkan menurun
• Pembesaran uterus tidak sesuai umur gestasi atau
bahkan mengecil
 Keputusan terminasi dipertimbangakan
kembali
 Jikajanin tidak bisa dipertahankan :
 Pengobatan pada kasus ini bertujuan
untuk : mencegah komplikasi &
menurunkan angka morbiditas ibu:
 Setelahprosedur kuretase dilaksanakan,
pasien diberikan :
• Methergine (0.2 mg PO q4h 6 times) - To
diminish postevacuation uterine bleeding
• Ibuprofen (800 mg PO q6h prn) - For analgesia
• Doxycycline (100 mg PO bid for 4-7 d) - For
prophylaxis if risk factors for infection are
present.
• Iron supplementation - For anemia
• Contraception agent, if desired
 Mifepristone
 analogue of progestin norethindrone
 strong affinity for the progesterone
receptor, acting as an antagonist
 200 mg dose
 Mistoprostil
 800 mcg vaginally
 Pasien harus tirah baring hingga perdarahan
berhenti (kalo perlu rawat inap)
 Jika pasien dilakukan rawat jalan, control (hCG
urin) dilakukan kembali 1 mgg kemudian.
 Jika aborsi spontan terjadi selama rawat jalan,
segera temui dokter yang bersangkutan
 Tidak boleh berhubungan seksual sampai lebih
kurang 2 mgg
 Suami diminta untuk tidak “jajan sembarangan”
atau menggunakan kondom
 Konseling pada pemilihan kontrasepsi
 Dukung psikologi pasien.
 Prognosis aborsi : Dubia (tergantung diagnosa hCG urin dan
penanganan)
 Komplikasi aborsi :
• Abortus spontan
• Abortus missed
• Perdarahan massif postaborsi
• Infeksi, akibat prosedur evakuasi yang tidak steril
• Depresi
• Asherman syndrome
• Prognosis BV : Bonam (BV tidak infasif, hanya sistem imun lokal)
 Komplikasi BV :
• PID
• Sinekia tuba
• Infeksious abortion
• Septic abortion
Kompetensi dokter umum = 2
 Mampu memperoleh riwayat penyakit
secara lengkap dan akurat, melakukan
pemeriksaan fisik dan laboratorium umum
sesuai masalah pasien menurut prosedur
klinik rutin.
 Memilih tindakan medis dengan tepat dan
mampu menafsirkan berbagai tindakan
yang diambil secara jelas dan akurat.
 Rujukan : pada specialis obgin pada rumah
sakit yang memiliki peralatan memadai.