Vous êtes sur la page 1sur 42

MORPHOSYNTAXE

DÉFINITION
 Syntaxe < grec sun ‘ensemble’ + taxis
‘disposition’ : ordonnancement/arrangement
des constituants de la phrase pour constituer
un ensemble cohérent.
 Ainsi la syntaxe étudiera l'organisation des
unités dans un énoncé.
Robert (1964 :1) menyatakan bahwa
sintaksis adalah bidang tata bahasa
yang menelaah hubungan kata-kata
dalam kalimat dan cara-cara
menyusun kata-kata itu untuk
membentuk sebuah kalimat.
MORPHOLOGIE
Morpho < grec morphe ‘forme’ : formes des
constituants, qui dans les langues flexionnelles
comme le français, sont susceptibles de changer
selon les attributs grammaticaux (genre,
nombre, temps, etc.) et les accords (sujet-verbe,
article-nom-adjectif, etc.).
MORPHOSYNTAXE
La morphosyntaxe concerne l’ensemble des
structures qui permettent de construire
grammaticalement un énoncé. Elle porte aussi bien
sur les formes des mots, flexions régulières et
irrégulières, variantes irrégulières de certains noms
et verbes, l’agencement des marques syntaxiques
autour du nom (déterminants, etc.), du verbe
(pronoms, etc.), de l’adjectif, de l’adverbe, et enfin
de l’organisation des mots et groupes de mots dans
un énoncé ou une phrase.
Vous vous rappelez toujours la hierarchie des
unités segmentales de la linguistique?

Mettez-les en ordre !

le morphème – le syntagme – le phonème - le


texte – la proposition – le mot – la phrase – la
syllabe
 Morfologi adalah bagian dari ilmu bahasa
(linguistik) yang membicarakan seluk-beluk
bentuk kata serta pengaruh perubahan-
perubahan bentuk kata terhadap golongan
dan arti kata, atau
 Morfologi mempelajari seluk beluk bentuk
kata serta fungsi perubahan-perubahan
bentuk kata itu, baik fungsi gramatikal
maupun fungsi semantik (Ramlan, 1983:16-
17) dalam (Tarigan, 1985 : 4)
La morphologie étudie principalement la
formation interne des mots dans une langue.
Son unité de base est le morphème (ou
monème selon les écoles).

Qu’est-ce que c’est la morphe, la morphème,


l’allomorphe?
Morfem adalah unsur yang terkecil yang
secara individual mengandung pengertian
dalam ujaran sesuatu bahasa (Hockett, 1958 :
123)
Menurut Bloomfield (1955 : 1 61), bentuk
sederhana atau morfem adalah suatu bentuk
linguistik yang tidak mempunyai hubungan
secara fonetik-semantik dengan bentuk yang
lain.
Bunyi Bentuk
(fon) (morf)
Telaah Fonologi Morfologi
mengenai
Kesatuan Fonem Morfem
terkecil
Varian Alofon Alomorf
Ujaran aktual Fon Morf
Transkripsi Simbol fonemik / / Simbol
Simbol fonetik [ ] morfemik { }
Dari tabel tertera bahwa ‘morf’ adalah ujaran
aktual dari bentuk (morf)’ dan ‘alomorf adalah
varian dari (morf)’. Misal dalam bahasa
Indonesia :

Perhatikan struktur fonologis berikut :


membuat, mendidih, menyaring, mengganti,
mengebom, melamar
Bentuk-bentuk mem-, men-, meny-, menge- dan
me- disebut dengan morf dan semuanya itu
adalah alomorf dari morfem meN-
On appelle morphe la réalisation
graphique ou phonique d'un morphème,
un peu comme le phone est la réalisation
phonique du phonème.

Les constituants immédiats d'un


morphème sont également des morphes.
Par exemple, le morphème au est
constitué des morphes à et le.
On apelle allomorphes les différentes
réalisations d'un même morphème selon son
contexte. Par exemple :
1. le radical du verbe aller comporte trois
allomorphes ;
all- (dans allons), v- (dans vont), ir- (dans
iront)
2. Analyser ces exemples ci-dessous !
reprendre, réactualiser, radjuster
Alomorf adalah bentuk-bentuk realisasi
yang berlainan dari morfem yang sama
atau perwujudan konkret (di dalam
petuturan) dari sebuah morfem.

Morf adalah nama untuk sebuah bentuk


yang belum diketahui statusnya.
IDENTIFIER UN MORPHÈME
Mengenali morfem ada beberapa cara. Secara
garis besar, menurut Chaer, jika suatu
bentuk/satuan ketika ditempatkan dalan suatu
struktur fonologik mempunyai arti leksikal dan
arti gramatikal yang sama maka disebut dengan
morfem.
Sedangkan Ramlan (Tarigan, 1985 : 11) prinsip
pengenalan morfem dibagi menjadi 5 :
1. Prinsip 1
Satuan-satuan yang mempunyai struktur fonologik
dan arti leksikal atau arti gramatik yang sama
merupakan satu morfem.
Misal : membeli rumah, rumah baru, menjaga rumah,
berumah, satu rumah dsb.
2. Prinsip 2
Satuan-satuan yang mempunyai struktur fonologik
yang berbeda merupakan satu morfem apabila
satuan-satuan itu mempunyai arti leksikal atau arti
gramatikal yang sama asal perbedaan itu dapat
dijelaskan secara fonologik.
Misal : menjahit, membeli, menyalin, menggendong,
mengecat, dsb
3. Prinsip 3
Satuan-satuan yang mempunyai struktur
fonologik yang berbeda, sekalipun
perbedaannnya tidak dapat dijelaskan secara
fonologik, masih dapat dianggap sebagai satu
morfem apabila mempunyai arti leksikal atau
arti gramatik yang sama, dan mempunyai
distribusi yang komplementer
Misal : beralih, berbaring, bersua, bersandar,
belajar, beradu.
4. Prinsip 4
Apabila dalam deretan struktur, suatu satuan
berparalel dengan suatu kekosongan, maka
kekosongan itu merupakan morfem, ialah yang
disebut dengan morfem zero.
Misal :
Ibu menggoreng ikan
Ibu menyapu halaman
Ibu menjahit baju
Ibu minum teh
Ibu makan pecel
Ibu masak rendang
5. Prinsip 5
Satuan-satuan yang merupakan struktur
fonologik yang sama mungkin satu morfem,
mungkin pula merupakan morfem yang
berbeda.
Misal : Ayah sedang tidur.
Tidur ayah sangat nyenyak

Telinga orang itu lebar.


Telinga kuali itu lebar.
6. Prinsip 6
Setiap satuan yang dapat dipisahkan
merupakan morfem.
Misal : gelap gulita, simpang siur
Morfem dapat diklasifikasikan berdasarkan
beberapa kriteria :
1. Morfem bebas dan morfem terikat
2. Morfem utuh dan morfem terbagi
3. Morfem segmental dan suprasegmental
4. Mofem beralomorf zero
5. Morfem bermakna leksikal dan morfem tidak
bermakna leksikal
Pembagian morfem yang lain :
1. Morphème simple et morphème composé
Morfem tunggal (morphème simple) : morfem
yang berbentuk tunggal, atau tidak mendapat
tambahan morfem lain. Ex : grand, petit, salon

• Morfem gabungan (morphème composé ) : morfem


yang berasal dari gabungan beberapa morfem
a. travaillons → travaill + ons
b. dénotation → dé + notation
c. frappait → frapp + ait
2. Morfem leksikal dan gramatikal
Morfem leksikal (morphème lexical) :
morfem yang jumlahnya tak terbatas dan sangat
produktif yang mencakup kata penuh dan afiks
derivatif.
Contoh : {-able}, {in-}, {dé}, {faire}, {aller}.

Morfem gramatikal : jumlahnya terbatas dan


berfungsi sebagai penghubung antara morfem
leksikal, yang mencakup partikel dan morfem inflektif
Contoh :
{quand}, {ma}, {-s}, {-e}, {-ez}, {ons}, dan sebagainya.
3. Morfem penghubung dan morfem unik
Morfem penghubung (morphème intermédiaire):
adalah morfem yang menghubungkan dua morfem
yang berfungsi sebagai pelancar bunyi.
a. (-t) pada Y a-t-il un livre sur la table ?
b. (–o-) pada francoindonésienne

Morfem unik (morphème unique) : morfem yang hanya


memiliki satu varian saja. Morfem ini biasanya
digunakan pada kombinasi dua morfem (combinaison
figée).
a. fur pada au fur et à mesure
b. for pada son for intérieur
CABANG MORFOLOGI
Secara sifat, morfologi dibagi menjadi dua :
1. Morphologie flexionnelle (morfologi
infleksional/inflektif)
Terdapat pada bahasa-bahasa berfleksi seperti
bahasa Prancis, bahasa Latin bahasa Arab dsb.
Pembentukan kata ini terjadi dengan
menambahkan afiks (sufiks, prefiks, atau infiks)
dan modifikasi internal yang kemudian dapat
digunakan di dalam kalimat dengan
menyesuaikan dulu dengan bentuk-bentuk
gramatikal yang berlaku di bahasa tersebut.
Contoh perubahan infleksi :
1. Konjugasi
Perubahan atau penyesuaian bentuk pada verba. Konjugasi
pada verba biasanya berkenaan dengan kala (tense), aspek,
modus, diatesis, persona, jumlah dan jenis.
Contoh :
Bahasa Inggris Bahasa Italia
I speak parlo
You (tunggal) speak parli
He/She/It speak parla
We speak parliamo
You (jamak) speak parlate
They speak parlano
2. Deklinasi
Perubahan kata berkenaan dengan jumlah, jenis
dan kasus pada kata sifat atau kata benda.
Contoh :
Tunggal
Nominatif dominus ‘Tuhan’
Akusatif dominum ‘ Tuhan’ (objek)
Jamak
Nominatif domini ‘Tuhan-tuhan’
Akusatif dominos ‘Tuhan-tuhan’
2. Morphologie dérivationnelle (morfologi
derivasional/derivatif)
Pembentukan kata secara inflektif tidak
membentuk kata baru, atau kata lain yang
berbeda identitas leksikalnya, sedangkan
pembentukan kata secara derivatif atau
derivasional membentuk kata baru, kata yang
identitas leksikalnya berbeda dengan kata
dasarnya.
Contoh :
sing → singer
air → mengairi
Terdapat tiga perbedaan mendasar antara
morfologi infeksional dan derivasional yaitu :
1. Menyangkut produktivitas
Morfologi infleksional lebih produktif
ketimbang morfologi derivasional. Misal
afiks infleksional pada suatu verba dapat
ditambahkan ke kata-kata baru yang
dibentuk atau dipinjam.
Tapi morfologi derivasional lebih bervariasi
dari segi bentuk.
2. Menyangkut makna
Afiks derivasional sering memiliki makna leksikal
sedangkan afiks infleksional biasanya memiliki
makna gramatikal.
3. Menyangkut paradigma
Infleksi disusun ke dalam suatu paradigma,
sedang derivasi tidak.
Contoh : Tunggal Jamak
Orang I ando andames
Orang II andas andais
Orang III anda andan
Apa yang dimaksud dengan
morfem dasar, bentuk dasar
(base), pangkal (stem) dan akar
(root)?
Chaer membedakan pengertian beberapa istilah yaitu
morfem dasar, bentuk dasar (base), pangkal (stem) dan akar
(root).
1. Morfem dasar
Biasanya digunakan sebagai dikotomi dengan morfem
afiks. Misal {kucing}, {maison}, {table}, {sikat}
2. Bentuk dasar (base)
Sebuah morfem dapat menjadi dasar dalam suatu
proses morfologi seperti pemberian afiks, reduplikasi
atau komposisi
Misal : hitam → penghitaman, kehitam-hitaman, daftar
hitam,
3. Pangkal (stem)
Pangkal (stem) digunakan untuk menyebut bentuk
dasar dalam proses infleksi atau proses pembubuhan
afiks inflektif.
Misal :
Nous parlons → {parl} +{-ons}
She speaks → {speak} + {s}
4. Akar (root)
Bentuk yang tidak dapat dianalisis lagi lebih jauh.
Misal :
inoubliable → oublier
intouchables → touch
Tarigan membedakan istilah tersebut menjadi dua :
1. Kata dasar
Satuan terkecil yang menjadi asal/permulaan
sesuatu yang kompleks.
Misal : sandar → bersandar, sandaran,
bersandaran.
2. Dasar kata
Satuan, baik tunggal atau kompleks, yang
menjadi dasar pembentukan bagi satuan yang
lebih besar atau lebih kompleks.
Misal : sandaran → bersandaran
sandar → sandaran
Apa yang dimaksud dengan
kata ?
MORPHÈME OU MOT
(MORFEM ATAU KATA)
 Morfem adalah satuan gramatik yang paling kecil;
satuan gramatik yang tidak mempunyai satuan
kecil sebagai unsurnya dan kata ialah satuan
bebas yang paling kecil, atau dengan kata lain,
setiap satuan bebas merupakan kata.
 Kata merupakan dua macam satuan ialah satuan
fonologik dan satuan gramatik. Sebagai satuan
gramatik, kata terdiri dari satu atau beberapa
morfem (Ramlan, 1983 : 26-28)
Leonard Bloomfield menyatakan :
“A free form which consists of two or more lesser
free forms as, for instance, poor John or John
ran away or yes, Sir is a phrase. A free form
which is not a word. A word is then a free form
which does not consist entirely of two or more
lesser free form, in brief, a word is minimum free
form”.

Contoh : quick dan quickly


KLASIFIKASI KATA
Pembahasan tentang pembagian kelas kata sampai
sekarang masih belum tuntas.
 Para tata bahasawan tradisional menggunakan
kriteria makna dan kriteria fungsi dalam
membedakan kata. Kriteria makna untuk verba,
nomina, dan ajektiva. Kriteria fungsi untuk
mengidentifikasi preposisi, konjungsi, adverbia,
pronomina dsb.
 Para tata bahasawan strukturalis membuat
klasifikasi kata berdasarkan distribusi kata itu
dalam suatu struktur atau konstruksi.
Istilah yang biasa digunakan untuk klasifikasi kata
adalah penggolongan kata, dalam peristilahan
bahasa Inggris disebut part of speech sedangkan
dalam bahasa Prancis disebut dengan les parties du
discours.

Setiap bahasa mempunyai penggolongan kata


berbeda. Dalam bahasa Prancis, terdapat sembilan
penggolongan kata (Maurice : le Bon Usage) yaitu le
nom, l’article, l’adjectif, le verbe, l’adverbe, le
pronom, la conjonction, la préposition, l’interjection
Di bukunya yang baru, Grevisse dan Goose
(2008:148-149) menyatakan bahwa kategori
leksikal dibedakan dalam dua jenis yaitu les
mots variables dan les mots invariables.

Les mots variables terdiri dari le nom, l’adjectif,


le pronom, le déterminant, dan le verbe.
Sedangkan les mots invariables terdiri dari
enam jenis : l’adverbe, la préposition, la
conjonction de coordination, la conjonction de
subordination, l’introducteur dan le mot-phrase.
PROSES MORFOLOGI/MORFEMIS
Proses pembentukan kata dalam tiap bahasa
juga berbeda. Misal dalam bahasa Indonesia
terdapat afiksasi, reduplikasi, komposisi,
pemendekan. Terdapat juga istilah lain dalam
bahasa lain seperti konversi, suplesi, modifikasi
internal dan sebagainya.
Dalam bahasa Prancis, proses tersebut dibagi
menjadi dérivation, composition, onomatopée,
abréviation.
Les sujets à aborder dans la classe sont :
1. La morphologie dérivationnelle et flexionnelle
(infleksi, derivasi serta perbedaannya).
2. Catégories morphologique (nom, adj,
déterminant, pronom, verbe, adverbe,
préposition)
3. La dérivation
4. La composition (populaire, savante, mot-valise)
5. La siglaison et la troncation (sigles, acronymes)