Vous êtes sur la page 1sur 26

FAKULTAS TEKNIK

Latar Belakang
⌂ Maraknya issu klasik globalisasi pembangunan yang
diikuti perkembangan ekonomi dunia yang membaik
selepas krisis ekonomi
⌂ Berkembangnya issu desentralisasi pembangunan yang
belum terwujud secara nyata  terutama dalam
pelayanan publik, dipicu maraknya aspek politik dilain
pihak sedang berkembang kesadaran masyarakat akan
demokrasi
⌂ Timbulnya banyak masalah pembangunan didaerah
perkotaan  akibat urbanisasi yang cepat
⌂ Berkembangnya konflik public interest vs private interest
baik di daerah regional maupun daerah perkotaan
Kegiatan REAL
ESTATE pada
umumnya meliputi
lebih dari 50 %
kegiatan
pembangunan
kota

Peluang
ekonomi tapi
juga problem
bagi kota ?
KOMPETENSI MANAJEMEN
PROPERTI

CITY URBAN ARCHITECTURAL


PLANNING DESIGN DESIGN

PROPERTY
MANAGEMENT
PRINSIP-PRINSIP DASAR
MANAJEMEN

PLANNING MAN

PROGRAMMING
MONEY
BUDGETING
MEKANISME RESOURCES MATERIAL
ORGANIZING
METHOD

ACTUATING
MACHINE

CONTROLLING MARKET
SKEMA PENGGOLONGAN
PROPERTY
Real Land, Buildings &
Property
Equipment
Tangible
Assets Personal - Machine & Equipment
Property
- Fixtures & Furnitures
- Moveable &
- Operational Equipments
PROPERTY

- Goodwill
COMMERCIAL - Hak Patent
PROPERTY
Intangible - Franchises
Assets
NON- - Merek Dagang
COMMERCIAL - Hak Cipta
PROPERTY

-Saham & Obligasi


Surat-surat -Investasi
Berharga
-Deposito
-Piutang Dagang
URGENSI KAJIAN URBAN
PROPERTI

CITY URBAN ARCHITECTURAL


PLANNING DESIGN DESIGN

URBAN PROPERTY
PROPERTY MANAGEMENT
URBAN PROPERTY based on
URBAN DESIGN approach

Urban Design Approach Urban Property

Land use Land area, Bonded Zone, Industrial Zone

Building and Massing Form Buildings, Superblocks, Housing

Open spaces Square, Bazaar, Plaza, Garden, Greenery

Circulation & Parking Roads, Railways, Parking area

Pedestrian Ways Pedestrian Ways, Corridors

Signage Signs, Symbols, Landmarks

Activity Supports Activity Supports

Preservation Heritage, Hystorical Places, Conservation


PENDEKATAN 4 SISTEM untuk
MANAJEMEN PROPERTI

Biotik
Manusia, Kultur,
Flora-fauna Tradisi,
Physio Socio Adat Istiadat
Abiotik System System Social Networking
Bangunan, Jalan, Religi
Sungai
Interaksi
Interrelasi
Interdependensi

Pertukaran barang,
Pranata,
Market, Econo Regulation
Investasi, Hukum,
System System Peraturan
Perbankan,
Supply-Demand Law enforcement
PROPERTY MANAGEMENT based on
SUSTAINABLE DEVELOPMENT approach

Sustain Spatial area


To continue A place for
Without Community Carrying capacity
lessening To live a. Available resources in the ecosystem
b. Size of population
c. Individual consuming

Sustainable community
Sustainable development
Develop
To improve to
A more Community Community capital
advanced state A group of people a. Built & finance cap
Who live and interact b. Human & social cap
In a specific c. Natural cap
geographic area
URBAN GROWTH and change on
URBAN PROPERTY

Urban GROWTH Model Change on Urban PROPERTY

Central Core Replacement within Existing

Inner Ring Housing from The Existing Stock

Outer Ring New Construction


Central Core CHANGE & GROWTH on URBAN PROPERTY
Outer Ring New
Construction
Inner Ring
Ext. to built-up Infilling
Housing from area
the Existing Rural land Urban vacant
Stock conversion land conv.

Replacement Change
in quality
Occupan
cy
Change
in tenure
Change
in
within Existing & value change structure
& use

Filtering Mobility
& Turn-
Public Private over
Renewal Renewal
Owner-Rental Transfer

Residenti Renov. &


Redevelopment al conv. Rehab.
Process
Subdivisi Merger
on
FENOMENA LINGKUNGAN HIDUP

 Fenomena Fisik
 Fenomena Biotis
 Fenomena Sosial
 Fenomena Ekonomi
 Fenomena Budaya
LINGKUNGAN HIDUPSEBAGAI SUATU
SISTEM
CIRI-CIRI :
 Dinamis, (berkembang dari waktu ke
waktu)
 Interaksi, (saling berinteraksi mencari
keseimbangan)
 Interdependensi, (saling tergantung pada
bagian lainnya)
 Integrasi, (keterpaduan, kesatuan konsep)
 Tujuan sasaran
POLA PEMBANGUNAN TERKAIT
SISTEM PEMERINTAHAN
( POLITICAL WILL )
Sikap
Regulasi
Realisasi
KARAKTER MASYARAKAT
(CIVILITATION-MASYARAKAT MADANI)
Pengusaha
Cerdik pandai
Masyarakat
KONDISI ALAM
(SUMBER DAYA ALAM)
Geografis
Topografis
Potensi
POLA PEMBANGUNAN IMPERATIF
Pembangunan kota dengan pola pemikiran lingkungan :
• Lingkungan Asri
• Daya dukung lahan seimbang
• Hemat energi, dll
Pembangunan dengan pola pemikiran ekonomi :
• Ketahanan ekonomi
• Kesempatan kerja
• Perkembangan pasar, dll
Pembangunan dengan pola pemikiran komunitas :
• Ketahanan sosial
• Keadilan dan hak asasi
• Komunikasi dan interaksi sosial
POLA PEMBANGUNAN PARSIAL
KOMUNITAS &  PESIMISTIS
LINGKUNGAN

KOMUNITAS &  BEBAN MASA


EKONOMI MENDATANG

LINGKUNGAN &  INDIVIDUALIS


EKONOMI KONSERVATIF
MASALAH BANJIR DAN TANAH
Curah Hujan Tinggi
LONGSOR & PEMBANGUNAN
PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN
Permukiman

Penebangan Liar Pembukaan


Lahan Garapan
ER
GOLF Drainase tak memadai
Hutan Gundul OS
I
8
Tidak ada
peresapan air
TERJADI BANJIR
hujan
EROSI
Tebang tidak
ditanam
kembali
EROSI ENDAPAN
EROSI
ENDAPAN

Kawasan Lindung Daerah Resapan Air Daerah Aliran Sungai Permukiman / Industri LAUT

PERMASALAHAN UMUM
Pertumbuhan Penduduk ASPEK TEKNIS OPINI :
Berkurangnya kawasan hutan lindung Pembangunan Perumahan
Keterbatasan Lahan
Berkurangnya lahan tangkapan air Pembangunan Industri
Konsistensi Kebijakan Tata Ruang
Berkurangnya daya resap air Penggundulan-Penjarahan Hutan
Ketersediaan Sarana-Prasarana Berkurangnya jenis tanaman Reklamasi Pantai
Kelangkaan Pembiayaan Sedimentasi dan pendangkalan pantai Pemanasan Global
Sumber Daya Manusia

PENYEBAB UTAMA :
BERKURANGNYA KEPEDULIAN SEMUA STAKEHOLDER DAN MASYARAKAT
Kepentingan Kelompok
Kebutuhan Pendapatan daerah
Konsistensi Peraturan & Kebijakan
Disiplin Masyarakat
Penegakan Hukum
STRATEGI MENUJU
PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN
HOLISTIK
Semua unsur dasar di Sinergikan sebagai satu
kesatuan yang utuh
DEMOKRATIS
Menempatkan masyarakat sebagai subyek dari
pembangunan
ASPIRATIF
Dimiliki oleh seluruh kelompok masyarakat
UPAYA PENATAAN LINGKUNGAN & SOLUSI
Curah Hujan Tinggi
PENCEGAHAN BANJIR & TANAH LONGSOR

Tebang & Ditanam


Kembali
Tebang Pilih

Reboisasi & Kepadatan


Penghijauan Dibuat Terasiring Bangunan Tertata
Dibuat Ditanggul
Ditanggul Drainase pintu air
Air meresap - + Pompa
Dibuat
Tidak Erosi Waduk
Di parit-parit
air ditampung
Cekdam Dibuat Sumur
& meresap Dikeruk
Resapan
Kawasan Lindung Daerah Resapan Air Daerah Aliran Sungai Permukiman / Industri LAUT

PEMAHAMAN TATA RUANG SISTEM TATA AIR SISTEM INFORMASI


Kawasan Permukiman Pembuatan waduk-waduk pada daerah tertentu Sosialisasi kepada stakeholder
Kawasan Industri Pembuatan sumur resapan di setiap permukiman Memberi pemahaman kepada
Kawasan Pendidikan Pembuatan taman-taman lingkungan masyarakat
Kawasan Perdagangan Penanaman pohon pelindung
Kawasan Campuran Penggunaan jenis bahan material ramah
Kawasan Lindung lingkungan
Penataan kembali fungsi DAS
PERMASALAHAN UMUM
• PERTUMBUHAN PENDUDUK
• KETERBATASAN LAHAN
• KONSISTENSI KEBIJAKAN TATA RUANG
• KETERSEDIAAN PRASARANA-SARANA
• KELANGKAAN PEMBIAYAAN
• SISTEM PENGENDALIAN (POLA PIKIR &
POLA TINDAK)
KENDALA PEMBANGUNAN KOTA
PARTISIPATIF
 Pemanfaatan Sumber Daya Alam Berlebihan
(Keserakahan)
 Pelanggaran Hukum dan Kekuasaan
(Kesombongan)
 Pencemaran Lingkungan (Kelalaian)
 Ego Sektoral - Kedaerahan (Kesewenangan)
 Kurangnya partisipasi masyarakat (Keputus
asaan)
SOLUSI MIKRO DAN KENDALA

Penghijauan Paving Blok Penghijauan


Resapan Resapan

SOLUSI MIKRO BERTAHAP SOLUSI MIKRO BERTAHAP KENDALA


FISIK SOSIAL Kepemilikan Lahan
Penghijauan Lingkungan Sosialisasi Pembiayaan
Peresapan Air Limbah Komunal Negoisasi Sistem Teknologi
Sistem Drainase Partisipasi Prosesi Waktu
Normalisasi Sungai Regulasi Kebijakan
Konservasi Lahan Realisasi SDM
PRINSIP-PRINSIP PENCAPAIAN
SASARAN PEMBANGUNAN
• Transparansi (keterbukaan)
• Efisiensi (ketepatan)
• Keadilan (Justice)
• Akrab terhadap pasar (mekanisme pasar)
• Realistis (kenyataan dan kemampuan)
IDEAL
 KESIMBANGAN KELAYAKAN EKONOMI
 KESEIMBANGAN KELAYAKAN KOMUNITAS
SOSIAL
 KESEIMBANGAN KELAYAKAN
LINGKUNGAN
 RASA KEMITRAAN (SINERGI)
 RASA KEBERSAMAAN SALING MEMILIKI
(HANDARBENI)

Vous aimerez peut-être aussi